KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) El Tari Kupang dan Pemerintah Kota Kupang menjajaki kolaborasi pembinaan olahraga Modern Pentathlon Indonesia (MPI) bagi anak-anak sekolah di Kota Kupang.
Kerja sama tersebut diarahkan tidak hanya untuk membangun ketangkasan fisik, tetapi juga membentuk disiplin, konsentrasi, kerja sama, dan mental generasi muda.
Penjajakan itu dibicarakan dalam pertemuan Kepala Dinas Personel Lanud El Tari Kupang Kolonel ADM Burhanudin dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Rabu (9/9/2026).
Burhanudin mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pengembangan sumber daya manusia, khususnya anak-anak usia sekolah di Kota Kupang melalui kegiatan olahraga yang menggabungkan ketahanan fisik, keterampilan, strategi, dan konsentrasi.
Menurut dia, Modern Pentathlon merupakan salah satu cabang olahraga multidisiplin yang telah dipertandingkan pada tingkat nasional. Sejumlah atlet Nusa Tenggara Timur juga dinilai memiliki potensi dan mulai diperhitungkan dalam cabang olahraga tersebut.
“Ini dalam rangka percepatan kolaborasi ke depan, khususnya pengembangan sumber daya manusia anak-anak kita yang bersekolah di Kupang,” kata Burhanudin.
Ia mengatakan pembinaan dapat dimulai dari kelompok usia dini hingga jenjang sekolah menengah pertama. Bentuk kegiatan dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak sehingga olahraga tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter.
Modern Pentathlon menggabungkan sejumlah kemampuan olahraga, antara lain anggar, renang, lari, halang rintang, dan menembak laser. Masing-masing nomor memiliki fungsi berbeda dalam menguji kemampuan fisik dan mental atlet.
“Anggar, misalnya, menguji kecepatan refleks dan ketangkasan taktis. Renang mengukur kecepatan sekaligus daya tahan fisik. Sementara halang rintang membutuhkan kekuatan, kelincahan, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat”, ujar dia.
“Lari menguji stamina dan kapasitas fisik, sedangkan menembak laser membutuhkan konsentrasi, ketenangan, dan ketepatan di tengah kondisi fisik yang telah terkuras”, tambah Burhanudin.
Burhanudin mengatakan, konsep tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk pertandingan yang lebih sederhana sesuai kelompok umur. Dengan demikian, anak-anak tidak harus langsung mengikuti seluruh nomor, tetapi dapat diperkenalkan secara bertahap.
“Olahraga ini dapat dikembangkan sesuai kelompok usia. Harapannya, dari pembinaan sejak dini akan lahir atlet-atlet NTT yang mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Mengurangi ketergantungan pada gawai.
Selain mengejar prestasi, pembinaan olahraga tersebut diharapkan menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak-anak di tengah semakin kuatnya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan olahraga, kata Burhanudin, dapat menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi, bergerak, belajar bekerja sama, sekaligus mengembangkan kemampuan motorik.
“Kita ingin mengalihkan perhatian anak-anak yang sekarang lebih banyak ke gadget kepada kegiatan olahraga. Selain membentuk fisik, olahraga juga membantu perkembangan motorik mereka,” katanya.
Lanud El Tari, lanjut Burhanudin, sebagai bagian dari masyarakat NTT, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong pengembangan potensi generasi muda di daerah.
Pembinaan tersebut juga memiliki prospek strategis karena NTT dan Nusa Tenggara Barat akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Lanud El Tari Kupang direncanakan menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk kegiatan olahraga tersebut.
Karena itu, persiapan menurut Burhanudin tidak cukup hanya dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertandingan. Pembinaan atlet harus dimulai jauh sebelum penyelenggaraan PON.
“Kita berawal dari teman-teman usia dini. Kalau pembinaan ini berlanjut, mereka akan menjadi prospek ke depan,” ujarnya.
Ia bahkan berharap kontingen MPI NTT mampu menjadi salah satu kekuatan utama pada PON 2028.
“Ini salah satu venue PON 2028. Kita sebagai tuan rumah harus mempersiapkan betul. Saya targetkan MPI juara di PON 2028,” kata Burhanudin.
Pemkot dukung penjajakan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest Ludji menyambut baik gagasan tersebut. Menurut dia, pembinaan olahraga bagi anak sekolah dapat menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter.
Atas nama Pemerintah Kota Kupang, Ernest menyatakan dukungannya terhadap niat baik Lanud El Tari untuk membangun kolaborasi tersebut.
Ia mengatakan, gagasan itu akan segera disampaikan kepada pimpinan Pemerintah Kota Kupang, termasuk Wali Kota Kupang, agar dapat ditindaklanjuti melalui pembicaraan dan kerja sama yang lebih konkret.
“Ini niat baik yang harus kita dukung. Kami akan segera melaporkannya kepada pimpinan, sehingga penjajakan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti,” kata Ernest.
Menurut Ernest, kawasan TNI AU El Tari juga memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai lokasi pembinaan olahraga, tetapi pada masa mendatang dapat menjadi salah satu ruang rekreasi dan kegiatan masyarakat Kota Kupang, tentu dengan pengaturan dan kerja sama yang disepakati bersama.
Pertemuan tersebut juga menyinggung potensi sejarah yang terdapat di kawasan Lanud El Tari, termasuk bangunan hanggar kayu peninggalan masa Perang Dunia II yang hingga kini masih terpelihara.
Bangunan tersebut dinilai memiliki nilai sejarah penting dan dapat menjadi bagian dari jejak sejarah perkembangan Kota Kupang. Pemerintah daerah juga telah mencatat keberadaan bangunan tersebut dalam dokumen daerah sebagai bagian dari objek yang perlu mendapat perhatian dan pelestarian.
Bagi kedua pihak, pengembangan olahraga dan pelestarian sejarah tersebut dapat berjalan beriringan. Kawasan Lanud El Tari tidak hanya berpotensi menjadi tempat pembinaan atlet muda, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan sejarah yang dapat diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Dengan demikian, kolaborasi TNI AU dan Pemkot Kupang diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi berkembang menjadi program pembinaan berkelanjutan yang menghubungkan olahraga, pendidikan, karakter, dan pengenalan sejarah daerah kepada generasi muda.
Pertemuan dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Serlin Tiro, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Jonathan Sinlae, serta Kepala Seksi PTK Meri Kadiwano. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




