Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Program BERGETAR

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lili Jawa.

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang secara resmi meluncurkan program inovatif.

Program bertajuk BERGETAR (Gerakan Tanam Air) itu sebagai upaya nyata menjaga keberlanjutan sumber daya air, menghadapi tantangan musim kemarau yang kerap melanda wilayah Kota Kupang.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, Jumat, (30/1/26), menjelaskan, program BERGETAR merupakan langkah sederhana namun strategis yang berorientasi pada konservasi air jangka panjang.

“BERGETAR adalah gerakan tanam air. Selama hampir satu bulan terakhir, kami telah memulai pembuatan sumur resapan atau jebakan air di sekitar rumah dan pekarangan rumah masing-masing karyawan Perumda,” ungkap Isidorus.

Ia menjelaskan, hingga saat ini telah dibangun sekitar 100 unit sumur resapan yang tersebar di rumah-rumah karyawan Perumda, rumah penduduk. Serta di area sekitar sumur bor yang dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Kupang. Sumur resapan ini berfungsi menampung air hujan agar tidak terbuang percuma, melainkan diarahkan masuk ke dalam tanah sebagai cadangan air tanah.

“Selama ini kita terlalu fokus pada pengambilan air. Lewat BERGETAR, kami ingin mengubah pola pikir, bahwa yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga dan mengonservasi air. Air hujan harus ditanam agar menjadi persediaan saat musim kering,” jelasnya.

Menurut Isidorus, gerakan tanam air ini merupakan program yang sangat sederhana, namun memiliki dampak besar dan luas jika dilakukan secara masif oleh masyarakat.

Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti sumur resapan, masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga ketersediaan air tanah.

“Kami berharap program BERGETAR ini bisa ‘menggetarkan’ banyak pihak, baik masyarakat, lembaga, maupun pemerintah, untuk bersama-sama melakukan gerakan tanam air. Jika semakin banyak air yang ditanam, maka semakin besar pula cadangan air yang kita miliki di musim kemarau,” tambahnya.

Ketua RW 003 kelurahan Bello Goris Takene.

Program ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menyatakan dukungannya terhadap program BERGETAR dan berkomitmen untuk segera melakukan hal serupa di rumahnya.

“Saya sangat mendukung gerakan tanam air ini. Dalam waktu dekat, saya akan membuat sumur resapan di rumah saya sendiri dan mengajak seluruh warga RW 003 untuk bergerak bersama,” ujarnya.

Goris menegaskan, jika gerakan ini dilakukan secara kolektif oleh warga, maka akan banyak air hujan yang tertanam di dalam tanah dan dapat menjadi cadangan air yang sangat berharga bagi masyarakat saat musim kemarau tiba.

“Ini langkah kecil, tapi manfaatnya besar. Kalau kita bergerak bersama, dampaknya akan sangat terasa bagi keberlangsungan air di lingkungan kita,” pungkasnya.

Dengan diluncurkannya program BERGETAR, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air semakin meningkat, demi menjamin ketersediaan air bersih yang berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang. ((Sintus).

  • Bagikan