OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Karang Taruna menegaskan, pemerintah desa harus mengalokasikan anggaran Dana Desa sebesar 20 persen untuk ketahan pangan.
“Dan untuk itu saya minta dana itu ditangani oleh Karang Taruna. Jadi 20 persen ini perintah peraturan Mentri PDT, ini juga di dalam menunjang program Makan Bergizi Gratis oleh Presiden. Oleh karena itu pemuda harus dimaximalkan”, tambah dia.
Tentang program Gubernur NTT One Village one product (satu desa satu produk) tahun ini tiap kabupaten ditunjuk 2 desa sebagai contoh.
“Di Kabupaten Kupang satu desa saya langsung tunjuk yaitu desa Besmarak kebetulan sudah punya produk saos. Besmarak itu akan menjadi desa contoh. Itu anggarannya 500 juta tiap tahun. Nanti Kadis tunjuk satu desa lagi. Liat mana yang punya potensi menciptakan produk yang baik”, jelas mantan anggota DPRD Kabupaten Kupang 3 periode itu.
“Dua desa saja dulu nanti tiap tahun akan ada peningkatan. Anggaran itu pasti tiap tahun Rp500 juta, untuk program tersebut. Dan, harapannya anak-anak muda. Jadi ini butuh peran penting anak-anak muda”, tambah dia.
“Tapi apakah anak muda mau menerima ini, mau menyambut ini sebagai program yang merubah, memperbaiki tingkat kesejahteraan desa tersebut?”, ujar dia.
“Ini sesuai visi, misi kami. Jauh sebelum permen ini keluar ternyata sama. Ini kami sudah sampaikan saat kampanye bahwa Karang Taruna akan diberdayakan”, ucap dia.
Mengenai belum seluruh desa kelurahan membentuk Pengurus Karang Taruna, Yos minta segera dibentuk.
“Saya mohon pak Camat koordinasi, dengan dinas sosial dengan Kepala desa lurah. Saya kasih waktu 2 minggu ya pak Kadis setelah liburan. Saya akan evaluasi”, tegas dia.
Lebih jauh ia mengatakan, saat kampanye banyak, orang tidak tertarik dengan Karang Taruna.
“Waktu kampanye ini tidak populer. Orang anggap biasa-biasa saja. Sekarang setelah program ini ada dan ternyata ada anggaran besar, sekarang sudah ada kompetisi untuk pemilihan Ketua Karang Taruna”, ujar Yos.
“Saya ikuti di Medsos ya demokrasinya, sangat bagus. Kadang pemilihan dua tiga kali. Dulu orang sonde toe (tidak peduli-red) pak Ketua. Semua pingin jadi ketua, Karang Taruna. Tapi, bagus juga. Mari belajar berdemokrasi, berorganisasi itu akan berdampak positif”, terang dia.
“Jadi saya, kasih, waktu dua minggu. Kalo, tidak, saya tunjuk tunjuk nanti.
Hal lain yang tidak kalah penting yakni setiap, desa wajib mendirikan Koperasi Merah Putih.
“Nanti timbul pertanyaan uang dari mana. Bentuk saja. Kami sudah bertemu menteri. Sinyal sudah bagus. Sangat dimungkinkan, satu desa Rp3-5 milyar. Cepat bentuk sudah. Bulan, 6 (Juni) itu kita, akan launchinh koperasi merah putih yang langsung dihadiri oleh Menteri Koperasi. Kabupaten Kupang akan dijadikan pilot project bagi koperasi”, ujarnya memotivasi.
“Tangkap sudah ini peluang. Bisa koperasi Pemuda, koperasi nelayan, koperasi tani, koperasi ternak apa saja sesuai potensi yang ada di desa”, pungkas dia.
Hingga saat ini baru 122 desa kelurahan memiliki Karang Taruna. Ini berarti masih tersisa 55 desa kelurahan, yang belum membentuk Karang Taruna. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




