KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna yang beralamat di RT 006/RW 003, Jalan Vafomanus, Kelurahan Bello, Kota Kupang, kembali menerima sumbangan buku.
Kali ini, dua eksemplar buku karya jurnalis Kompas, Frans Pati Herin, berjudul ‘Lompat Kapal ke Amerika”.
Buku yang diserahkan melengkapi koleksi bacaan yang tersedia di TBM tersebut.
“Judulnya sangat menarik dan memberi inspirasi,” ungkap pengelola TBM Gading Taruna, Goris Takene, saat menerima sumbangan buku tersebut Sabtu (23/8).
Buku “Lompat Kapal ke Amerika”, merekam perjalanan hidup sekaligus pengalaman jurnalistik Frans Pati Herin, jurnalis Kompas asal Adonara, NTT.
Judul “Lompat Kapal” dipakai sebagai metafora keberanian mengambil risiko, keluar dari zona nyaman, dan berjuang meraih kesempatan.
Dalam karyanya, Frans merekam kembali berbagai pengalaman pribadi, mulai dari kisah nekat melompat dari perahu kecil agar tidak ketinggalan kapal feri yang membawanya mengikuti seleksi wartawan Kompas, hingga “lompatan” profesionalnya dalam meliput berbagai peristiwa besar.
Buku ini menyorot perjuangan Frans.
Buku ini juga menyoroti perjuangan Frans menyuarakan penderitaan rakyat di daerah terpencil. Membangun jejaring dengan tokoh nasional, hingga memperoleh kesempatan meliput peristiwa internasional di Amerika Serikat.
“Frans mengingatkan kita bahwa wartawan bukan hanya penulis, tapi juga peneliti, verifikator, sekaligus penyambung suara masyarakat kecil,” tambah Goris.
Frans Pati Herin sendiri mengaku senang bisa menyumbangkan karyanya untuk taman bacaan yang dirintis dari semangat literasi masyarakat.
“Saya percaya buku bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk menginspirasi. Dengan menyumbangkan karya ini, saya berharap anak-anak muda di Kupang, khususnya di Bello, bisa belajar bahwa keberanian dan ketekunan bisa membuka jalan ke mana saja,” ujarnya.
TBM Gading Taruna dirintis sejak 2013.
TBM Gading Taruna telah dirintis sejak 2013 oleh Goris Takene, seorang aktivis literasi di NTT.
Saat ini, TBM tersebut memiliki ratusan judul buku yang terbuka untuk dibaca masyarakat sekitar.
Sayangnya, keterbatasan fasilitas seperti rak buku membuat sebagian besar koleksi kerap berserakan di lantai setelah digunakan para pembaca.
“Setiap sumbangan buku adalah bentuk dukungan nyata bagi gerakan literasi. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Frans Pati Herin atas kontribusinya,” tutur Goris.
Dengan adanya tambahan koleksi buku karya jurnalis nasional asal NTT ini, diharapkan semangat membaca masyarakat sekitar semakin tumbuh. Sekaligus memotivasi generasi muda untuk berani “melompat” lebih jauh dalam meraih mimpi, sebagaimana pesan utama dalam buku tersebut. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




