Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Charles Ibrahim Dia, Pengabdi Senyap yang Menuntaskan Tugas hingga Hari Terakhir

Charles Ibrahim Dia, staf ASN dinas P&K Kota Kupang.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Di tengah budaya kerja yang kerap berubah seiring pergantian waktu, sosok Charles Ibrahim Dia, SH, hadir sebagai teladan tentang arti pengabdian yang dijalani dengan penuh tanggung jawab hingga akhir masa tugas.

Staf Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang itu resmi memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026.

Berdasarkan Surat Keputusan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Charles berhenti sebagai ASN sejak 13 Mei 2026 setelah mengabdi selama 22 tahun di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Namun menjelang akhir masa baktinya, Charles tetap menunjukkan dedikasi yang jarang ditemui.

Hingga Jumat (29/5/2026),
ia masih terlihat hadir di kantor dan menjalankan tugas seperti biasa, termasuk menandatangani daftar hadir ASN.

Bagi Charles, pengabdian bukan sekadar soal status atau jabatan, melainkan tanggung jawab moral yang harus diselesaikan dengan baik.

“Saya mau menyelesaikan pengabdian dengan baik dan sempurna. Saya juga mau memberikan contoh kepada adik-adik ASN yang masih aktif agar bekerja secara profesional dan melayani masyarakat Kota Kupang dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya saat ditemui penulis di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Sikap sederhana namun penuh komitmen itu meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan kerjanya.

Di mata mereka, Charles dikenal sebagai pribadi yang tenang, rendah hati, dan tidak banyak bicara, tetapi selalu menyelesaikan setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Rekan kerjanya, Aram Kolifai, menilai Charles sebagai figur yang mudah bergaul dan memiliki etos kerja yang patut dicontoh oleh generasi ASN yang lebih muda.

“Pak Charles itu rekan kerja yang tenang dan sederhana, tetapi selalu menyelesaikan semua tanggung jawab dengan baik. Beliau juga mudah bergaul dengan siapa saja. Keteladanan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja dengan baik,” kata Aram.

Hal senada disampaikan Doni Salmon. Menurut dia, Charles bukan hanya sekadar rekan kerja, tetapi juga sosok orang tua bagi pegawai-pegawai muda di lingkungan kantor tersebut.

“Bapak Charles bukan hanya rekan kerja, tetapi juga orang tua bagi kami yang junior. Banyak keteladanan yang beliau tinggalkan dan akan kami ingat serta lanjutkan dalam melayani masyarakat,” ujar Doni.

Pengabdian Charles Ibrahim Dia mungkin akan berakhir secara administratif pada awal Juni mendatang.

Namun nilai-nilai disiplin, kesederhanaan, dan tanggung jawab yang ia tunjukkan selama puluhan tahun diyakini akan tetap hidup dan menjadi warisan moral bagi rekan-rekannya di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. (goe).

  • Bagikan