Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

HIV, Masalah Kita

Kontributor : Tim Editor: Redaksi
Para Pengelola Spa saat hadir dalam malam renungan suci peringatan hari AIDS Sedunia di aula Rujab Wawali Jumat malam (2/12/22).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Tahun ini KPAD Kota Kupang memperingati Hari AIDS Se-dunia pada 2 April. Momentum ini dimanfaatkan oleh lembaga yang mengurus khusus kasus HIV itu untuk merefleksikan berbagai hal. Ada renungan suci di bawah terang lilin yang dinyalakan beberapa orang. Jo seorang praktisi HIV membawakàn sebuah Narasi yang mengajak semua orang untuk membuka mata terhadap persoalan HIV. Karena dari hari ke hari kasus ini terus bertambah.

 

“Tahun ini naik tinggi. 111. HIV dan 11 AIDS. Total 122 kasus. Pencegahan virus ini harus dilakukan bersama, HIV Masalah kita”, ujar Sekretaris KPAD Kota Kupang pada acara renungan suci di aula Rujab Wawali Kupang Jumat (2/12/22).

 

Ia mengatakan, KPAD Kota tidak memperingati di jalan-jalan tetapi di ruang tertutup.

 

“Terimakasih teman-teman di Spa dan bar yang setia VCT. Dengan mengetahui virus lebih dini pengobatan akan lebih cepat”, ujarnya.

 

Ketua LSM Perjuangan Emu Lisnahan mengakui HIV dan AIDS masih membuat orang takut.

 

“Ketika keluarga sendiri terinveksi diperlakukan tidak manusiawi. Stigma dan cap buruk. Makanya ODHA selalu di kondisi terpuruk”, ujar pria yang yang tidak mau menutupi statusnya sebagai Pengidap HIV itu.

 

Emu menjelaskan, tahun 2012 dia mengetahui ada virus HIV di dalam tubuhnya. “Saya bersyukur selalu diurus istri dan anak. Sangat susah menjalani hidup dengan status HIV”, ungkapnya.

 

Menurut Staf Taruna Siaga Bencana (TAGANA) NTT itu, setelah bangkit dari keterpurukan ia lalu berpikir untuk mendirikan sebuah lembaga yang mewadahi teman-teman senasib.

 

“Saya minta yang masuk lembaga ini harus berani buka status”, ujarnya.

 

Ia menuturkan CD4-nya pernah drop tinggal 1.

 

“2013 test di RS Dharmais viruz dalam tubuh tidak terdeteksi alat. Artinya status kesehatan saya sama dengan bapa mama semua. Ini saya kasih tau supaya jangan takut ketika dekat dengan HIV”, ujarnya penuh percaya diri.

 

Jo, salah satu praktisi HIV mengatakan, para Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) butuh dukungan psiko sosial.

 

“Orang HIV selalu dibilang moral. Coba liat anak kecil datang dengan HIV kita tidak bisa bilang moralnya buruk”, ujarnya.

 

Jo mengatakan, sehari-hari pihaknya menjangkau Lelaki Seks dengan lelaki.

 

“Sangat tinggi kasusnya.
2022 sudah 68 kasus HIV dari kalangan LSL”, kata dia.

 

“LSL itu bukan gay. Gay gampang. LSL itu laki-laki yang ada istri dan suami juga (pasangan seksnya disebut istri meski sama-sama lelaki-red).

 

Lebih jauh ia menjelaskan, saat ini sudah ada anak SD seks dengan temannya (lelaki-perempuan-red).

 

“Itu data di Dinas Sosial. Saya tida bisa mencerna. Kalo Anak SMA, Mahasiawa sudah mengerti seks. Anak SD apa. Ini mungkin pengaruh HP ya. Di tiktok reels mungkin ada sehingga diikuti anak SD”, Pungkasnya.

  • Bagikan