OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Kupang melaksanakan kunjungan lapangan dan monitoring kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/02/2026) pagi.
Kunjungan tersebut dipusatkan di Posyandu Desa Kiuoni yang menjadi salah satu lokus dengan prevalensi stunting tinggi di wilayah Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kunjungan dilakukan dalam rangka penguatan koordinasi lintas sektor percepatan pencegahan stunting.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka stunting di Kecamatan Fatuleu.
Berdasarkan data terbaru, dari total 2.116 sasaran balita, sebanyak 1.833 balita telah diukur dan tercatat 534 anak mengalami stunting.
Sementara di Desa Kiuoni, dari 71 sasaran balita, 67 telah diperiksa dan 35 anak di antaranya masuk kategori stunting.
“Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Desa Kiuoni bahkan menyumbang terbesar kasus stunting di Kecamatan Fatuleu. Karena itu, hari ini saya turun langsung bersama tim lengkap untuk melihat kondisi riil di lapangan dan menggali akar permasalahan yang sebenarnya,” tegas Wakil Bupati.
Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan rutin ke posyandu.
Ia mendorong kader posyandu untuk lebih proaktif melakukan pendekatan jemput bola, termasuk kunjungan dari rumah ke rumah apabila diperlukan.
Sementara itu, Kepala Desa Kiuoni, Dedi G. Suan, menyampaikan, salah satu kendala utama dalam penanganan stunting di desanya adalah keterbatasan infrastruktur jalan yang kurang memadai.
“Kendala jalan sungai yang beberapa kami lewati memang cukup besar, sehingga banyak ibu hamil yang melahirkan di rumah. Sehingga tadi saya dengar memang angka stunting yang ada di Desa Kiuoni terlalu banyak Dan itu kendala-kendala kami yang ada di desa.”. Jelasnya.
Kegiatan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan intervensi terintegrasi, baik melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi gizi kepada orang tua, penguatan peran kader posyandu, maupun perbaikan akses infrastruktur pendukung pelayanan kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan intervensi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus di wilayah Kabupaten Kupang.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyety Ngatriany, Kasat PolPP Kabupaten Kupang Aprion Jonas Lona. Camat Fatuleu Abdi Ida Setia Waty Rohi, Kepala Puskesmas Camplong Julita Violeta Manu, dan Kepala Desa Kiuoni Dedi Gustaman Suan. (Cstn).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.



