Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ayah Harus Ikut Asuh Anak

Rahel Rara Woda, S.Si., M.K.M., saat memberikan materi kepada puluhan ketua RT dan RW se-Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/10/2026).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Pengasuhan dan tanggung jawab terhadap anak bukan hanya menjadi tugas ibu. Ayah dan ibu memiliki peran yang sama penting dalam mendampingi, melindungi, mendidik, serta memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal.

Hal itu disampaikan Rahel Rara Woda, S.Si., M.K.M., saat memberikan materi kepada puluhan ketua RT dan RW se-Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (1/10/2026).

Menurut Rahel, keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak. Pengasuhan tidak semestinya hanya dipahami sebagai tanggung jawab ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama kedua orangtua.

Ia menjelaskan, pendekatan responsive caregiving yang didorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menekankan pentingnya respons orangtua terhadap kebutuhan anak, baik secara fisik, emosional maupun sosial.

Keterlibatan ayah, kata Rahel, antara lain dapat mendukung kesejahteraan emosional anak. Kehadiran dan perhatian ayah membuat anak merasa aman, dicintai, dan dihargai.

Selain itu, keterlibatan ayah juga membantu pembentukan karakter dan kemandirian anak, termasuk dalam belajar disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, serta berinteraksi dengan lingkungan.

“Ayah bukan sekadar pencari nafkah. Ibu bukan satu-satunya pengasuh. Anak membutuhkan kehadiran, kasih sayang, perhatian, dan tanggung jawab dari keduanya,” katanya.

Menurut dia, pembagian peran dalam pengasuhan juga dapat mengurangi beban yang selama ini lebih banyak bertumpu pada ibu. Dengan berbagi tugas, ayah dan ibu dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan fisik dan emosional keluarga.

Waktu yang dihabiskan bersama anak, seperti bermain, belajar, berbicara maupun sekadar mendengarkan cerita anak, juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang.

“Pengasuhan bersama adalah investasi keluarga untuk membentuk generasi yang sehat, percaya diri, dan berkarakter,” ujar Rahel.

Pencegahan Stunting Tanggung Jawab Bersama. 

Sementara itu, saat membuka kegiatan tersebut, Lurah Bello Viktor Stefen Ibu menyampaikan apresiasi kepada tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang telah memilih Kelurahan Bello sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Father Involvement Quest dalam penguatan peran ayah untuk pencegahan stunting berbasis keluarga.

Viktor mengatakan, kegiatan tersebut penting karena upaya pencegahan stunting selama ini masih kerap dipandang sebagai tanggung jawab ibu. Padahal, ayah juga memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang dan pemenuhan kebutuhan anak di dalam keluarga.

“Pencegahan stunting ini bukan hanya dibebankan kepada ibu-ibu. Peran ayah juga penting. Mulai dari ketika anak masih kecil, ayah harus terlibat membantu, memperhatikan kebutuhan anak, termasuk pemenuhan gizi,” kata Viktor.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Kiranya kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan ilmu yang diperoleh bisa dilanjutkan kepada warga setempat,” ujarnya.

Viktor juga menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Univers. (goe).

  • Bagikan