KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Gong Pesta demokrasi lima tahunan sudah ditabuh KPU. Banyak politisi sudah menyatakan diri maju dan telah mendaftar.
Ada Jeriko-Adinda, Jonas-Alo, Chris – Serena Georga-Walde dan Alex – Isakh.
Mereka semua cukup dikenal masyarakat Kota Kupang.
Seorang Ketua Partai mengajak masyarakat untuk tidak sekedar memilih pemimpin. Tapi pilih pemimpin yang tidak sombong. Pemimpin yang merakyat. Pemimpin yang mau bergaul dengan siapa saja.
“Pilih George Hadjoh. Dia
Birokrasi tulen. 38 tahun sebagai ASN. George Hadjoh rendah hati. Saat menjadi Pj. Wali Kota Kupang setiap hari menerima masyarakat di rumah jabatan. Dia ingin mendengar langsung suara mereka yang tak mampu bersuara. Kita berharap Georga Hadjoh menjadi walikota”, ujar Ketua DPW PKB provinsi NTT Aloysius Malo Ladi saat orasi politik di Bondy Coffe, sebelum pendaftaran di KPU Kota Kupang Kamis (29/8/24).
Tentang Balon Wakil Wali Kota Theodora Ewalde Taek ia mengatakan, Walde adalah kader tulen yang telah lama disiapkan Daniel Hurek.
“Walde Taek 2x anggota DPRD. Kader tulen dari bapa Dan Hurek. Berikan kesempatan untuk dia dan pak George majukan kota Kupang”, tambah dia.
Lebih jauh anggota DPRD Provinsi itu menegaskan, dari sisi kepentingan ada yang menjaga kebijakan pemerintah.
“Jika paket ini menang kebijakan mereka pasti diamankan. Karena PKB punya 5 kursi. Nasdem 5 kursi. Dari sisi politik sangat kuat”, ujar Alo.
Ketua Tim pemenangan paket Gacor Yuvens Tukung mengatakan, George Hadjoh sedang dibutuhkan untuk membawa Kota Kupang ke arah lebih baik.
“Dia tidak punya apa. Tapi kebaikannya tidak defisit. kebaik hatinya tdk kekurangan. Kita sedang butuh pemimpin seperti ini”, ucap Tukung.
Kepemimpinan George Hadjoh menjadi lengkap ketika didukung oleh wakil Wali Kota yang prinsipil.
“Komposisi pemerintah yang kuat segera dihadirkan. Kita tidak sedang cari kekuasaan”, ujar Anggota DPRD 2 periode itu.
Sementara itu George Hadjoh mengatakan, jika ia dan Walde Taek dipercaya memimpin kota Kupang ada berbagai program yang disiapkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kesejahteraan ASN dan PTT akan kami perhatikan karena mereka ujung tombak pembangunan. Penggerak”, kata dia.
“Kedepan pembabgunan kita berbasis RT. Kenapa ? Karena di situlah seluruh kepentingan rakyat terpenuhi. Insentif RT, RW, dan operasinal kelurahan akan kita tingkatkan”, tambah dia.
“Perekonomian lewat UMKM akan kita dorong sungguh-sungguh. Kita akan buat even-even reginal, nasional bahkan internasional. Kenapa ? Karena kota Kupang adalah ibukota provinsi. Kalo ibukota provinsi cara berpikir itu provinsi”, terang Mantan Kepala Biro Umum Setda provinsi NTT ini.
Ia mengatakan, kota Kupang membutuhkan orang-orang mau memberikan dirinya hidup bersama rakyat, ada bersama rakyat dan tetap bersama rakyat dalam segala kondisi.
Balon wakil Wali Kota Kupang Theodora Ewalde Taek mengatakan, jika Tuhan berkenan rakyat memilih, Gacor melanjutkan program pemerintah sebelumnya.
“Tentu dengan evaluasi-evaluasi. Kami tidak hanya copy paste. Misalnya Dana duka menjadi dana duka plus liang lahat juga ambulance. Selama ini hanya ada bantuan stimulan dana duka tanpa pikir liar lahat. Masyarakat mau tidak mau mengubur keluarganya yang meninggal di halaman rumah karena liang lahat mahal. Lalu Ambulance harus standby melayani di tempat duka”, ucap Walde Taek dalam sesi jumpa pers usai mendaftar di KPU kota Kupang Kamis (29/8/24).
Ia menambahkan, tidak hanya itu masih ada program lain yang menurut Gacoor perlu dihadirkan.
“Program Keluarga Harapan Daerah. Selama ini PKH hanya dari pusat. Kami akan lahirkan PKH Daerah. Program Padat karya daerah, untuk menjawab pengangguran. Selama ini hanya padat karya dari pusat”, terang dia.
Anggota DPRD 2 periode ini menegaskan, APBD yang tidak lebih dari 1,2 triliyun tidak bisa membiayai seluruh program pembangunan.
“Maka yang kita lakukan adalah meningkatkan pendapatan asli daerah (pad) untuk menjawab program-program pro rakyat”, ucap Walde disambut tepuk tangan masyatakat yang hadir di KPU Kota Kupang.
Ia menambahkan, selama 10 tahun menjadi anggota DPRD, Partai Kebangkitan Bangsa selalu menyuarakan soal pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan masyarakat dan pemuda serta perempuan.
“Kami selalu dorong pelatihan bagi kelompok usaha KUBE, dan juga pemberian peralatan. Ini akan kami tingkatkan jika Tuhan berkenan, kami memimpin kota Kupang”, terang dia.
“Di bidang pendidikan akan ada program “katong pi pulang sekolah gratis dan aman”, pungkas wanita asal Belu ini. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




