OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Aneka lomba digelar menjelang perayaan HUT DWP ke-26 Kabupaten Kupang.
Ada lomba Menyanyi Solo DWP Idol dan Peragaan Busana Adat, di lobi lantai 2 Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.
Lomba Menyanyi Solo DWP Idol diikuti oleh para anggota Dharma Wanita Kabupaten Kupang, sedangkan Peragaan Busana Adat diikuti oleh para Pimpinan Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, para suami dari Anggota DWP Kabupaten Kupang.
Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Pemerintah memberi apresiasi setinggi – tingginya kepada Dharma Wanita Persatuan atas kreativitas dan inovasi yang dihadirkan.
Dia melanjutkan, tahun ini menjadi momen istimewa dengan terselenggaranya dua lomba tersebut. Ini sebagai bukti bahwa DWP mampu menghadirkan kegiatan yang inspiratif, inklusif. Serta memberi ruang bagi pengembangan talenta dan pelestarian budaya daerah.
“Perayaan HUT ke- 26 DWP bukan sekadar agenda tahunan, tapi merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran DWP sebagai mitra strategis Pemerintah. Selama ini DWP telah berkontribusi besar dalam pembinaan keluarga ASN, peningkatan kapasitas perempuan, serta mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Daerah melalui program – program yang relevan dan berkelanjutan”, ujar Aurum Titu Eki Aurum Titu Eki, Kamis (20/11).
Aurum Titu Eki melanjutkan, melalui Lomba Menyanyi Solo DWP Idol, DWP memberi ruang yang luas bagi para anggotanya untuk mengexpresikan diri, mengembangkan kreativitas, mengasah bakat seni, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Dia menambahkan, lomba tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bentuk pemberdayaan yang mendorong perempuan untuk berani tampil, berkarya, dan berprestasi.
“Lomba Peragaan Busana Adat Daerah NTT bagi bapak–bapak menghadirkan suasana baru yang unik, kreatif,dan penuh daya tarik. Partisipasi para bapak dalam mengenakan busana adat menunjukkan bahwa pelesatarian budaya bukan hanya menjadi tugas perempuan, melainkan tanggung jawab seluruh masyrakat NTT. Melalui peragaan busana adat, kita tidak hanya menonjolkan keindahan kain dan motif tenun, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang menjadi kebanggaan bersama. Setiap helai tenun dan setiap busana adat mengandung filosofi, sejarah, serta nilai – nilai leluhur yang wajib kita lestarikan”, jelas Aurum Titu Eki.
Ketua DWP Kabupaten Kupang, Maria Babanong, mengatakan, tema HUT DWP tahun ini bukan sekedar kalimat seremoni, melainkan seruan bagi para perempuan hebat dan istri ASN. Hal ini untuk menyadari kembali peran besar yang Tuhan titipkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan Bangsa.
“Atas nama Pengurus DWP Kabupaten Kupang kami mengucapkan terimakasi kepada Bupati Kupang, Wakil Bupati Kupang, dan Sekda Kabupaten Kupang, atas dukungan yang luar biasa bagi seluruh kegiatan DWP Kabupaten Kupang. Saya juga menyampaikan ucapan terimakasi yang tulus kepada suami–suami tercinta para pimpinan OPD, yang dengan penuh semangat ikut berpartisipasi dan mendorong suksesnya kegiatan hari ini”, ujar Istri Sekda Kabupaten Kupang tersebut.
Adapun DPW Kabupaten Kupang menghadirkan juri professional untuk menilai kedua lomba tersebut yaitu, Pendeta Emr. Hengky Abineno, Relin Yosi Huka, Sari Dewi Sibulo, Andre Seran, dan Harlini Ludji.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, dan seluruh pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang. Mereka sangat antusias menonton para pimpinannya berlenggak – lenggok di atas panggung peragaan busana. (Tery).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




