KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Kota Kupang yang digelar di halaman Balai Kota, Senin (10/11/2025), berlangsung khidmat.
Seluruh pejabat, PNS, dan PPPK lingkup Pemerintah Kota Kupang hadir mengikuti rangkaian upacara dengan tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, yang bertindak sebagai pembina upacara, dalam amanatnya menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi etika dan tanggung jawab aparatur negara.
Ia merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 serta aturan disiplin yang diperkuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94. Isinya, pelanggaran disiplin dapat diproses dan berujung pada pemberhentian.
“ASN hari ini sangat mudah diproses untuk pemecatan apabila lalai dalam tugas. Karena itu, disiplin jangan dianggap hal sepele. Ini menyangkut martabat lembaga dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jefri.
Ia menegaskan, upacara dan apel bukan sekadar seremonial yang diulang setiap minggu, tetapi ruang untuk menyegarkan integritas dan profesionalitas aparatur pemerintah.
Menurutnya, menjadi ASN bukan hanya bekerja sesuai jam, tetapi memahami bahwa tanggung jawab publik melekat pada diri setiap pegawai.
Jefri juga meminta setiap pimpinan perangkat daerah hingga ke tingkat kelurahan untuk memastikan absensi kehadiran dan pelaporan kinerja dilakukan secara berkala. Evaluasi akan dilakukan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, termasuk tindak lanjut bagi pegawai yang abai.
“Jika masih ada yang bermain-main dengan disiplin, baik dalam kehadiran maupun pelaksanaan tugas, maka ia telah mengabaikan amanah negara,” ucapnya.
Ia menambahkan, keteladanan para pahlawan bukan hanya dikenang melalui slogan dan seremoni, tetapi diwujudkan dalam sikap kerja sehari-hari yang jujur, tertib, dan bertanggung jawab.
“Kita memikul tugas untuk melayani rakyat dan menjaga kehormatan negara. Jangan remehkan tugas ini. Api nilai perjuangan para pahlawan harus kita jaga melalui kinerja kita hari ini,” tegasnya.
Suasana hening menyelimuti halaman Balai Kota, seolah mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan yang tidak sedikit.
Upacara ditutup dengan pengheningan cipta dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




