Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Atap Calon Kapela Pembantu Santo Paulus Bello Segera Dibangun

Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Ketua Stasi St Agustinus Bello, para ketua KUB dan Ketua Wilayah mengikuti penjelasan calon kontraktor yang akan mengerjakan atap kapela Rabu (27/5/2026).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pembangunan Calon Kapela Pembantu Santo Paulus Bello, bagian dari Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, terus menunjukkan perkembangan.

Setelah seluruh rangka konstruksi dasar rampung dikerjakan, pembangunan rangka keseluruhan atap dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2026 mendatang.

Rencana lanjutan pembangunan tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di aula Kapela Induk Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Rabu (27/5/2026).

Pertemuan itu dihadiri Pastor Paroki Kolhua RD Longginus Bone, pengurus Stasi Induk Santo Agustinus Bello, para ketua wilayah, serta ketua kelompok umat basis (KUB).

Dalam kesempatan tersebut, tim teknis sekaligus kontraktor asal Jawa mas Suprianto yang dipercayakan menangani pekerjaan pembangunan atap memaparkan rencana teknis pelaksanaan pekerjaan di hadapan para tokoh umat.

Dalam pola kerja yang disepakati, seluruh kebutuhan material bangunan akan disiapkan oleh pihak penyedia pekerjaan dalam hal ini gereja bersama umat Kapela Santo Agustinus Bello untuk mendukung pembangunan kapela pembantu yang menggunakan nama pelindung Santo Paulus Bello.
Sementara itu, pengerjaan fisik akan dilaksanakan oleh pihak penyedia jasa, yakni mas Suprianto dan mas Aldinata.

Pastor Paroki Kolhua RD Longginus Bone mengatakan, selama hampir empat bulan terakhir tim teknis Kapela Bello telah melakukan berbagai persiapan secara matang terkait rencana pekerjaan tersebut.

Menurutnya, kepercayaan diberikan kepada Suprianto karena tim teknis meyakini kemampuan dan pengalaman yang dimiliki dalam menangani pekerjaan dimaksud.

“Kami percaya tim Pak Supri mampu mengerjakan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai harapan bersama,” ujar Pastor yang akrab disapa Romo Dus Bone.

Ia berharap proses pekerjaan dapat segera dimulai setelah dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama yang mengatur tentang penyedia jasa pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Sementara itu, Suprianto selaku penyedia jasa pekerjaan menegaskan pihaknya akan bekerja secara profesional sesuai isi perjanjian kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati bersama.

“Kami akan bekerja secara profesional sesuai isi perjanjian kerja sama atau sesuai MoU, serta mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan, termasuk keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Suprianto.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah harus dikerjakan secara serius dan penuh tanggung jawab agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas serta dapat digunakan umat dalam jangka panjang.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan gereja kepada pihak penyedia jasa akan dijawab melalui hasil pekerjaan yang baik, terutama pada aspek kekuatan konstruksi, kualitas material, dan ketepatan penyelesaian pekerjaan.

Hal senada disampaikan Ketua KUB Santa Maria Virgo Johni Manehat, yang berharap pihak pelaksana memberikan jaminan mutu terhadap seluruh proses pembangunan, mulai dari kualitas material, kekuatan bangunan, hingga tahap akhir penyelesaian pekerjaan.

Ia menilai pembangunan kapela bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan pelayanan bagi umat.

Kualitas pekerjaan harus benar-benar diperhatikan agar bangunan dapat bertahan lama serta memberi rasa aman dan nyaman bagi umat yang menggunakannya. (goe).

  • Bagikan