KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Peletakan batu pertama pembangunan TPI di pantai Panmuti desa Noelbaki telah dilaksanakan, di atas lahan yang diserahkan oleh keluarga mantan Bupati Kupang, Paul Lawa Rihi.
Namun di tengah proses tersebut, terdapat pihak yang berupaya menghalangi pembangunan dengan memasang pagar kawat di akses masuk menuju lokasi, baik dari arah jalan maupun dari sisi pantai.
Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Theo Rangga Rohi, yang dihubungi awak media terkait hal ini menegaskan, pihaknya selalu siaga di lokasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran pembangunan.
“Kepolisian hadir untuk melakukan pengamanan, apalagi ini adalah pembangunan daerah yang bertujuan memunculkan ekonomi baru di masyarakat. Kita pastikan keadaan tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Seluruh personel Polsek Kupang Tengah terus melakukan pemantauan secara berkala di area proyek.
“Semua anggota kami secara rutin memonitor kondisi di lokasi, sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana tanpa gangguan,” pungkas Ipda Rangga.
Bupati Kupang, Yosef Lede, menyampaikan, pembangunan TPI Noelbaki bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan membuka peluang ekonomi yang selama ini belum terjangkau.
“Kita tidak hanya membangun tempat pelelangan ikan, tetapi membangun pusat kehidupan ekonomi baru yang akan menggerakkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya menjawab awak media usai peletakan baru pertama pembangunan TPI di pantai Panmuti Jumat (16/10/26).
Ia menegaskan, masyarakat sekitar harus menjadi pelaku utama dalam perubahan ini, bukan sekadar penonton. Oleh karena itu, berbagai persiapan dilakukan agar warga siap memanfaatkan fasilitas yang akan tersedia nantinya.
“Selain pembangunan utama, akses jalan menuju lokasi juga akan ditata dan diperbaiki guna memperlancar mobilitas warga dan hasil produksi. Jalan musti dia jalur masuk dan keluar supaya tidak macet”, ucap dia.
Dengan diresmikannya fasilitas ini pada akhir tahun nanti, diharapkan muncul aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada kota Kupang. Kemandirian ekonomi lokal di Noelbaki diharapkan tumbuh pesat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup warga.
Yosef Lede gila kerja.
ADPRD NTT Nelson Matara mengatakan Yosef Lede sangat gila kerja.
“Pak Yos ini adalah Bupati yang gila kerja. Di tengah situasi keuangan negara yang terbatas, Bupati Kupang mampu memperoleh banyak anggaran berkat inisiatifnya sendiri. Kita akui dana Transfer ke Daerah memang sangat kecil,” ujar Nelson Matara.
Ia menambahkan, keberhasilan Bupati Yosef Lede memperoleh dukungan pembangunan tidak lepas dari jaringan dan pendekatan yang dibangun.
“Kelebihan inilah yang dimiliki Bupati Kupang. Begitulah kalo di jakarta ada, prabowo di Kabupaten Kupang ada Yos Lede. Kalo pake saku 4 pasti dapat uang. Itulah kelebihan orang politik ,” katanya memuji Yos Lede.
Ia menegaskan, pemimpin seperti Yos Lede sulit didapat. “Kedepan harus, lanjutkan perjuangan ini”, imbau dia.
Pertanian, peternakan dan perikanan tiga sektor kunci.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesakh Mbura, menegaskan, pertanian, peternakan, dan perikanan adalah tiga sektor utama yang akan menjadi fondasi kemandirian dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kupang ke depan.
“Selama beberapa hari ini, saya melihat langsung langkah Bupati Kupang yang fokus mengembangkan tiga sektor besar ini, yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan. Saya sangat yakin ketiganya akan membawa Kabupaten Kupang tumbuh besar dan mencapai kemandirian,” ujar Mesakh Mbura.
Ia menjelaskan, khusus di bidang perikanan, pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Noelbaki merupakan langkah yang sangat strategis. Selama ini warga harus menempuh perjalanan jauh ke Tablolong atau ke kota, sehingga kehadiran fasilitas baru ini akan memangkas jarak sekaligus melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.
“Bayangkan nanti, lapak-lapak mulai berdiri, sejak pukul tiga dini hari sudah ada aktivitas jual beli. Para nelayan langsung menjual hasil tangkapannya di sini, dan warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota. Ini akan membuka peluang usaha dan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Mesakh juga menyampaikan dukungannya terhadap gagasan Bupati membangun pasar bagi para petani, agar hasil pertanian mereka dapat dipasarkan langsung tanpa harus ke kota. Kendati demikian, ia mengaku sering mendapat kritikan saat menyuarakan gagasan pembangunan tersebut.
“Saya mendapat banyak serangan saat mendukung visi Bupati, namun itu justru membuat saya semakin berani. Jika serangan itu demi hal yang positif dan membawa manfaat bagi rakyat, maka kami di DPRD akan terus berdiri teguh mendukung langkah pembangunan ini,” tegasnya. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




