KEFAMENANU, FLOBAMORA-SPOT – Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua (KA), RP. Vincentius Wun, S.VD memimpin perayaan ekaristi dalam rangka meresmikan dan memberkati gedung kapela santo (St.) Leo Agung Paismoen, Paroki Santo Yosep Manamas Keuskupan Atambua di Paismoen, Desa Humusu Sainiup, Minggu (12/5/2024).
Proses peresmian dan pemberkatan kapela diawali dengan upacara pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Pater Vikjen KA.
Pater Vikjen didampingi Wakil Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Drs. Eusebius Binsasi dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU, Hendrikus Bana disaksikan oleh seluruh umat.
Pater Vikjen dalam homilinya menegaskan, kapela adalah rumah doa dan rumah perubahan.
Untuk itu ia meminta kepada umat agar selalu mengingatkan seruan ini. Bahwa hanya dengan doa maka perubahan itu akan terjadi dalam seluruh dinamika kehidupan umat Allah. Karena di kapela tertakhta dengan Agung Yesus yang adalah sang juru selamat umat manusia.
“Jangan sampai kapela yang telah diberkati ini tidak dipergunakan sebagai tempat perjumpaan manusia dan Tuhan secara intim dan intens tetapi semakin menjauhkan umat dengan Tuhan secara komunal dan pribadi. Di kapela, Allah telah berdiam menanti manusia dengan penuh cinta kasih untuk mendapatkan rahmat belaskasih dan kekuatan hidup dalam menghadapi hiruk pikuk dunia ini”, jelas Pater Vinsent.
Pater menambahkan, rahmat iman yang telah diterima akan membuat manusia semakin kuat jika terus baharui dalam doa.
“Dalam iman kita yakin doa memiliki kekuatan dahsyat yang mampu mengubah manusia menjadi lebih baik. Dan hanya dengan doa pertolongan Tuhan tercurah dalam diri kita”, ucap dia.
Hal senada kembali dipertegas oleh Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi dalam sambutannya.
Eus mengungkapkan, impian dan kerinduan masyarakat desa Humusu Sainiup, Kecamatan Insana Utara untuk memiliki rumah doa parmanen kini terjawab.
“Harus umat Allah ketahui bahwa anggaran kapela ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kita salurkan melalui program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Masuk Desa (TMMD). Dan berkat kerja keras TNI dan masyarakat setempat, maka dalam jangka waktu yang sangat singkat kapela ini terselesaikan. Profisiat untuk TNI yang sudah membantu masyarakat di desa ini”, jelas Wakil Bupati.
Eus Binsasi menambahkan, hadirnya kapela yang parmanen ini harus membuat umat bersemangat untuk selalu menjadikan kapela ini sebagai rumah doa dan perubahan. Harus sadar betul bahwa rumah ini membuat orang berubah ketika keseringan orang datang dan menimba kekuatan.
“Sebagai umat beriman yang sejati harus selalu sadar bahwa kapela adalah rumah pertama dan utama kita, karena di sini kita hidup dan saling membagi kisah tentang suka dan duka hidup bersama sang pencipta, sedangkan rumah dimana kita tinggal adalah kebun kita. Karena disana kita kerja keras untuk bertahan hidup”, tegas mantan Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI itu.
Sebagai pemerintah, Wakil Bupati berharap agar umat mampu menyeimbangkan antara doa dan kerja.
“Tidak hanya berdoa tetapi juga harus kerja. Begitupun tidak hanya kerja terus – menerus tetapi harus berdoa juga. Artinya selalu berdoa dengan segenap hati, juga bekerja sekuat tenaga. Maka yakinlah Allah akan turut bekerja dan mampu mengubah hidup semakin menjadi baik dan benar”, pungkas dia.
(Beny Akoit/sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




