OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Bupati Kupang Yosef Lede, SH dan Wakil bupati Aurum Titu Eki, S. Ars, M. Ars hadir dengan Visi – Misi jelas dan terukur.
Keduanya ingin daerah itu mencapai era baru Kabupaten Kupang Emas (Ekonomi yang Tangguh, Masyarakat yang Unggul, Aksesibilitas dan Infrastruktur yang Maju, Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan), selama kepemimpinan mereka.
Visi ini diterjemahkan ke dalam delapan asa pembangunan yang menjadi arah kerja pemerintah daerah untuk lima tahun ke depan.
Delapan program utama itu antara lain, pendidikan unggul, kesehatan berkualitas, reformasi dan tata kelola pemerintahan, hilirisasi dan industrialisasi berbasis sumber daya lokal, pemberdayaan ekonomi berkelanjutan dan inovatif, infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan, penanggulangan kemiskinan terintegrasi, serta swasembada pangan dan air.
Lalu apa sektor andalan?
Bupati -Wakil bupati menetapkan program prioritas yang sangat mungkin mendukung visi-misi mereka.
Program itu adalah sektor pertanian. Pertanian bisa menjadi fondasi perekonomian daerah yang perlu didorong, karena bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dukungan sarana prasarana bagaimana?
Untuk mendukung sektor pertanian, pemerintah Kabupaten Kupang di bawah komando Yos Lede – Aurum Titu Eki tidak tinggal diam.
Keduanya harus “mengemis” ke Pemerintah pusat untuk mendapatkan perhatian.
Hasilnya belum setahun menjabat, bupati dan Wakil bupati sudah 4 kali menyalurkan alat pertanian.
“Perjuangannya untuk mendapat simpati Pemerintah pusat tidak mudah di tengah efisiensi anggaran”, kata Bupati Kupang Yosef Lede saat penyaluran alsintan beberapa waktu lalu.
Yosef Lede dan Aurum Titi Eki terus berupaya peningkatan ketahanan dan produktivitas pangan di Wilayah dengan 80% masyarakatnya petani itu.
Puluhan, bahkan, ratusan kelompok tani sudah menerima Bantuan Alsintan dari TR4 Crawler, TR2 Crawler, dan alat Penanaman modern serta peralatan lainnnya.
“Alat-alat ini bukan untuk dipajang. Harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kalau tidak digunakan, saya akan tarik kembali dan berikan kepada yang lebih membutuhkan”, tegas Lede.
Harus ada azas manfaat.
Menurut Yosef Lede, harus ada azas manfaat, dari alat yang diterima Petani. “Bisa untuk mengolah lahan dengan lebih cepat dan efisien”, kata dia.
Dia menjelaskan, 4 gelombang bantuan Alsintan (alat dan mesin pertanian) dari Kementrian Pertanian yaitu: Gelombang pertama, 15 unit traktor roda 4. Gelombang kedua, 31 unit traktor roda 4 dan 60 unit mesin pompa air. Gelombang ketiga, 5 unit traktor roda 4 dan 7 alat Penanaman padi. Gelombang keempat, 5 unit TR4, 5 unit hand traktor, dan 3 unit alat tanam padi.
Begitu banyak bantuan yang diterima mencerminkan tingginya kepercayaan Pemerintah Pusat terhadap keseriusan Pemkab Kupang, membangun sektor Pertanian yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.
“Semua bantuan ini adalah bentuk perhatian negara terhadap para petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan”, tandas Yos.
Ia berharap Alsintan ini dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh Poktan, bukan dimonopoli oleh kelompok yang menerima. “Dan pada gilirannya berkontribusi bagi swasembada pangan di NTT”, pungkas dia. (Sintus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




