Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Polikarpus : Dua TBM Baru Tambah Ekosistem Litarasi, Bukan Sekadar Jumlah

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Komitmen untuk membangun budaya literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat dukungan nyata.

Selasa (5/8), dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan di aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan nasional yang berbasis di Jakarta, namun menunjukkan kepedulian serius terhadap pembangunan literasi di daerah.

Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, dalam sambutannya menegaskan, kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah jumlah TBM di NTT, melainkan memperkuat ekosistem literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya angka, tetapi ruang-ruang hidup literasi. TBM ini adalah energi baru, menjadi rumah bagi pikiran, imajinasi, dan harapan masyarakat,” ujar Polikarpus.

Ia menambahkan, dari data terakhir tercatat sudah ada 1.839 TBM di NTT. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas atau jangkauan literasi yang ideal.

“Jujur kita harus akui, literasi kita masih jauh dari harapan. Maka setiap inisiatif yang mendukung literasi, sekecil apapun, patut diapresiasi dan diperkuat,” tegasnya.

Polikarpus juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Larissa Center yang telah berkontribusi bukan hanya secara materi, tetapi juga secara nilai.

“Di balik TBM ini ada kesadaran dan cinta yang tersirat maupun tertulis. Larissa Center bukan sekadar sponsor, tetapi mitra dalam misi mencerdaskan bangsa dari pinggiran,” tandasnya.

Peluncuran dua TBM ini ditandai dengan penyerahan simbolis buku dan pelepasan balon udara oleh Direktur Larissa Center. Dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang disaksikan para tokoh gereja, perwakilan pemerintah, dan pihak sponsor.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh masyarakat, penggiat literasi, anak-anak sekolah, dan umat Paroki Kolhua.

TBM yang diluncurkan ini akan menjadi sarana belajar bersama, ruang kreativitas, serta pusat kegiatan literasi yang terbuka bagi seluruh warga. Fokus utamanya tidak hanya membaca buku, tetapi juga mendorong kegiatan menulis, berdiskusi, serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda.

Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pihak swasta, gereja, dan masyarakat dalam membangun peradaban literasi di tengah tantangan zaman. (goe).

  • Bagikan