KUPANG, FLOBAMORA-SPOT.COM – Muda, enerjik, cantik, seksi, putih, mulus. Itulah kesan pertama ketika bertemu seorang remaja jaman now, sebut saja namanya “Gadis”. Bagi saya pemandangan seperti itu biasa-biasa saja, karena sudah biasa bertemu orang dengan penampilan seperti itu. Di Kota dengan motto “KASIH” ini tidak susah mendapatkan cewek dengan body aduhAi, layaknya di kota – kota besar dengan kehidupan malamnya yang wah.
“Gadis”. Namanya saya samarkan. Ia baru 19 tahun. Masih “gila” dalam hal sex. Keinginannya untuk memiliki penampilan serba ada seolah tak terbendung. Ia ingin tampil seperti anak-anak dari keluarga kaya raya. Hasrat ini mambawanya ke dunia malam. Dunia abu-abu dengan segala kenikmatan duniawinya.
“Sudah 1 tahun beta (saya-red) terjun ke dunia malam”, ujarnya malu-malu (untung ada temannya Juven di samping jika tidak “Gadis” pasti tidak bisa bicara).
Media ini agak was-was jangan-jangan “Gadis” meninggalkan sesi wawancara sebelum selesai. Meski irit bicara, namun “Gadis” mau menjawab satu persatu pertanyaan yang dilontarkan.
“Kenapa terjun ke dunia malam Non ? Karena Pergaulan om. Ada kawan yang begitu, (suka menjajakan diri-red) ajak be bergabung”, ujarnya.
Media ini terus mengejar “Gadis” ingin sekali mengetahui mengapa “Gadis” begitu mudah mengikuti ajakan temannya. “ B dari keluarga Brokenhome. Orang tua cerai. Sementara tuntutan hidup semakin tinggi. Mau keluar dari situasi ini, sulit”, ucapnya tanpa rasa canggung kepada Wartawan dan Crue KPAD Kota yang mendatangi “kediamannya” di sebuah sudut kota pekan lalu.
“Gadis” seperti sangat menikmati dunia barunya. Tak peduli dengan resiko yang bakal ia hadapi.
Ketika ditanya “Gadis” tinggal di mana, ia menyebut Kelurahan S, lengkap dengan asal usul orangtua.
Dia meninggalkan keluarganya dan tinggal di bilangan K5 karena di sana ada teman seprofesinya. Mereka seperti dikoordinir oleh seseorang (open BO), namun ketika ditanya “Gadis” tidak mengakuinya.
“Kita Cari sendiri. Tidak ada yang koordinir”, ujarnya sambil tersenyum.
Lantas media apa yang dipakai untuk mencari Pelanggan “Gadis” ?
“Katong (kita-red) biasa lewat aplikasi michat. Buat status, kalo ada yang kontak kita komunikasi untuk sepakati tempat dan tarif. Berapa tarifnya ? katong biasa Longtime saja. 1 malam Rp.1.500. 000,- Bisa lebih”, kisahnya.
“Gadis” belum ada target kapan meninggalkan dunia hitam yang ia jalani saat ini. “Mau lepas agak susah. Tapi ketemu orang mau ajak nikah, mau, biar keluar dari dunia malam.
Ketika ditanya adakah rasa khawatirkah terhadap HIV ? “Katong selalu pakai Kondom. Tamu wajib Pake Kondom”, tegasnya.
Benarkah demikian, hanya “Gadis” dan tamunya yang tau.
Pada akhir bincang-bincang dengan Media ini dan Crue “Gadis” minta KPAD selalu mendampingi mereka terutama dalam hal pencegahan HIV.
“Katong minta Kondom dan kalo bisa ada Mobile VCT”, pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




