Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Seminari lalian Dapat Rusunawa

Seremony penyambutan Wagub dan Fary Frans dan rombongan

Atambua, flobamora-spot.com – Pemerintah terus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat khususnya kalangan Gereja katolik. Pemerintah menyalurkan bantuan Rumah Susun Sederhana kepada Seminari Lalian, Peletakan Batu Pembangunan Gedung Asrama bagi para siswa calon Imam Katolik di Atambua itu dilakukan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Yoseph Nae Soi pada hari Selasa (09/4).

“Seminari tertua kedua di NTT ini, akan memiliki asrama yang cukup bagus bukan hanya gedung tetapi meubeller sudah ada, tempat tidur sudah ada,kasurnya sudah ada , listrik sudah disambung, air juga sudah ditanggung PUPR. Peletakkan batu pertama bersama Direktur rusunawa. Dalam Kitab Suci ada kisah Tuhan Yesus meminta Petrus bertolak lebih ke dalam. Kami mengikuti perintah Tuhan Yesus kepada petrus bahwa mulai saat ini engkau tidak hanya menjadi penjala ikan tetapi juga penjala manusia. Petrus menjala ikan kami menjala manusia, jala di sini singkatan dari Jalan, Listrik dan Air. Untuk membuktikan itu jalan sudah kami programkan tahun ini 150 km terlebih di Amfoang dan Elar. Di Elar sangat parah, kemudian listrik hari kamis kami akan meresmikan 11 ribu sambungan gratis ke masyarakat dengan penyalaan lampu pertama oleh saya dan Mentri ESDM di Labuan Bajo kemudian mengenai air kami sudah meresmikan di Detusoko beberapa sumur bor kemudian ditempat lain yang pada tahun lalu saya melakukan peletakkan batu pertama”, urai Wakil Gubernur NTT Yoseph Nae Soi dalam live report bersama Karo Humas Setda NTT Dr. Jelamu Ardu Marius dengan Radio Tirilolok Selasa malam..

Komunitas Calon Imam patut bersyukur karena tidak hanya Seminari Lalian tetapi di Seminari Tinggi Ritapiret dan Ledalero jugamendapat bantuan Rusunawa. “Tanggal 14 April kami akan meresmikan rusunawa untuk para Frater kita di Ritapiret Maumere mungkin dua bulan kemudian kami resmikan rusunawa di Ledalero. Sekolah di sana memberikan kontribusi baik nasional maupun internasional termasuk sodara-sodara saya yang mendengarkan radio verbum di Amerika mereka adalah alumni disana dan wajib hukumnnya pemerintah memberikan fasilitas bagi pendidikan calon imam kita di sana”, tambahnya lagi.

Disinggung mengenai, penggunaan pakaian adat dua kali seminggu yakni Selasa dan Jumat  dan Hari Selasa (09/4) merupakan  hari pertama ASN memakai pakaian adat NTT Yoseph Nae Soi berkomentar, hal itu merupakan keinginan ia dan Gubernur Viktor.

“ Kami pada saat kampanye kami sampaikan kami datang ke NTT  ini didorong oleh tiga A.

 A yang pertama adalah Allah yang Mahakuasa yang memanggil kami, A yang kedua Arwah nenek leluhur kami yang memanggil kami, A yang ketiga adalah Alam.  Oleh karena itu gabungan dari ketiga itu adalah untuk menghormati leluhur kita yang sudah memberikan kekayaan intelektual yang luar biasa maka itu kita wajib menggunakan pakaian adat warisan leluhur. Ini bukan kerajinan tangan kita tetapi kekayaan intelektual nenek moyang kita oleh karena itu kita minta kepada ASN yang pertama akhlaknya harus bagus diajar sesuai dengan yang diajarkan Allah yang Maha Kuasa dan yang kedua arwah, kita menghormati nenek moyang kita dengan menggunakan pakaian adat dan kemudian alam, kita tidak akan mentolerir ijin tambang tapi kita melestarikn alam yang ada di NTT, supaya apa yang sudah diciptakan oleh Allah yang Mahakuasa kita bisa lestarikan. Contoh: konservasi Komodo kita kembalikan alam seperti semula yang diciptakan Tuhan Allah maka kita akan menjadi pengikut Tuhan Yesus yang setia”, paparnya.

Pemakaian pakaian adat 2 kali seminggu berlaku untuk ASN provinsi diharapkan diikuti oleh daerah apa harapan ??

“Saya lihat di beberapa kabupaten sudah mengikuti seperti di Ngada, mereka sudah mengikuti menggunakan pakaian adat kemudian di Malaka juga mereka mengikuti kebijakan dari provinsi juga Perbankan, Hotel dan pengusaha, Karyawan kantor-kantor swasta di Nusa Tenggara Timur mari kita hormati kekayaan intelektual dari nenek moyang kita. Mengenai Payung hukum berupa Pergub jangan dulu. Kita himbau dulu kalau perlu dasar hukumnya baru dibuat”,jelasnya.

Berita tentang penutupan pulau komodo tahun 2020 sudah beredar secara internasional apa himbauan ?? Ditanya Karo Humas Dr Jelamu demikian Wakil Gubenrur NTT mengatakan, “Saya menghimbau kepada para wisatawan, mereka tidak usah takut dan tidak usah ragu bahwa konservasi itu akan mengganggu, mungkin sedikit mengganggu, tetapi untuk ke depan mereka akan mendapat hasil yang sangat luar biasa dan konservasi itu hanya di pulau komodo dan anda kalau mau melihat komodo nanti ada di pulau Rinca Mengapa kita harus konservasi ?? Karena apa bedanya komodo yang ada di labuan bajo dan komodo yang ada di kebun binatang di Ragunan, kita lihat komodo itu hanya tidur-tidur saja tidak ada atraksi sama sekali, padahal komodo itu aslinya memberikan atraksi, kita memberikan habitat aslinya dia hidup di situ, di memburu makanannya di hutan dan itulah yang menjajdi atraksi, itulah yang akan kita jual kepada masyarakat seluruh dunia. Mereka harus menjadi members/ anggota karena itu satu-satunya di dunia termasuk di akhirat juga tidak ada. Oleh karena itu sebelum kita dipanggil oleh Tuhan masyarakat internasional dan nasional ayo ramai-ramailah datang ke pulau komodo. Komodo itu satu-satunya Dinosaurus yang masih hidup sampai sekarag”,urainya.

Setelah peletakan batu pertama pembangunan Gedung Rusunawa di Seminari Wagub NTT ke Kali Talau untuk meresmikan jembatan gantung.

“Jembatan Gantung itu kami bangun Tanggal 16 Oktober 2018. Setiap tahun kalo hujan anak sekolah tidak bisa ke sekolah, hari minggu begitu hujan mereka tidak bisa melewati kali itu karena banjir.pagi tadi saya resmikan masyarakat terharu dan bersama-sama dengan kami melakukan ceremony peresmian jembatan”, pungkasnya.

  • Bagikan