KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Kontribusi perempuan pedesaan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang pertanian, ketahanan pangan dalam sebuah keluarga di tataran kehidupan budaya masyarakat NTT secara umum cukup penting.
Mengapa tidak ? Di beberapa desa yang menganut paham Matrilineal maupun Patrilineal peran perempuan juga memberi banyak kontribusi dalam kehidupan berkeluarga.
Perempuan di Kelurahan Bello terlibat membantu suami di ladang/kebun mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga panen.
Tidak sebatas itu setelah membantu suami di kebun/ladang seorang perempuan juga membantu suami memasarkan hasil pertanian mereka ke pasar tradisional terdekat.

Peran ini tak meninggalkan tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga menyelesaikan sejumlah pekerjaan dalam rumah, mulai dari mengurus anak, hingga mengolah makan bagi segenap isi rumah.
Tak heran negara ini telah menempatkan perempuan dalam setiap urusan memiliki peran yang sama dengan laki-laki atau emansipasi terus digelorakan di seantero Nusantara.
Perempuan mesti diberi porsi yang sentral
Salah satu pemerhati sosial Kota Kupang, John Mangu Ladjar ditemui di Kupang, Sabtu, (25/1/2025) mengatakan, peran perempuan di setiap momen dalam kehidupan berkeluarga sangat vital. Karena itu sosok yang satu ini selalu memberi perhatian kepada kehidupan kaum marginal seperti perempuan dan petani kecil yang sering mengalami dampak dalam kaitan dengan perubahan iklim.
“Menurut saya perempuan memiliki peran penting tak hanya di lingkungan keluarga tetapi di setiap pembangunan negara ini. Karena itu, mereka mesti diberikan peran penting dalam setiap intervensi program bagi kaum perempuan,” jelas Ladjar.
“Mengapa perempuan mesti diberi porsi dengan program sentral ? Karena dalam rangka membantu suami memastikan dan menyediakan pangan bergizi yang cukup bagi keluarga, termasuk upaya pemenuhan kesehatan dan peluang bisnis rumahan yang mesti dipahami seorang perempuan.
Terpisah, Lurah Bello melalui Sekretaris Lurah Denny Paty, MM menjelaskan, pemerintah kelurahan memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengatasi ketersediaan pangan bagi masyarakat termasuk kondisi kerawanan pangan di tingkat lokal.
Menurut dia, pihak kelurahan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayahnya. Sehingga pemerintah kelurahan selalu melakukan,
Pemetaan dan Identifikasi, analisa kebutuhan dan mendorong adanya ketahanan pangan bagi keluarga-keluarga serta penguatan kelompok tani dan edukasi kondisi yang dialami masyarakat.
“Pemerintah kelurahan merupakan garda terdepan dalam setiap kondisi sehingga berbagai peluang dan kesempatan termasuk kelompok perempuan dan marginal selalu menjadi perhatian pemerintah kelurahan agar ada keberpihakan dalam setiap keputusan program,” jelasnya.
Lebih lanjut menurut Denny Paty, pihaknya juga menyampaikan limpah terima kasih kepada Direktur Cirma Indonesia yang bersedia menghadirkan, perluasan program dengan memberdayakan para petani perempuan dan para istri petani yang akan berlangsung dengan pendampingan selama tahun 2025 ini.
Ia juga berharap lembaga Cirma Indonesia perlu ada perhatian soal kesehatan keluarga, bagaimana literasi keuangan dan peluang bisnis rumahan bagi petani perempuan dan istri petani di Kelurahan Bello. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




