Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pater Frans Betekeneng SVD Pamitan dengan Keluarga di Kupang Sebelum Kembali ke Argentina

Suasana acara makan malam bersama P. Frans bersama keluarga Betekeneng di Kupang sebelum kembali ke Argentina.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti jamuan makan malam keluarga besar Pater Frans Betekeneng, SVD, Selasa (9/9) malam di Kupang.
Imam Katolik asal Ileape Lembata itu menyempatkan diri bertemu keluarga sebelum kembali melanjutkan karya perutusannya di Argentina, Rabu (10/9).

Sejak 25 tahun terakhir, Pater Frans mengabdikan hidupnya sebagai misionaris di Argentina.

Kepulangannya ke tanah kelahiran kali ini bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga merayakan pesta syukur 25 tahun imamatnya di Lewoleba bulan lalu.

Setelah perayaan itu, ia menyempatkan singgah di Kupang untuk bersua sanak keluarga yang telah lama menantikan kehadirannya.

Dalam pertemuan penuh nuansa kekeluargaan itu, Pater Frans tampak tak henti menebar senyum.

Ia memberi doa dan berkat bagi ponakan-ponakan, kerabat, serta generasi muda keluarga Betekeneng yang hadir.

“Saya sangat bahagia bisa kembali bertemu keluarga. Kehadiran ini menjadi kekuatan bagi saya untuk kembali melayani di tanah misi. Mohon terus doakan saya agar tetap setia dalam panggilan imamat,” ujar Pater Frans dengan semangat.

Bagi keluarga besar Betekeneng, momen pamitan tersebut menjadi saat berharga yang sarat makna.

Mans Betekeneng, sesepuh sekaligus putra sulung keluarga di Kupang, menyampaikan pesan mendalam bagi adiknya yang akan kembali jauh menempuh karya pelayanan.

“Kami melepas Pater Frans dengan bangga, meski hati kecil menahan rindu. Karya pengabdian yang ia jalani di negeri seberang adalah kebanggaan Lewo Tana dan keluarga besar dan juga masyarakat Lewoleba Lembata. Kami berharap ia selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan tetap teguh dalam panggilannya,” kata Mans.

Ia menambahkan, kehadiran Pater Frans di tengah keluarga kali ini mengingatkan semua anggota keluarga akan arti kebersamaan, doa, dan saling menguatkan.

“Kami merasa diteguhkan kembali sebagai keluarga. Pesan dan teladan hidup Pater Frans menjadi warisan rohani yang sangat berarti bagi generasi muda,” ujarnya.

Malam itu ditutup dengan doa bersama dan pelukan hangat, seakan menjadi jembatan rindu yang menghubungkan jarak antara Kupang, Lewoleba, dan tanah misi jauh di Argentina. (goe).

  • Bagikan