Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lambertus Laba Hurek, Praktisi Pendidikan Formal dan Nonformal serta Pegiat Koperasi, Telah Berpulang

ASN, Praktisi pendidikan Alm. Lambert Laba Hurek dalam beberapa moment saat masih hidup.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Kabar duka datang dari keluarga besar pendidikan, aparatur sipil negara, gerakan literasi, dan koperasi di Nusa Tenggara Timur.

Lambertus Laba Hurek, S.Pd., M.M., pendidik dan aparatur sipil negara yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pendidikan formal dan nonformal, literasi, serta koperasi, telah berpulang.

Lambertus meninggal dunia di salah satu rumah sakit swasta di Kota Kupang, Minggu (23/8/2026), setelah menjalani perawatan akibat penyakit lambung kronis.

Lambertus lahir di Mawa, Kabupaten Lembata, 22 Oktober 1960. Dalam perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara, ia mencapai pangkat Pembina, golongan ruang IV/a.
Ia berdomisili di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Pengabdian Lambertus tidak berhenti pada tugas kedinasan. Sejak 2005 hingga menjelang akhir hayatnya, ia aktif dalam pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pendidikan bagi Lambertus bukan semata-mata pekerjaan, melainkan ruang untuk terus memberi kesempatan belajar kepada masyarakat.
Kiprahnya juga menjangkau gerakan literasi. Sejak 2018, Lambertus terlibat dalam Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi NTT. Ia juga dipercaya sebagai instruktur dan narasumber dalam berbagai kegiatan pendidikan masyarakat.

Di luar pendidikan dan literasi, Lambertus aktif dalam gerakan koperasi. Ia menjadi anggota pengawas Koperasi SamiJaya pada 2012–2018. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Ketua Pengawas Koperasi SamiJaya pada 2019–2021 dan kembali mengemban tugas tersebut pada 2022–2024.

Kepercayaan terhadap dirinya berlanjut pada periode 2023–2025 ketika Lambertus kembali dipercaya sebagai Ketua Pengawas. Sejak 2025 hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Koperasi SamiJaya.

Dalam kepengurusan periode 2026–2030, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua I yang membidangi pendidikan.

Lambertus juga memiliki pengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan. Sejak 2016 hingga 2026, ia tercatat sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF).

Rentang pengabdian tersebut memperlihatkan perjalanan panjang seorang pendidik yang memilih untuk tetap bekerja di tengah masyarakat.

Setelah menjalankan tugas sebagai aparatur negara, ia terus menghidupkan kegiatan pendidikan nonformal, literasi, dan koperasi.
Bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya, kepergian Lambertus bukan hanya kehilangan seorang anggota keluarga, tetapi juga kehilangan sosok yang selama bertahun-tahun hadir dalam berbagai kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan.

Lambertus meninggalkan empat anak, tiga menantu, dan empat cucu. Keluarga besar, sahabat, rekan kerja, pendidik, pegiat literasi, insan koperasi, serta masyarakat yang pernah mengenal dan bekerja bersamanya turut merasakan kehilangan tersebut.

Jejak pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan pendidikan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Ia meninggalkan warisan bukan dalam bentuk benda, melainkan pengalaman, pengetahuan, dan kerja pelayanan yang telah diberikan selama puluhan tahun.

Selamat jalan, Lambertus Laba Hurek. Pengabdianmu dalam pendidikan, literasi, dan koperasi akan tetap dikenang oleh mereka yang pernah berjalan dan bekerja bersamamu.

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan. (goe).

  • Bagikan