Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Semangat Kebersamaan Jadi Fondasi Pembangunan Kapela St Paulus Bello

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Semangat gotong – royong dan pengorbanan kembali ditegaskan sebagai fondasi utama pembangunan Kapela Santo Paulus Bello.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan umat yang dirangkai dengan perayaan Ekaristi dan diskusi penggalangan dana pembangunan gereja, Sabtu malam (17/1/2026), di rumah Ketua KUB Yohanes Paulus Kabuka Teta, Kelurahan Bello, Kota Kupang.

Kegiatan tersebut dihadiri umat setempat bersama pengurus Stasi dan Panitia Pembangunan Gereja Santo Paulus Bello.

Acara diawali dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin oleh RD Toni Kobesi. Dalam homilinya, Romo Toni, demikian ia disapa umat, mengajak seluruh umat untuk meneladani semangat Santo Antonius Abas.

Dia seorang yang berasal dari keluarga kaya namun rela melepaskan seluruh miliknya demi mengikuti Tuhan.

“Teladan Santo Antonius Abas mengajarkan kita untuk terus berdoa, mengolah raga, dan mempersembahkan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan,” ujar Romo Toni.

Iman tidak hanya dalam bentuk doa. 

Menurutnya, iman tidak hanya diwujudkan dalam doa, tetapi juga melalui tindakan nyata yang lahir dari ketulusan hati.

Lebih lanjut, Romo Toni menyinggung secara khusus proses pembangunan Kapela Santo Paulus Bello.

Ia menegaskan, pembangunan rumah Tuhan hanya dapat terwujud apabila umat benar-benar hidup dalam semangat tolong-menolong, bahu-membahu, dan saling menguatkan.

“Kalau yang muncul justru kepentingan pribadi, seolah-olah kita bekerja hanya untuk diri sendiri dan bukan untuk umat, maka semangat kebersamaan itu akan hilang. Padahal tujuan utama kita adalah melayani umat dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan panitia pembangunan agar senantiasa menjaga semangat kebersamaan tersebut.

Menurut Romo Toni, prinsip kebersamaan sangat sederhana: apa pun yang dibangun, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, harus dikerjakan bersama-sama dengan kehadiran dan keterlibatan nyata.

“Semangat itu mesti di mulai dari diri kita yang nantinya kita yang manfaatkan bangunan rumah Tuhan itu, kemudian akan dilihat orang lain dan tergerak hati untuk membantu, tidak bisa kita sepenuhnya meminta ukuran tangan pihak lain,” ucap Romo Toni memberi semangat.

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka antara umat dan panitia pembangunan.

Dialog tersebut membahas kesanggupan umat untuk berkontribusi secara rutin demi kelanjutan pembangunan atap Kapela Santo Paulus.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, seluruh umat KUB menyatakan kesanggupan untuk berkontribusi sebesar Rp1 juta setiap bulan, yang akan disetor secara rutin kepada Panitia Pembangunan Gereja Santo Paulus Bello.

Komitmen bersama ini menjadi wujud nyata iman yang diwujudkan dalam aksi dan solidaritas.
Kesepakatan tersebut sekaligus menegaskan, pembangunan Kapela Santo Paulus Bello bukan sekadar proyek fisik, melainkan perjalanan iman bersama yang dibangun di atas semangat persaudaraan dan pengorbanan.(goe).

  • Bagikan