Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ditanya Soal Festival Budaya di TDM, Pj. Wali Kota: “Kegiatan ini Bagus”

Pj. Wali Kota Kupang Fahrenzy P. Funay menyampaikan sambutan pada pembukaan even budaya dan seni di kelurahan TDM Kamis (15/8/24).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Setiap tahun menjelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUTRI) pemerintah kota Kupang bersama masyarakat mengadakan even budaya.

Tahun ini even penting demi menjaga martabat daerah itu bertajuk “Cintai budaya lokal”.

 

“Kegiatan ini bagus. Sangat bagus. Hanya, keterlibatan masyarakat itu perlu, supaya mereka menikmati”, ujar Pj. Wali Kota Fahrenzy P. Funay usai membuka kegiatan even budaya dan seni kelurahan Tuak Daun Merah di halaman gereja Katolik TDM Kamis (15/8/24).

Menurut dia, kehadiran masyarakat dalam even itu juga bisa membangkitkan semangat menjaga budaya lokal.

 

“Masyarakat bisa menunjukkan mereka punya hoby. Kreasi”, ujar dia.

“Budaya macam-macam dari Sabang sampai Merauke. Makanya semua perlu dilibatkan untuk menunjukkan kepada kita bahwa, berbeda-beda tapi satu, Indonesia”, ucapnya sambil berlalu menuju mobil dinas yang telah menunggu.

Ia mengatakan, Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan penduduk multi kultural memiliki kekuatan tersendiri bagi perkembangan Kota Kupang.

Kota Kupang yang terdiri dari 6 kecamatan dan 51 kelurahan didiami oleh 466.632 jiwa, dari berbagai etnis/suku yaitu Suku Timor, Rote, Sabu, Flores, Sumba, Tionghoa dan sebagian kecil pendatang dari Bugis dan Jawa.

“Dengan berbagai etnis/suku yang ada di Kota Kupang yang memiliki adat istiadat dan budaya, maka Kota Kupang dapat dijadikan miniatur Provinsi Nusa Tenggara Timur”, tambah dia.

Menurut Fahrenzy, untuk tetap melestarikan adat dan budaya serta memajukan pariwisata Kota Kupang, maka diselenggarakan event budaya pada 51 Kelurahan di Kota Kupang dengan tema “CINTAI BUDAYA LOKAL”.

Ia menjelaskan, tujuan kegiatan festival budaya di tiap kelurahan adalah :

1. Melestarikan serta mempromosikan adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang,
2. Mengajak masyarakat untuk mencintai adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang

Ia menjelaskan, Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kota Kupang, khususnya kaum milenial untuk terus melestarikan dan mencintai budaya lokal, serta menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Kupang.

Lurah TDM Don Samon bersama peserta jalan santai Rabu (14/8/24).

Lurah TDM Don N. Samon mengatakan, kurangnya kehadiran masyarakat dalam acara pembukaan karena mereka baru saja mengikuti jalan santai yang dihelat pada Rabu (14/8/24).

“Seandainya pembukaannya berlangsung kemarin (Rabu-red) maka halaman gereja ini tidak bisa tampung, karena setelah pawai semua langsung berkumpul di sini”, kata dia.

 

“Pesertanya seluruh masyarakat, Sekolah-sekolah di kelurahan TDM semua hadir dalam kegiatan jalan santai itu”, tambah dia.

Ia menjelaskan, beberapa item lomba yang telah disiapkan panitia yakni
Lomba mewarnai, tarik tambang, lomba tarian budaya antar RT dan berbagai lomba lainya.

“Juara dapat piala, uang dan Sertifikat. Juga hadiah menarik dari sponsor”, terang Samon.

 

Lomba berlangsung dari tanggal 15-16 Agustus 2024.

 

Biaya yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan Koepan Festival ini sebesar Rp20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah) dari dinas Pariwisata kota Kupang dan sumbangan dari Ketua RT dan RW sebesar RP4.300.000,.

Turut hadir mendampingi Pj. Wali Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Plt. Camat Oebobo, Meilan Sibuea, S.STP, M.Si., Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Lurah TDM, Para Ketua RT/RW se-Kelurahan TDM, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama serta warga kelurahan TDM.

  • Bagikan