Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pertemuan dengan Kapus, Yosef Lede: “Perbaiki Kinerja, Turunkan Stunting”

Bupati Kupang Yosef Lede didampingi Kadiskes Yoel Laitabun, dan jajaran saat rapat bersama Kapus se-Kabupaten Kupang.
Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama para guru SMAN 7Kupang.

OELAMASI, FLONAMORA-SPOT —Bupati Kupang Yosef Lede melakukan pertemuan dengan para Kepala Puskesmas (Kapus) Selasa (29/4/25).

Hadir pada kesempatan itu 25 dari 26 Kapus
yang di Kabupaten Kupang.
Bupati Kupang dalam arahannya meminta para Kapus memperbaiki kinerja untuk menurunkan angka stunting yang sedang naik.

“Kesehatan itu tolak ukur pelayanan dasar di masyarakat. Kalo pelayanan kesehatan baik, masyarakat baik. Stunting kita sedang naik ya. Perbaiki kinerja dan turunian stunting”, tegas Yos.
Yos sempat berang karena ketidakhadiran Kabid yang membidangi Stunting.
“Kabid mana. Panggil. Stunting naik. Saya bisa disemprot gubernur ini”, tegas dia. .
“Saya lagi dievaluasi terkait stunting. Negara gagal dan tidak itu salah satu stunting ini.
Kesehatan jadi program prioritas nasional soal pemberantasan stunting. Saat rapat Kepala daerah pertaruhkan harga diri daerah. Jadi jangan main-main. Datang bawa data. Jangan tulis di kertas sepotong. Nanti di provinsi data stunting tinggi Saya disorot. Baru duduk 2 bulan stunting naik”, urai dia dalam nada tak biasa.
Pada kesempatan itu ia mempersilahkan Kapus untuk mempresentasikan data stunting masing-masing Puskesmas.

Ia mengatakan, secara keseluruhan data stunting naik mulai 0 koma sekian hingga, 3 persen.
“Ini begini tinggi. Tidak dievaluasi naik lagi nanti. Dana BOK ada to. Kalo dana Habis stunting naik, berarti fiktif”, tegas dia.

Sesuai data yang diperoleh media ini stunting tertinggi di Puskesmas Naibonat dengan balita stunting 469 atau 32, ,64 persen

Urutan kedua Puskesmas Baun dengan total balita stunting Maret 2025 sebanyak 296 atau 27,59 persen.
Urutan ketiga Puskesmas Camplong dengan jumlah balita stunting sebanyak 537 atau 26,77 persen.

Data stunting lebih lengkap di sini.


Urutan keempat, Puskesmas Soliu dengan total, balita stunting Maret 2025 sebanyak 164 atau 22, 44 persen.

Urutan kelima Puskesmas Huebunuf, total balita, stunting Maret 161 atau 21,93 persen.
Urutan keenam Puskesmas Oesao total balita, stunting bulan Maret 330 atau 20,15 persen. Mengalami penurunan.

“Memang ada penurunan tapi catatan stunting di Puskesmas Oesao masih tinggi”, komentar Yos Lede.
Data stunting lebih lengkap untuk 26 Puskesmas lihat di tabel dengan jumlah keseluruhan 4.227 balita, stunting atau sekitar 16, 95 persen.
Data ini kemungkinan akan bertambah atau naik, karena masih ada 2.065 anak tidak ditimbang pada Maret 2025 karena berbagai kendala. (Sintus).

  • Bagikan