Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kupang Sambut Inisiatif The Bridge, Dorong Ruang Aman dan Pemulihan bagi Pelajar

Plt. Kadis PK Kota Kupang Ernest Ludji bersama rombongan komunitas The Bridge dalam sebuah diskusi.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Komunitas The Bridge memaparkan visi serta program pencegahan dan pemulihan masalah remaja kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji.

Hal itu disampaikan dalam audiensi di kantor dinas setempat, Kamis (26/2/2026).
Pemerintah kota menyambut baik inisiatif tersebut dan mendorong implementasi awal di sekolah negeri di Kupang.

Audiensi dihadiri perwakilan The Bridge, yakni Christy Renata, dr. Valerio Homalessy, dan Viell Hermanto.

Dalam pemaparannya, The Bridge menegaskan komitmen menjadi ruang aman yang nyata bagi pelajar tingkat SMP dan SMA, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan proses berkelanjutan menuju pemulihan dan perubahan.

Ketua The Bridge, dr. Valerio Homalessy, menegaskan, pendekatan komunitas difokuskan pada pendampingan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

“Kami ingin menghadirkan ruang aman yang tidak menghakimi, tempat pelajar bisa didengar, dipulihkan, dan dibangun kembali kepercayaan dirinya. The Bridge hadir sebagai jembatan antara pengalaman traumatis dan masa depan yang lebih sehat bagi generasi muda di Kota Kupang,” ujarnya.
Ia menambahkan, intervensi dini melalui edukasi, pendampingan, dan pembinaan karakter diharapkan mampu mencegah dampak sosial yang lebih luas di kemudian hari.

The Bridge memperkenalkan diri sebagai komunitas anak muda yang berfokus pada pencegahan dan penanganan masalah remaja melalui edukasi dan pendampingan, serta pembinaan iman.

Gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya persoalan yang melibatkan pelajar, seperti HIV/AIDS, praktik prostitusi pada usia sekolah, serta kekerasan dan pelecehan seksual.

Komunitas tersebut menilai kebutuhan akan ruang aman yang profesional dan suportif menjadi semakin mendesak.

Program kerja yang disampaikan mencakup tiga pilar utama.
Pertama, kegiatan tahunan “Paskah Pelajar” yang menargetkan siswa SMP dan SMA se-Kota Kupang dan direncanakan berlangsung pada 16 April di auditorium Universitas Nusa Cendana.

Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran diri, identitas positif, serta jejaring komunitas sehat di kalangan pelajar.

Kedua, program edukasi berbasis sekolah yang meliputi seminar HIV/AIDS dan infeksi menular seksual, edukasi kesehatan mental, seminar bagi orang tua. Serta pendampingan bagi guru sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Ketiga, layanan pendampingan bagi pelajar terdampak kekerasan atau trauma melalui kolaborasi konselor, psikolog, tenaga medis, pendidik. Dan rohaniawan dengan fokus pada pemulihan psikososial serta penguatan identitas diri pelajar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut dan menilai kolaborasi antara komunitas dan sekolah sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan sosial remaja.

“Pemerintah Kota Kupang menyambut baik inisiatif The Bridge. Pendekatan kolaboratif seperti ini penting untuk menghadirkan respons pendidikan yang nyata, sistematis, dan berkelanjutan terhadap persoalan remaja. Kami mendorong agar implementasi program dimulai dari sekolah negeri, kemudian dievaluasi untuk pengembangan lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, fenomena keterlibatan pelajar dalam berbagai isu sosial memerlukan intervensi yang terstruktur. Dan berlangsung dalam jangka panjang agar memberikan dampak nyata bagi perkembangan generasi muda.

The Bridge menargetkan Kota Kupang sebagai wilayah awal pelayanan dengan visi pengembangan ke seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan diharapkan menjadi fondasi bagi upaya pencegahan dan pemulihan remaja secara lebih luas di masa mendatang. (goe).

  • Bagikan