Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lewat Program Laismanekat, Disdukcapil Dekatkan Pelayanan Kebutuhan Dasar Warga

Kadis Dukcapil kabupaten Kupang Yulius Taklal saat beri ketrangan kepada media di gedung DPRD Senin (5/8/24).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – “Laismanekat, istilah masyarakat yang mudah dipahami. Kalo kita pakai bahasa tinggi masyarakat tidak mengerti. Yang kedua kenapa kita pilih kata itu karena mayoritas masyarakat kabupaten Kupang, atoinmeto. Program ini kita pilih untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat”.

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kupang Yulius Taklal kepada media di Oelamasi, Senin (5/8/24).

 

Menurut dia, program ini muncul sebagai inovasi dinas Dukcapil dalam memenuhi hak – hak dasar warga negara di Kabupaten Kupang.

“Semua dokumen KTP, KK KTA dan lain-lain kita proses di tempat dan kita serahkan di tempat”, jelas Taklal.

 

“Jadi masyarakat datang kita proses lalu diserahkan kita foto bersama sebagai dokumen, selesai. Tidak ada berkas yang kita bawa pulang”, terang dia.

 

Menurut dia, tahun ini Disdukcapil menargetkan 48 desa jadi sasaran pelayanan administrasi kependudukan.

 

“Sampai saat ini sudah 30. Masih 18 mudah-mudahan sebelum akhir tahun 18 desa kita masuk semua”, tambah Yulius.

Ia mengatakan, jika cara ini tidak dilakukan, maka pelayanan Adminduk hanya berjalan di tempat.

“Kalo kita tidak lakukan ini di kantor desa, tidak tidur di kantor desa sampai kapanpun masyarakat banyak yang tidak punya dokumen (adminduk-red). Kita sudah tidur di kantor desa saja, masyarakat yang datang ini bolak balik sampai ada yang jenuh. Saya bilang resiko kalo mau punya dokumen kependudukan seperti begini. Urus sendiri supaya rasakan diapun cape seperti apa. Ketika bapa mama dapat itu puas”, ujar dia.

 

“Ketika bapa mama dapat dokumen kependudukan itu valid. Kalo titip menitip di orang banyak data tidak valid”, terang dia.

“Nah itu yang mendorong saya dan teman-teman di dispenduk untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat”, tambah dia.

“Dan menurut cerita katanya banyak masyarakat yang terbantu. Contoh macam tahun lalu kami di desa Naikea Semau Selatan ada seorang oma umur 106 tahun. Tidak ada dokumen apa-apa. Kita bantu proses dokumen kependudukan. Lalu saya bilang ke Kepala desa komunikasi ke PLN supaya oma dapat meteran gratis. Dua minggu kemudian oma dapat meteran”, kata dia.

“Kita coba menyisir semua supaya merasakan hal yang sama. Karena akses dari Amfoang sampai Oelamasi, musim panas begini 400 ribu. Kalo 1000 orang berarti 400 juta. Lebih baik saya isi BBM di mobil dinas 700 ribu saya antar. Tahun lalu saya antar 1003 keping KTP ke Amfoang Utara, Amfoang Timur. Tahun ini tidak lagi karena proses di tempat. Tahun lalu kita rekam, kita bawa ke kantor baru distribusi lagi”, jelas Taklal.

Menurut dia, untuk mendukung program ini dirinya berkomunikasi dengan dirjen Adminduk untuk membantu blangko KTP.

Ditanya apakah adminduk seperti KTP langsung divalidasi Yulius mengatakan, semuanya langsung divalidasi karena petugas ada di tempat.

 

“Karena ketika operator melakukan perekaman langsung ketahuan oh NIK ini tidak valid. Itu diarahkan ke Administrator Data Base (ADB), dia lakukan validasi. Jadi semua dokumen yang keluar itu pasti valid. Jadi tim kita itu turun lengkap. Ada penerima berkas, operator SIAK 3 orang, operator KTP 2 orang, ADB 1 orang”, ujar dia.

Adakah target penyelesaian adminduk bagi warga kabupaten Kupang pak Kadis ? “Kalo target, bagi saya tidak ada target. Urus masyarakat itu dia situasional. Ada yang lahir, ada meninggal, pindah alamat. Tapi konsep saya, karena kita ada 160 desa dan 17 kekuarahan, maka tahun lalu,saya ada di 50 desa kelurahan, tahun ini 38 desa kelurahan, 2025 48 desa kelurahan, 2026 tinggal 31 desa kelurahan. 2027 kita pelayanan seperti biasa, tapi mungkin sekali turun gabung dua desa”, urainya.

Ada yang tanya, sampai kapan program ini berakhir pak Kadis ? “Saya bilang program ini berakhir jika saya pensiun, atau mutasi dan pejabat pengganti tidak melanjutkan. Ini sangat membantu”, terang dia.

Ia menjelaskan, selain orang sehat, pihaknya juga mengurus orang yang sakit jiwa.

“Kemarin di Amfoang saya urus dokumen orang gila dari kecil. Kita urus dokumen 3 orang dengan gangguan jiwa. Jumlahnya dari 1000 lebih sudah sekitar 30-40 persen kita urus”, kata dia.

“Jadi kami turun itu tidak membeda-bedakan. Saya bilang di teman-teman, jangan sampai kita pulang masyarakat tidak terlayani”, ujar dia.

Menurut dia, setelah upacara HUT RI pihaknya turun ke dua desa terpencil yang tidak bisa mengakses internet.

“Kami mau masuk di Fatumetan dan fatusuki. Itu dua daerah yang tidak ada sinyal”, kata dia.

Ia mengatakan, untuk mendukung proses pelayanan adminduk Dispenduk mendapat dukungan dari Dirjen.

“Saya dapat bantuan dari Dirjen Dukcapil internet Visat, langsung dengan satelit. Kami sudah uji coba di beberapa tempat dan itu luar biasa”, ucap dia.

“Mumpung sarana itu ada kita manfaatkan supaya ketika ditarik kembali, daerah blank spot kita sudah layani semua”, pungkas dia.

Dia berharap, masyarakat memanfaatkan pelayanan Adminduk saat petugas turun ke desa.

“Banyak masyarakat merasa tidak penting nanti butuh baru cari Dispenduk”, pungkas dia.

“Kami hadir dengan slogan, Dukcapil melalui program “Laismanekat”, terus bergerak, untuk menjangkau yang belum terlayani dan melayani yang belum terjangkau”.
(Sintus).

  • Bagikan