KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — PT. Telkom Indonesia menggelar kegiatan Internet of Things (IoT) Challenge di NTT sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi dan menumbuhkan kewirausahaan di kalangan siswa SMK.
Kegiatan ini menjadi agenda yang sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di NTT, khususnya dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan dunia kerja di masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambros Kodo pada acara pembukaan IoT NTT Bootcamp & Challenge di salah satu hotel di Kupang, Selasa (13/10/26) menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT Telkom Indonesia yang melalui program CSR-nya berinvestasi langsung bagi kemajuan pendidikan dan masa depan generasi muda NTT.
Menurut dia, Kehadiran Telkom membuktikan bahwa transformasi pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan dunia usaha.
“Program ini bukan sekadar pelatihan teknologi atau kompetisi, melainkan perwujudan nyata untuk membangun ekosistem inovasi di NTT”, ujar dia.
Ambros menambahkan, penerapan teknologi memberikan dorongan besar bagi kemajuan pendidikan dan ekonomi di NTT.
“Dari sisi pendidikan, teknologi meretas kendala geografis dan wilayah kepulauan, sehingga seluruh sekolah dapat mengakses sumber belajar secara merata. Metode belajar pun bertransformasi menjadi lebih interaktif dan berbasis proyek yang secara langsung mengasah daya kritis, kreativitas, serta keterampilan memecahkan masalah siswa dan guru”, jelas dia.
Pada sektor ekonomi daerah, kata dia, teknologi mendorong lahirnya wirausaha muda yang mampu menciptakan peluang kerja baru berbasis digital. Penerapan teknologi tepat guna seperti sensor pertanian dan peternakan terbukti meningkatkan produktivitas serta efisiensi penggunaan air, yang sangat penting bagi wilayah NTT dengan keterbatasan sumber daya air. Selain itu, ekosistem digital memperluas jangkauan pasar bagi produk lokal serta mempercepat terciptanya tata kelola pemerintahan dan pendidikan yang lebih transparan dan efisien.
Ambros mengatakan, di balik manfaatnya, teknologi yang tidak diimbangi pemahaman memadai berisiko memperlebar kesenjangan digital antara kota dan daerah terpencil.
“Penggunaan tanpa pengawasan juga memicu kejahatan siber, perundungan siber, serta ketergantungan yang dapat menurunkan kesehatan mental, mengurangi daya pikir kritis, dan mengikis nilai kearifan lokal”, urai dia.
Dukung tiga fokus utama pendidikan.
Oleh karena itu, kegiatan Bootcamp dan Challenge ini diarahkan untuk mendukung tiga fokus utama pendidikan NTT.
Pertama adalah penguatan karakter — membentuk peserta didik yang berintegritas, disiplin, tangguh, kreatif, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab. Karakter adalah wajah sesungguhnya dari kualitas sumber daya manusia.
Fokus kedua adalah peningkatan kemampuan akademik — memperkuat literasi, numerasi, berpikir kritis, sains, teknologi, dan kemampuan memecahkan masalah. Ketika siswa merancang dan merakit perangkat teknologi, mereka sekaligus belajar membaca petunjuk teknis, memahami informasi, menganalisis data, menghitung, menggunakan logika matematika, dan menyusun algoritma. Pembelajaran ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu proses yang nyata.
Ketiga adalah pengembangan keterampilan kewirausahaan — menumbuhkan kemampuan menghasilkan produk, menciptakan nilai tambah, membaca peluang usaha, dan membangun kemandirian.
“Produk yang dikembangkan siswa tidak boleh berhenti sekadar sebagai tugas sekolah atau karya pameran, tetapi harus didorong menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai jual ekonomi. Dengan demikian, siswa belajar menjadi teknisi sekaligus calon wirausahawan yang mandiri”, pungkas dia. (STS).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




