KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan di Aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/8).
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan kecantikan nasional yang mulai menaruh perhatian pada pemberdayaan literasi dan lingkungan.
Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone, dalam sambutannya, mengutip seruan Santo Agustinus, “Tolle Lege” (Ambillah dan Bacalah). Ini sebagai ajakan untuk kembali mencintai bacaan dan membangun budaya literasi dalam komunitas.
“Melalui dua taman baca ini, kami ingin menghadirkan ruang baru yang mempercantik akal budi umat, bukan hanya tubuh fisik. Literasi adalah bentuk kecantikan yang mendalam,” ujar pastor yang akrab disapa Romo Romo Dus.
Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, menegaskan, pembentukan dua TBM ini bukan sekadar menambah jumlah fasilitas TBM, tetapi memperkuat ekosistem literasi di NTT, yang menurutnya masih memerlukan banyak energi dan perhatian.
“Literasi kita masih jauh dari harapan. Tapi hari ini, dengan adanya dukungan dari Larissa Center, kita sedang menyalakan obor harapan itu,” ujar Polikarpus.
Direktur Larissa Aesthetic Center, Sutedjo, mengungkapkan, pihaknya tidak hanya ingin dikenal sebagai merek perawatan kulit. Tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Kami peduli tidak hanya pada kecantikan luar, tetapi juga kecantikan dalam, kecantikan akal, hati, dan pikiran. Kami ingin semua warga Kota Kupang bisa membaca, memahami, dan berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Larissa Center juga menyerahkan sejumlah buku bacaan dan menyatakan komitmen untuk terus membantu pengembangan TBM di masa mendatang.
Bahkan, mereka berencana mendorong program pemberdayaan warga lewat kegiatan berkebun buah dan sayuran sebagai bahan alami perawatan kulit.
“Kami juga akan menggerakkan komunitas Sahabat Larissa, terdiri atas siswa dan mahasiswa, untuk mengkampanyekan penggunaan bahan-bahan alami dalam menjaga kesehatan kulit,” ujar Sutedjo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan berharap inisiatif ini tidak berhenti pada seremoni. Tetapi berlanjut menjadi gerakan literasi yang masif dan berkelanjutan di Kota Kupang.
“Literasi adalah kunci pembangunan jangka panjang. Terima kasih kepada Larissa Center atas kepeduliannya. Semoga ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar,” ucapnya. (goe).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




