Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Keluarga Seminaris di Bello Tanamkan Kerja Keras Sejak Dini

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Di tengah derasnya arus teknologi digital yang kian melekat pada kehidupan anak-anak, masih ada keluarga yang dengan setia menanamkan nilai kerja keras, kesederhanaan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Pemandangan itu terlihat di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, ketika seorang seminaris memanfaatkan masa libur untuk membantu orang tuanya bekerja di kebun, Sabtu (20/12/2025).

Seminaris tersebut terlibat langsung dalam pekerjaan ladang yang tidak ringan.

Ia membantu membersihkan rumput liar dengan cara penyemprotan agar lahan siap diolah dan ditanami berbagai komoditas hortikultura.

Selain itu, ia juga turut menggali lubang tanam untuk anakan pisang dan tanaman lainnya. Lahan kebun tersebut nantinya menjadi salah satu sumber pangan keluarga saat musim tanam tiba.

Aktivitas ini mencerminkan pembiasaan kerja nyata dalam keluarga, mendidik anak agar tidak canggung menghadapi pekerjaan berat maupun pekerjaan kotor.

Nilai-nilai tanggung jawab, ketekunan, serta penghargaan terhadap jerih payah orang tua ditanamkan melalui praktik langsung, bukan sekadar nasihat.

Ketua RT 006 Kelurahan Bello, Abraham Anton Lopo, mengapresiasi langkah orang tua yang tetap konsisten mendidik anak-anak untuk aktif membantu keluarga di tengah kuatnya pengaruh teknologi digital terhadap pola hidup generasi muda.

“Apa yang dilakukan orang tua ini patut diapresiasi. Di zaman teknologi yang semakin canggih, anak-anak, bukan hanya di lingkungan saya, lebih memilih bersantai dengan handphone dan bermain gim. Tetapi masih ada anak-anak dari keluarga tertentu yang justru aktif membantu orang tua. Ini sangat positif,” ujar Abraham.

Menurut Abraham, pembiasaan seperti ini bukanlah bentuk eksploitasi anak, melainkan pendidikan karakter yang menyiapkan anak menghadapi realitas hidup.

Keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah dan ladang justru membangun mental mandiri serta sikap menghargai proses.
“Ini harus menjadi contoh, bukan hanya bagi anak-anak di lingkungan kami, tetapi juga bagi para orang tua. Jangan salah dalam mendidik anak. Mendidik itu bukan memanjakan, melainkan menyiapkan masa depan mereka supaya kelak anak bisa mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, keluarga merupakan fondasi utama pendidikan sebelum anak mengenal dunia luar. Ketika anak dibiasakan bekerja, berdisiplin, dan bertanggung jawab sejak dini, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus teknologi digital.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai tradisional seperti gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan keluarga tetap relevan dan perlu terus dirawat. Bagi keluarga-keluarga di Bello, ladang bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang belajar kehidupan, tempat karakter dibentuk dan masa depan dipersiapkan.

Sementara itu, Pembina Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang, RD Yarid Munah, dalam pesan kepada para orang tua seminaris menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, menegaskan pentingnya pembinaan karakter dan disiplin rohani selama masa liburan di rumah.

“Masa libur bukan berarti libur dari pembinaan. Anak-anak tetap harus hidup sebagai seorang seminaris di tengah keluarga dan lingkungan,” tegas RD Yarid Munah.

Ia meminta para orang tua memastikan anak-anak tetap setia mengikuti misa harian, aktif dalam kegiatan pastoral paroki, menjaga etika pergaulan, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan panggilan mereka.

“Kami berharap para seminaris tidak mengonsumsi minuman keras, tidak merokok, tidak keluyuran tanpa batas waktu, dan tetap menjaga disiplin hidup rohani. Peran orang tua sangat menentukan dalam membentuk karakter dan kedewasaan mereka,” ujarnya.

RD Yarid menegaskan, pembinaan yang seimbang antara kerja nyata, kehidupan rohani, dan kedisiplinan sehari-hari merupakan bekal penting bagi para seminaris untuk bertumbuh menjadi pribadi yang matang, rendah hati, dan siap melayani di tengah tantangan zaman. (goe).

  • Bagikan