KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena mengapresiasi pentas seni Berkhmawan Simponi yang dibawakan para siswa Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko.
Pentas berlangsung di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Sabtu (31/1/2026).
Dalam sambutannya Melkiades menyebut, pentas tersebut sebagai wujud nyata konsep One School One Product (OSOP).
Menurutnya, kreativitas para seminaris yang ditampilkan melalui seni musik, paduan suara, teater, dan atraksi budaya merupakan produk pendidikan yang bernilai dan patut didukung.
“Anak-anak seminari malam ini menampilkan yang terbaik. Ini adalah produk sekolah yang membanggakan. Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan seperti ini,” ujar mantan seminaris Kisol, Manggarai itu.
Gubernur NTT menegaskan, Seminari Mataloko sebagai seminari tertua di NTT telah melahirkan banyak alumni yang berkontribusi bagi gereja, bangsa, dan daerah.
Menjelang usia satu abad pada 2029, ia mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung keberlanjutan pendidikan di seminari tersebut.
“Tidak semua lulusan menjadi imam, tetapi mereka yang menjadi awam tetap hadir sebagai pribadi berkualitas dan berintegritas di tengah masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMA Seminari Mataloko sekaligus Wakil Praeses Seminari, Romo Tinyo Sera, Pr, menjelaskan, Berkhmawan Simponi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan jelang 100 tahun Seminari Mataloko sekaligus sarana promosi panggilan.
Pentas di Kupang menjadi yang pertama di luar wilayah Flores, setelah sebelumnya digelar di Bajawa, Ende, dan Mbay.
Sebanyak 131 orang terlibat dalam rombongan, terdiri atas 117 siswa dan 14 pendamping. Para seminaris menampilkan teater “Misteri di Balik Jubah Putih”, marching band, paduan suara, serta parade obor.
Ketua Panitia, Rosalinda Uta Teku, mengatakan keberhasilan acara merupakan hasil kolaborasi Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari Regio Timor dan Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Regio Timor, dengan dukungan sejumlah sekolah dan para donatur.
Senada, Ketua Alsemat Regio Timor, Isidorus Lilijawa menilai, kehadiran pemerintah daerah sebagai wujud kemitraan strategis antara negara dan lembaga pendidikan seminari.
Pantauan media, ribuan penonton memadati Auditorium Undana hingga acara berakhir pukul 22.00 WITA.
Antusiasme tersebut mencerminkan dukungan luas masyarakat terhadap perjalanan dan masa depan Seminari Mataloko. (Goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




