Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Diduga Puluhan Siswa SMPN 8 Alami Keracunan, Usai Makan Tambahan Gratis

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Selasa, 22 Juli 2025, suasana belajar di SMP Negeri 8 Kota Kupang mendadak berubah jadi kepanikan massal. Sekitar pukul 10.00 WITA, raungan tujuh ambulans milik Badan Penanggulan Bencana Kota Kupang dan Dinas Kesehatan Kota Kupang membelah keheningan, satu per satu memasuki halaman sekolah.

Sirine memekakkan telinga, membuat para guru dan siswa berhamburan ke luar kelas. Beberapa siswa terlihat panik, sebagian lagi terduduk lemas di halaman sekolah itu.

Bukan hanya ambulans yang berdatangan. Dua mobil dinas berlogo Pemerintah Kota Kupang milik Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang tampak terparkir terburu-buru.

Di belakangnya, beberapa mobil pribadi milik guru ikut dikerahkan secara spontan. Semua armada itu hanya punya satu tujuan: membawa puluhan siswa yang mengeluh pusing, mual, dan muntah ke Rumah Sakit terdekat.

“Anak-anak ini sejak pagi saat masuk ruang kelas sudah mengeluh sakit perut bahkan ada yang nampak lemas dan muntah,” ujar salah satu sumber di sekolah itu, sambil mengusap bahu salah seorang siswa didepannya.

Menurut keterangan sementara dari pihak sekolah, puluhan siswa yang menunjukkan gejala tersebut diduga mengalami keracunan makanan tambahan gratis yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Makanan itu merupakan bagian dari program pemberian gizi tambahan untuk siswa yang dilakukan secara rutin.

“Saat ini kami sedang mendata jumlah siswa dan menghubungi orang tua siswa untuk membawa Kartu BPJS ke rumah sakit tempat anak anak kami dirawat,” ujar salah satu guru yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih menjalani observasi di beberapa fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Kupang belum memberikan pernyataan resmi, namun tim investigasi pangan telah dikerahkan ke sekolah untuk mengambil sampel makanan sisa yang masih tersimpan.

Peristiwa ini menjadi pukulan bagi program pemberian makanan tambahan yang bertujuan mulia namun kini justru berbuntut darurat medis.

Akibat kejadian ini, pihak sekolah memulangkan seluruh siswa lebih awal. (Goe).

  • Bagikan