Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menginspirasi ! Pegawai Undana Tidak Gengsi Pilih Sampah

Wawali Serena Francis, Camat Maulafa Matheos Dacosta, Lurah Maulafa Yanto Sapay, pimpinan Bank Sampah Mutiara Timur dan para nasabah saat bersama di kompleks Bank Sampah Mutiara Timur Jumat (23/5/25).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Namanya Feby Mashuri. ASN Undana. Sudah pensiun, namun di panggil kembali pihak kampus dan dipercaya mengelola kantin.
Di balik kemapanannya sebagai ASN Feby justru tertarik untuk memilih dan menimbang sampah.

Feby mengisahkan, awal ketertarikannya pada sampah dimulai setelah berdiskusi ringan dengan pengelola Bank Sampah Mutiara Timur Meilsi Mansulla.

“Saya bertemu ibu Meilsi belajar atau tukar pikiran tentang Sampah. Saya lalu tertarik dengan Sampah”, ujar Feby dalam sebuah wawancara bersama Wakil Wali Kota Serena, Francis di kompleks Bank Sampah Mutiara Timur di bilangan Maulafa, Jumat (23) 5/25).

Menurut Feby ia tidak malu-malu memungut Sampah di jalanan dan di lingkungan kampus karena Sampah mendatangkan uang.
“Karena Sampah di kampus itu sangat banyak. Sampah plastik terutama. Saya piilih taruh dalam kantung lalu disimpan di bawah tempat duduk mobil”, kata dia.

Bukan hanya di kampus lingkungan yang dekat dengan dia, di jalan saat pulang kampus ia bisa memilih sampah.

“Saya pernah pilih sampah di GOR Oepoi siang-siang. Saat itu habis kegiatan besar banyak Sampah plastik. Di mana saja ada sampah saya tidak sabar untuk ambil”, tambah dia.
“Uang dari hasil pungut Sampah saya tabung di Bank Sampah. 1 bulan harus 1 juta. Saya ajak adik saya karena anak mau masuk sekolah baru. Kami dua pilih Sampah selama 1 bulan 3 minggu berhasil tabung RP2.069. 000, ujar dia sambil tersenyum.

Ia mengajak saudara, adik, ipar, anak, dan masyarakat kota untuk memanfaatkan sampah menambah penghasilan.

“Kita harus cinta lingkungan. Dari sampah dapat uang, lingkungan juga bersih. Masyarakat harus, lihat ini sebagai peluang”, ajak dia.

Nasabah lainnya Maria Tneh mengatakan, awal mulanya dirinya tertarik pada sampah ketika melihat temannya memilih sampah dan menimbang di Bank sampah Mutiara Timur.
“Teman saya pilih dan timbang, sampah dapat uang banyak. Saya juga mau ikut. Dapat sampah Saya bawa ke bank sampah untuk timbang. Botol aqua. Gelas aqua. Kadang 1 atau dua kantong bahkan sampai Karung. Sekarang saya sudah beli HP Android”, ujarnya senang.

“Sekarang pikiran dan mata saya hanya untuk sampah. Ke mana saja pasti yang dilihat itu sampah. Sampah telah menghidupi saya dan keluarga”, ucap dia.

Pengelola Bank Sampah Mutiara Timur Meilsi Mansulla menjelaskan, sejak 2020 ia mendirikan lembaga ini sudah, banyak orang yang terlibat.

“Kami berhasil mengubah perilaku ibu-ibu. Ada anak muda juga yang kita rekrut. Awalnya, agak, sulit karena saat itu covid. Mana ada orang mau pilih botol bekas. Tetapi seiring berjalannya, waktu kita, berhasil sampai di titik ini”, kata Mansulla dalam dialog bersama, Wawali Serena Francis.

Camat Maulana Matheos Da Costa menyatakan sangat berbahagia dapat kunjungan dari Wakil Wali Kota.

Menurut dia, sudah waktu orang mengubah pandangan tentang sampah.

“Ini cikal bakal orang ubah mindset. Di kantor kita sampah harus dipilih dipilah. Masyarakat diimbau untuk tidak malu memilih sampah karena di balik tumpukan sampah ada mutiara”, pungkas dia.

Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mengatakan, ke depan pemerintah merangkul semua pihak untuk memberdayakan sampah.

“Sekolah-sekolah kita ajak, untuk buka rekening bank sampah. Hasilnya bisa beli tas. Sepatu dan peralatan sekolah untuk anak-anak. Kita terus dukung hal baik. Supaya kota bersih. Demi anak cucu kita. Kalo dirusak dari sekarang bagaimana”, pungkas dia. (SINTUS).

  • Bagikan