Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Aleksander Nenosono: Siang Jadi Petani, Malam Jadi Pelaut

Aleksander Nenosono, Petani dan nelayan sekaligus.

SO’E, FLOBAMORA-SPOT — Kerasnya hidup membuat orang harus kreatif. Mencoba pekerjaan apa saja yang penting halal. Yang utama perut terisi.
Itulah yang dilakoni Aleksander Nenosono warga desa Nenoat Kecamatan Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dia bisa menjadi petani, bisa juga jadi nelayan.

Ditemui di pintu masuk ke Kantor Desa Nenoat Aleksander dengan enteng mengisahkan apa yang sedang dia lakukan.

“Siang kerja kebun malam masuk laut. Siang jadi Petani, malam Nelayan”, ujar Nenosono kepada media ini Sabtu (29/3/25).

Wakil ketua salah satu Kelompok Nelayan (dia lupa nama kelompok) itu menjelaskan, dia dan beberapa rekannya harus bisa, berbagi waktu untuk dua pekerjaan tersebut.

“Pekerjaan kami melaut untuk dapat ikan. Cari uang. Juga kerja kebun untuk Dapat makan ubi, pisang, jagung. Jadi kami harus atur waktu”, tambah dia.

Menurut dia, di desa Nenoat terdapat 3 kelompok nelayan namun tinggal satu yang aktif.
“Dua macet. Tinggal, 1, karena anggota kelompok, anak-anak muda, merantau ke kalimantan, demi nasib mereka”, ujar dia.

Bantuan dari desa dan dinas Perikanan kabupaten.
Ditanya adakah bantuan dari pemerintah Aleks mengakui pihaknya sering dapat bantuan baik dari pemerintah desa maupun dinas perikanan.

“Bantuan pukat dari dana desa, tali senar, mata pancing, untuk pancing ikan”, ujar dia.

“Bantuan dari pemkab pukat, tali, timah. Pernah kasih tahun lalu. Ada kapal juga. Tapi rusak karena dihantam ombak. Jika ada bantuan terimakasih. Kami siap terima. Kita juga dikasih pukat 5 inc, untuk tangkap ikan besar gargahen, hiu, pari. Pokoknya ikan besar”, terang dia.

Mengenai apa kendala utama yang sering dihadapi, ia menjelaskan, ombak laut selatan yang keras menjadi masalah serius yang dihadapi pelaut kecil.

“Ombak laut selatan terlalu keras, pak. Perahu saja paling bertahan satu tahun. Cepat rusak kena hantaman ombak. Pemerintah mau kasih terus juga pikir-pikir”.

” Meski demikian tidak membuat kita takut, untuk tetap melaut di musim seperti sekarang ini, demi anak bisa sekolah, demi perut kita tidak lapar”, pungkas Aleks. (Sintus).

  • Bagikan