Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tokoh Umat Desak SVD dan Keuskupan Perkuat Publikasi dan Katekese

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Sejumlah tokoh umat dan penggiat devosi Mgr Gabriel Manek, SVD, menyoroti minimnya sosialisasi tentang status Hamba Allah yang telah dianugerahkan Vatikan kepada Mgr Gabriel Manek, SVD tersebut.

Meski pengakuan itu menjadi langkah penting dalam proses menuju beatifikasi dan kanonisasi, namun gaungnya dinilai belum terasa, baik di tingkat keuskupan maupun di internal Kongregasi SVD.

Marianus Djelamu, salah satu pemerhati sejarah Gereja di NTT, mengkritisi lemahnya dukungan moril serta kurangnya publikasi resmi mengenai tahapan proses tersebut.

Menurutnya, banyak umat, bahkan kalangan religius, belum memahami makna serta konsekuensi dari gelar “Hamba Allah”, termasuk kontribusi besar Mgr Gabriel Manek sebagai misionaris, uskup, dan pendiri tarekat Suster PRR.

Ia menilai penyebaran informasi yang terbatas membuat figur Mgr Manek kurang dikenal generasi muda Gereja, padahal ia merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah misi Katolik di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dorongan agar sosialisasi diperkuat juga datang dari berbagai pihak. Wilem Foni, penggiat komunitas doa, meminta pelatihan dan pendampingan bagi umat yang ingin bergabung dalam komunitas doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM), sehingga dukungan rohani bagi proses beatifikasi dapat berjalan terstruktur.

Stanis Tefa menambahkan, komunikasi antara pengurus SMGM dan paroki-paroki perlu ditingkatkan. “Pelibatan umat sangat penting agar dukungan doa bagi Hamba Allah menjadi gerakan bersama, bukan hanya lingkup internal SMGM maupun komunitas Susteran PRR,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum SMGM, Loeky Tjoa, mengajak semua pendukung, baik anggota SMGM maupun umat umum, untuk terus mendoakan kelancaran proses beatifikasi.

Ia menegaskan, devosi kepada Mgr. Gabriel Manek harus tercermin melalui komitmen melayani orang kecil sebagaimana teladan hidup yang diwariskan Mgr. Gabriel.

“Doa dan kesaksian hidup adalah cara terbaik untuk meneruskan visi dan misi Mgr. Gabriel Manek. Beliau melayani tanpa syarat. Kita pun dipanggil untuk melakukan hal yang sama,” tegas Loeky.

Semua pernyataan parabnarasumber ini mengemuka dalam pertemuan internal komunitas doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) saat pertemuan bersama di Aula Paroki Santo Fransiskus dari Asissi Kolhua Selasa sore, (02/12-2025) yang penuh kekeluargaan.

Meningkatnya perhatian umat ini diharapkan mendorong keuskupan, Kongregasi SVD, serta lembaga pendidikan Katolik untuk segera mengambil langkah sistematis melalui publikasi sejarah, katekese umat, dokumentasi, hingga kegiatan ziarah rohani, agar figur Mgr Gabriel Manek kembali dikenal sebagai teladan iman dan pelayan Gereja yang berintegritas.

Semua rangkaian acara diakhiri dengan penyematan pin SMGM kepada tiga orang anggota baru yang dilakukan langsung oleh ketua umum SMGM Fransiskus Loeky Tjoa.
(goe).

  • Bagikan