OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (BM-FKPTT) provinsi NTT menggelar peringatan 25 tahun Timor-Timur lepas dari Indonesia.
Ketua DPW BM-FKPTT Eugenio J. Lobo dalam sambutanya mengatakan, pada tanggal 4 September 1999 provinsi ke-27 Timor-Timur lepas dari Indonesia dan terbentuklah Timor Leste (Tiles).
“Kami warga yang setia memilih Indonesia. Kegiatan ini hari sangat melekat bagi pejuang ex Timor-Timur”, kata Eugenio Lobo.
“Peringati untuk mewariskan kepada anak cucu. Keberlanjutan karena ini tidak terlepas dri sejarah. Pejuang wajib mengenang tanggal hari ini”, tambah Lobo.
Menurut dia, setiap tahun momentum ini digelar. Kali ini diinisiasi organisasi BM-FKPTT.
“Organisasi FKPTT dipimpin Eurico Gutteres. Ada sayap kepemudaan namanya BM-FKPTT. Organisaai yang memperjuangkan dan membela hak WNI asal Timor-Timur”, ujar dia.
Ia mengatakan, memilih Indonesia banyak suka duka yang dihadapi. Namun kami tetap pada keputusan kami, Indonesia. “Kami korbankan nyawa, harta untuk Indonesia”, ucap dia.
“Sikap dan pilihan kami penuh konsekwensi. Beruntung masyarakat flobamora bisa menerima kami dalam setiap aktifitas”, kata dia.
Ia menyampaikan terimakasih kepada pemerintah yang sudah mendukung dan memfasilitasi segala kegiatan BM-FKPTT.
“Kami sebagai generasi ex Timor-Timur sampaikan terimakasih kepada presiden Jokowi, yang sudah memberikan bantuan berupa 2.100 rumah di desa camplong.
Lewat Prabowo orangtua kami sudah diakui sebagai patriot bela negara sebanyak 18 ribu orang”, terang dia.
Ia menyebut ada 8 pokok persoalan yang diperjuangkan antara lain, nasib para Pejuang, Perumahan bagi warga baru, lahan, Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan, Beasiswa dan Aset yang tertinggal di Timor-Timur.
“Ini yang diperjuangkan.
Terimakasih pak Jokowi yang akan mengakhiri jabatan dan dilanjutkan pak Prabowo. Terima kasih kepada masyarakat sekitar yang mengizinkan kami gelar kegiatan ini”, pungkas dia.
Kepala Dusun I Air Sagu desa Noelbaki, Thomas Hayon atas nama Kepala Desa Noelbaki mengatakan, sebagai sesama pihaknya siap membantu sebisanya.
“Kami berusaha membantu dari pemerintah desa. Kalo ada yang belum menerima mohon maaf, khususnya warga di gabrik dan terminal”, kata Hayon.
“Tolong urus KTP Elektronik. Terimakasih yang masuk dalam perangkat desa, Dusun 1. Desa Noelbaki”, pungkas dia
Kegiatan diisi dengan pembacaan Puisi berjudul “Kami juga anak negri, karya Olga Soarez dan Tarian dari anak-anak di lokasi Gabrik kulit dan terminal Noelbaki.
BM-FPKTT, Rapatkan barisan lanjutkan perjuangan. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




