Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Kupang Gencar Lakukan Vaksinasi Rabies, Sudah Menyasar 16.371

Petugas dari Dinas Peternakan sedang melakukan vaksinasi rabies terhadap anjing milik warga Bello akota Kupang.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Pemerintah Kota Kupang bersama Dinas Peternakan Provinsi NTT gencar melakukan vaksinasi rabies guna melindungi masyarakat dan hewan peliharaan dari ancaman penyakit mematikan itu.

Tim gabungan turun langsung ke RT 006 dan RT 007/RW 003, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa. Sebanyak 54 ekor anjing peliharaan warga berhasil divaksin Sabtu (4/20/25).

Dokter hewan Nita Ninef dari Dinas Peternakan Provinsi NTT menjelaskan, vaksinasi rabies hanya diberikan kepada anjing sehat dan sangat penting untuk memutus mata rantai penularan.

“Vaksin rabies bukan hanya melindungi anjing dari penyakit, tetapi juga mencegah penyebaran ke manusia dan hewan lain. Dengan vaksinasi, anjing bisa hidup sehat dan sejahtera, termasuk pemiliknya yang ikut terlindungi,” tegasnya.

Menurut dia, vaksin bekerja dengan merangsang tubuh anjing menghasilkan antibodi untuk melawan virus bila suatu saat terpapar.

Hingga 3 Oktober 2025, total 16.371 ekor anjing di Kota Kupang sudah mendapat vaksin sejak program dimulai pada 11 September. “Ada 14 tim yang bergerak di Kota Kupang, masing-masing bertugas di 3 sampai 4 kelurahan,” tambahnya.

Respon positif datang dari warga. Yohan Muda, yang membawa tiga ekor anjingnya, mengaku terbantu dengan program ini.

“Kami merasa aman karena hewan peliharaan terlindungi. Lingkungan pun lebih sehat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ibu Asral Wiliam Hiko. Ia bersyukur karena vaksinasi ini melindungi hewan sekaligus keluarga dari ancaman rabies.

Langkah pemerintah tepat. 

Ketua RT 007, Abrahan Anton Lopo, yang juga ikut memvaksin tiga anjing peliharaannya menilai, langkah pemerintah tepat dan bermanfaat.

“Pemerintah hadir memberi kepastian kesehatan hewan peliharaan warga. Ini bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selain drh Nita Ninef, kegiatan ini juga melibatkan Yapi Sanu dari Dinas Peternakan Provinsi NTT serta Erwin dari Dinas Pertanian Kota Kupang.

Kolaborasi lintas lembaga ini memperlihatkan, penanggulangan rabies bukan hanya tanggung jawab pemilik hewan, melainkan kerja bersama seluruh pihak.

Data Dinas Peternakan NTT menyebutkan, kasus gigitan anjing masih menjadi perhatian serius di sejumlah daerah. Oleh karena itu, vaksinasi massal terus digelar guna menekan risiko penularan rabies yang bisa berakibat fatal pada manusia.

Warga juga diimbau agar aktif membawa anjing ke lokasi vaksinasi serta memastikan hewan dalam keadaan terikat saat petugas bekerja.

Dengan langkah kolektif ini, pemerintah berharap rabies dapat ditekan sehingga masyarakat Kota Kupang dapat hidup lebih aman bersama hewan peliharaannya. (goe).

  • Bagikan