Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lulus Test Tapi Tidak Ada Formasi, Ratusan Guru Honorer Kabupaten Kupang Geruduk Gedung Dewan

Koordinator Forum Guru Honorer kabupaten Kupang Jon Manek bersama rekan-rekan saat mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kupang Senin (13/1/25).

 

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT — Sekitar 200 dari 425 Guru, yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Kabupaten Kupang, Geruduk Gedung Dewan Senin (13/1/25).

Mereka sudah selesai ujian dan mendapat kode R3 sehingga pihaknya memohon kepada Pemerintah mengangkat semuanya.
“R3 adalah kode untuk semua yang sudah lulus dan belum mendapatkan formasi. Maka itu kami minta pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan dan BKD segera memberikan informasi, khusus guru mata pelajaran sehingga kami 425 yang tersisa dapat diangkat menjadi P3 penuh waktu”, jelas Koordinator Forum Guru, Honorer Jhon Manek kepada awak Media usai dialog Komisi III DPRD Senin.

Manek menandaskan, jika pihak terkait tidak mengindahkan permintaan mereka, maka akan ada demostrasi susulan dengan peserta lebih banyak.
“Jika tidak maka kami akan terus menerus meminta dinas pendidikan dan BKD untuk segera memberikan informasi”, ucap Manek.

Menurut dia, kedatangan Forum Guru Honorer ke Gedung DPRD untuk meminta anggota DPRD memfasilitasi permintaan mereka.

“Hari ini kami datang ke gedung DPR untuk meminta DPR membantu kami para guru honorer yang belum dapat formasi untuk meminta kepada dinas terkait, BKD dan dinas pendidikan, untuk segera memberikan informasi sebanyak-banyaknya khusus kepada guru mata pelajaran sehingga kami yang belum diakomodir untuk lolos di tahun ini kategori 3 bisa diloloskan agar kami bisa diangkat menjadi P3K penuh waktu”, tandas dia.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang Habel Mbate mengatakan, DPRD dalam hal ini komisi III, sangat mendukung penuh sikap 425 orang yang ada pada R3 dan R4.

“Kedua kami akan berkoordinasi dengan pimpinan sesegera mungkin agar mengadakan rapat dengar pendapat dengan dinas teknis yang langsung bersentuhan dengan teman-teman guru kita yang belum mendapatkan formasi saat ini”, ujar Habel.

“Sesuai agenda kami masih medical check up hari Sabtu dan hari Senin itu akan menyampaikan surat kepada pimpinan dan kita akan bersurat ke bupati juga OPD untuk melakukan bedah pendapat terkait beberapa hal itu. Selain itu juga kami ingin memberikan kepada pemerintah telaah terkait penambahan kuota ke pusat karena jumlah guru-guru PGRI itu sangat sedikit dan hal ini tentu akan berdampak terhadap kecerdasan bangsa”, tambah dia.
Habel mengakui, kedatangan Forum Guru Honorer bukan sebuah demonstrasi tapi silaturahmi.

“Bagi kami ini bukan aksi. Ini silahturahmi antara masyarakat dan wakil rakyat tentu meminta penjelasan. Kami melihat bukan sonde mungkin satu sekolah itu hadir semua. Tapi itu tidak berperan signifikan karena kami tekankan mereka untuk mengajar seperti biasa karena anda adalah pahlawan tanpa jasa. Tentu kami akan rapat dengan pemerintah untuk meminta penjelasan sehingga apa yang menjadi masalah kami meminta penjelasan. Kami akan mencari benang kusut dan kami akan meluruskan jadi semua akan dipuaskan”, pungkas Habel. (SINTUS).

  • Bagikan