Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buka Festival Seni di Kolhua, Ita Salean: “Kegiatan Ini Melestarikan Budaya Lokal”

Masyarakat RW 13 Kelurahan Kolhua bersama Sekretaris dinas Pariwisata Ibu Ita Salean dan jajaran, Camat Maulafa Herry Dacosta dan Lurah Kolhua Silvester Hello pada acara pembukaan festival budaya multi etnis Selasa (13/8/24).

KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Upaya warga kelurahan Kolhua menjaga budaya lokal patut diacungi jempol. Walau hanya di moment Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia namun sangat berdampak pada upaya melestarikan budaya daerah.

 

“Festival yang diadakan ini akan membangkitkan dan melestarikan budaya lokal yang merupakan modal dasar pariwisata kita. Bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat yang memiliki peran pelestarian budaya untuk ditransformasikan menjadi ekonomi modern dan pada gilirannya mampu mensejetrahkan masyarakat”, demikian Pj. Wali Kota Kupang dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang Margarita Salean.

 

Menurut Pj. Wali Kota, festival budaya multi etnis yang dilakukan oleh 51 kelurahan, adalah bentuk komitmen pemerintah kota kupang dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang dikemas dalam pertunjukan seni budaya.

“Melalui event ini disuguhkan berbagai tradisi dan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Dan diharapkan genetasi muda kita lebih mencintai adat dan budaya”, terang dia.

Ia mengatakan, Dinas pariwisata harus mengapresiasi pihak kelurahan kolhua yang mengadakan festival budaya di tahun 2024 ini.

Ia berharap, pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik sebagai upaya mendatangkan inkam bagi masyarakat setempat.

 

“Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia pendukung kegiatan, masyarakat Kelurahan Kolhua atas partisipasi aktif dalam menyukseskan festival budaya di HUT RI ke-79 tahun 2024”, pungkas dia.

Camat Maulafa Herry Dacosta mengatakan, inisiatif masyarakat untuk mengadakan festival ini sangat positif, dalam mengisi kemerdekaan yang telah direbut dengan darah dan nyawa.

“Apakah kita sudah merdeka ? Air sudah mengalir dengan baik. Ketertiban baik. Jalan sudah baik. Lampu kompleks menyala ?”, kata dia.

“Mari kita mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai kegiatan dan juga memotifasi anak-anak -anak kita untuk mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif”, tambah dia.

 

Menurut dia, maksud dan tujuan rangkaian kegiatan dalam festival budaya di tiap kelurahan yakni melestarikan serta mempromosikan adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang.

“Juga mengajak masyarakat untuk mencintai adat serta budaya daerah yang ada di Kota Kupang”, imbau dia.

 

Ia mengatakan, sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Kota Kupang, khususnya kaum milenial untuk terus melestarikan dan mencintai budaya lokal, serta menarik minat kunjungan wisatawan ke Kota Kupang.

 

“Saya ucapkan selamat merayakan 17 Agustus 2024 dalam usia ke -79”, pungkas dia.

 

Ketua Panitia Festival Budaya Multi Etnis Fransiskus Agung Yoes melaporkan, kegiatan berlangsung selama 6 hari dengan 10 jenis perlombaan.

 

Ia menyebut, ada lomba keluarkan bola dalam dus kategori anak.
Lomba makan pisang kategori bapa-bapa dan ibu-ibu.
Lomba mengait katwgori anak-anak SD SMP.
Lomba tendang bola pakai corong katefori ibu dan anak-anak.
Lomba masak nasi horebg kategori bapa-bapak.
Lomba masukkan paku dalam botol kategori bapak-bapak, ibu-ibu dan anak-anak.
Lomba pukul paku kategori bapa-bapak.
Pertandingan Futsal kategori anak-anak dan bapak-bapak
Lomba menghafal Pancasila, kategori anak-anak.
Lomba pidato dengan tema “HUT Kemerdekaan RI ke-79” kategori anak-anak.

“Pada Minggu 18 Agustus 2024 ada parade budaya multi etnis dari depan pura
menuju jembatan Petuk 1, kemudian kembali ke blok Z Perum BTN Kolhua depan Pos Kamling RT 39.
Ada Fashion Show dan acara penutupan dengan penyerahan hadiah”, pungkas dia.

 

Festival budaya multi etnis berlangsung di bawah tema, “Merajut kebersamaan dalam keberagaman”. (Sintus).

  • Bagikan