KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Empat hari pasca serangan anjing liar yang melukai sejumlah warga di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, suasana was-was masih menyelimuti warga. Khususnya yang bermukim di RT 007. Sebab, hingga Kamis (23/10/2025) sore, belum diketahui ke mana perginya anjing misterius yang telah menyerang tujuh warga di kawasan tersebut.
Sore itu, tim media ini berkesempatan mengunjungi rumah beberapa korban untuk melihat kondisi mereka terkini.
Korban pertama yang ditemui, Aurelius Mangi Uly (36), tampak duduk di kursi sofa lusuh di ruang tamu rumahnya di RT 007/RW 003.
Di tangan kanannya, ia masih memegang tongkat kayu yang digunakannya untuk berjalan dan berdiri.
Dengan wajah lelah, Aurelius menuturkan luka bekas gigitan pada kaki kanannya masih terasa nyeri.
“Masih sakit, apalagi kalau banyak bergerak masi keluar darah dari luka bekas gigitan dan kalau malam terasa sekali,” ujarnya.
Luka di atas mata kaki kanan itu dijahit sebanyak lima kali akibat gigitan anjing liar yang menyerangnya Minggu (19/10/2025) pagi.
Menurut keterangan warga, anjing yang menyerang itu memiliki ciri tubuh pendek dan berbulu hitam pekat. Namun hingga kini, belum ada warga yang mengaku memiliki anjing dengan ciri tersebut, dan hewan itu seolah lenyap begitu saja setelah melakukan serangan.
Korban lain, Oma Maria Bire Doko (64), juga masih berjuang memulihkan diri dari luka gigitan di tangan kanannya.
“Sudah dijahit tujuh kali dan Puji Tuhan setelah kontrol Rabu kemarin hari ini sudah bisa digerakkan meskipun masi terasa sakit,” katanya saat ditemui di rumahnya RT 004/RW 002 Bello Kamis sore.
Aktivitas sehari-harinya kini terbatas karena luka yang belum pulih.
Meskipun demikian keduanya baik Oma Bire Doko maupun Aurelius Rabu kemarin sudah mendapat perawatan dua kali dari tim medis.
Sementara itu, tiga korban lainnya, Stifen, Servanda, dan Nehemia, mulai berangsur pulih dan sudah bisa kembali beraktivitas.
Adapun dua korban lain, Mikael Koro dan Rhido, tidak mengalami luka serius meski pakaian mereka robek akibat gigitan hewan tersebut.
Warga Bello khususnya warga yang bermukim di RT 007/RW 003 kini memilih lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari.
Sejumlah warga juga melapor kepada pihak kelurahan dan aparat keamanan agar dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi serangan lanjutan.
Hingga Kamis sore, keberadaan anjing misterius itu masih menjadi tanda tanya besar. Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah agar tidak terjadi korban berikutnya. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




