Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kupang Investmen Forum 2024, Forum Yang Ditunggu Investor

Penjabat Wali Kota Kupang Fahrenzy Funay memukul gong membuka kegiatan Kupang Investmen Forum 2024 Kamis (13/6/24).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, menggelar Kupang Investmen Forum 2024.

Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kamis (13/6/24).

Penjabat Wali Kota Kupang Fahrenzy P. Funay dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu mengatakan, forum ini sedang ditunggu-tunggu oleh pengusaha.

“Forum ini ditunggu pengusaha sampai sejauh mana pemerintah menyambut investasi”, ucap Funay.

Ia mengapresi dinas tersebut yang berpikir untuk melakukan kegiatan seperti ini.

“Saya berterimakasih kepada dinas ini. Saudara baru saya percayakan beberapa bulan tetapi saudara telah berinovasi. Saya berharap pemimpin pemimpin seperti ini”, ucap dia memuji Plt Kadis Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu Ronald Otta.

“Saya kemarin diundang Forum Pemerintah Kota untuk kegiatan di IKN. Wajah IKN itu luar biasa. Kalo kita tidak belajar maka kita akan tertinggal”, tambah dia.

 

“Kalo pikiranmu tidak dipersiapkan dari sekarang, bagaimama menata peluang investasi maka kita tertinggal. Pasti tertinggal”, tegas dia.

 

Ia tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada investor yang telah membuat wajah kota Kupang menjadi baik.

“Tanpa kontribusi saudara wajah kota ini tidak akan berubah”, ucap dia.

“Mari kita bergandengan tangan. Mari berpikir sama-sama. Bangun kota ini. Dalam kepemimpinan pak Jefri Riwu Kore, telah banyak perubahan. Wajah kota telah dibentuk. Kemarin saya dikasih vidio tron oleh pak Candra. Begitu masuk kota ada ucapan “selamat datang para tamu yang terhormat”, lalu muncul wajah wali kota. Wah keren. Terima kasih, kamu anak muda yang keren. Mulai dari hal kecil tapi menggetarkan. You are the best”, ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Plt. Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Wildrian Ronald Otta mengatakan, ada berbagai kendala soal investasi di kota Kupang.

“Sehingga kami berinisiatif membuat forum investasi untuk melihat berbagai hal yang mungkin bisa dikelola untuk menjadi pendapatan melaui proses investasi”, kata Otta.

Menurur dia, investasi harus mempunyai dua pemahaman mendasar yakni kepastian hukum dan akses informasi.

 

“Akses informasi akan kami lakukan lebih luas setelah mendapatkan kepastian hukum. Di luar aturan secara nasional, pemerintah kota Kupang juga harus mempersiapkan perda yang memungkinkan untuk mengatur hal-hal yang menyangkut kebijakan lokal. Yang kemudian dijadikan acuan yang mempermudah para investor melakukan investasi yang tidak melanggar aturan di atas (lebih tinggi-red). Begitu”, terang dia.

Ia menambahkan, pemerintah sudah melakukan pertemuan seperti ini namun hanya sebatas coffee morning.

 

“Kami melihat bahwa kegiatan waktu lalu tidak sampai pada satu output regulasi. Sehingga kami membuat kegiatan forum investasi dengan output kunci yaitu memberikan rekomendasi yang akan dimasukkan dalam ranperda yang sementara disiapkan”, terang dia.

 

Ia mengatakan, ekonomi dan ekologi tidak boleh menjadi paradox.

“Jadi keseimbangan antara investasi dan sustenability dari alam kita tidak boleh saling terganggu”, pungkas dia.

 

Kepala BPS kota Kupang Patris Tupen dalam pemaparan materinya mengatakan, hal kunci dalam pembangunan ekonomi adalah investasi.

 

“Karena investasi itu ibarat lokomotif dari sebuah bangunan ekonomi”, kata dia.

 

Ia berharap, pertemuan ini mengarah pada bagaimana regulasi mempermudah investasi maka akan menjadi daya dorong yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi kota Kupang.

“Terutama sektor modern. Karena sektor modern ini produktivitas lebih tinggi, dibandingkan sektor pertanian atau penggalian batu pasir.

 

Kabag Hukum Setda Kota Kupang Pauto Neno, SH mengatakan, banyak PAD yang hilang karena penerapan investasi menggunakan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari sebelumnya IMB.

 

Menurut dia, harus ada solusi dari permasalahan yang dialami pengusaha tanpa melanggar regulasi.

“Kita bicara untuk mendapatkan solusi terhadap berbagai masalah yang disampaikan dari arsitek dan pengusaha”, pungkas dia.

 

Ketua Kadin NTT Boby Liyanto mengatakan Investasi di NTT banyak tantangan.

“Perda harus mengatur kemudahan bagi investor.
Perijinan harus terpadu supaya orang urus IMB di dalam satu gedung. Kalo berurusan dengan dinas lain dinas itu harus ada di situ. Ini baru Mall Pelayanan Publik. Dia tidak boleh ke luar dan ke dinas lain. Seperti di Penang Malaysia semua urusan ijin dalam satu gedung tinggi. Gedung ini menginspirasi saya”, ujarnya merujuk pada gambar sebuah gedung dengan ratusan lantai. (Sintus).

  • Bagikan