Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang Sebut, Kunker ke PLTMG Lifuleo Bukan Sekadar Tinjauan Lapangan

Bupati Kupang Yos Lede saat berada di PLTMG Lifuleo, Kupang Barat.

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang Yosef Lede, melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kupang I di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Senin, (27/4/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yosef Lede, menyampaikan, kunjungan kerja ini tidak hanya sebatas peninjauan lapangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendukung rencana pembangunan PLTMG II.

“Pembangunan PLTMG II yang akan dibangun untuk menunjang kebutuhan pasokan listrik yang ada di daratan Timor, khususnya ada di Kabupaten Kupang, sehingga pemerintah, yang hingga saat ini masih terdapat sejumlah desa yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal”, ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Yosef menjelaskan, kehadiran dirinya bersama jajaran perangkat daerah di PLTMG Kupang I, guna membahas berbagai aspek terkait pembangunan PLTMG II.

Menurut dia, Pembahasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik pembangkit listrik, tetapi juga mencakup dampak yang ditimbulkan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Serta dukungan administratif lainnya dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Kupang berharap kehadiran pembangkit baru ini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan pelayanan sosial dan kesejahteraan.

Dengan rencana penambahan kapasitas sebesar 30 Megawatt, diharapkan kebutuhan listrik di Kabupaten Kupang dapat terpenuhi secara lebih merata.

“Hal ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses listrik”, kata dia.

Sementara itu, Wakil Presiden Pra-Konstruksi, Kukhu Pambudi menjelaskan, proyek pembangunan PLTMG II merupakan bagian dari Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang bertujuan memperkuat sistem interkoneksi di daratan Timor.

“Penambahan kapasitas sebesar 30 MW diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kupang dan sekitarnya”, Jelasnya.

Kukhu juga menegaskan, proyek ini telah melalui proses analisis dampak lingkungan yang ketat, termasuk AMDAL dan UKL-UPL.

“Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak terdapat dampak lingkungan yang signifikan. Namun pihak PLN tetap berkomitmen untuk mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku dalam setiap tahapan pembangunan”, tegas dia.

Proyek ini ditargetkan selesai tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas.

Pihak PLN juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan, baik secara teknis maupun sosial.

“Kami melakukan pemetaan dan penanganan yang tepat di lapangan. Harapannya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, VP Generation Business Development II Muhammad Arif Rachman. Manajer UBP Papua, Maluku, Nusa Tenggara Adnan Widyantara, perwakilan PLN Unit Induk Wilayah NIT dan UPK Timor Defrits Aty, Direktur PDAM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yoel Laitabun, Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf. Kepala Dinas Perikanan Yaret Tamoes, Kepala Dinas Perhubungan Frist Kuhurima. Kepala RSKK Delsi Panie, Kabag Pemerintahan Jane Paoe. Kabag Prokopim Benidiktus Selan,Camat Kupang Barat Vily Nakamnanu, serta Kepala Desa Lifuleo.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan langsung titik lokasi tapak konstruksi serta diskusi teknis terkait rencana pembangunan dan integrasi tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional tersebut. (Dk).

  • Bagikan