Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Warga Bello Resah, ODGJ di RT 006/RW 003 Dinilai Meresahkan Umat Kapela Bello

Foto ilustrasi.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT –— Sejumlah warga Kelurahan Bello, khususnya umat Katolik Kapela Bello, mengaku resah dan tidak nyaman dengan kelakuan seorang warga yang diketahui Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di lingkungan RT 006/RW 003.

Seorang ibu rumah tangga kepada media ini mengungkapkan kekecewaannya saat mengikuti misa di Kapela Bello Minggu (24/8) pagi setelah salah satu anaknya yang masih kecil dipukul oleh ODGJ tersebut.

“Kami merasa sangat tidak nyaman. Anak saya yang masih kecil jadi korban, ini sudah sangat meresahkan,” ungkapnya.

Kejadian ini menambah daftar keresahan warga. Domi Fallo, salah satu umat Kapela Bello, meminta agar orang tua dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan serius.

“Kami berharap ada penanganan segera agar hal ini tidak terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Fredik Abi, salah satu anggota keluarga ODGJ tersebut, membenarkan bahwa yang bersangkutan pernah menjadi pasien di RS Jiwa Naimata.

Namun, pihak keluarga kesulitan dalam menangani karena kondisi yang tidak stabil beberapa bulan terakhir.

“Kami mohon bantuan pihak kepolisian dan Dinas Sosial agar bisa ikut membantu menangani, karena kami juga khawatir kalau bertindak kasar nanti kami yang disalahkan karena berlaku kasar terhadap ODGJ. Kami sudah kewalahan,” kata Fredik.

Sementara itu, pihak lingkungan juga membenarkan kelakuan yang bersangkutan sering kali meresahkan warga.

“Benar, oknum warga ini terkadang membuat resah. Kami sudah koordinasi dengan kedua orang tuanya dan pihak keluarga agar mengambil langkah penanganan,” ujar salah satu pengurus lingkungan saat dikonfirmasi Minggu pagi.

Sekretaris Lurah Bello, Denny Pati, yang dihubungi via pesan WhatsApp Minggu pagi menegaskan, persoalan ODGJ tidak bisa disikapi secara sederhana.

“Omong jiwa, perilaku, dan mental ini sonde (tidak) gampang. Harus ada diagnosa atau asesment mendalam baru bisa kita kasih treatment apa. Sebab kalau semua orang framing dia gila, na dia bisa gila betul. Orang bilang kena mental, terutama keluarga dekat. Ini juga jadi PR bagi setiap puskesmas mesti ada layanan psikolog,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga Bello berharap pemerintah kelurahan, kepolisian, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah tepat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah tersebut. (goe),

  • Bagikan