Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pengguntingan Pita, Tandai Peresmian Gedung GBI Asam Tiga

Bupati Kupang Korinus Masneno menggunting pita sebagai tanda peresmian gedung GBI Asam Tiga Rabu (15/5).

OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT – Setelah Sebelas tahun Gereja Bethel Indonesia Jemaat Betlehem Asam Tiga berproses (sejak 10 Mei 2012), akhirnya Rabu 10/5/2023 Jemaat dengan penuh sukacita merayakan peresmian gedung gereja yang baru, berlokasi di Jalan Timor Raya Km. 36 Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

 

Peresmian ini dilakukan oleh Bupati Kupang Korinus Masneno bersama Ketua Badan Pengurus Daerah GBI NTT Kirenius Bole, yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama gereja, penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

 

Bupati Korinus Masneno pada kesempatan tersebut mengatakan, apa yang terjadi saat ini bukan karena kuat dan hebat manusia, melainkan atas restu dan Kehendak Yang Maha Kuasa.

“Yang terjadi saat ini, Gereja Bethel Indonesia Jemaat Betlehem Asam Tiga bisa memiliki rumah ibadah yang baru. Itu semua atas Kehendak Yang Maha Kuasa melalui uluran kasih Jemaat yang memiliki hati kasih dalam pembangunan gereja ini,” ucapnya.

 

Bupati Masneno mrnyampaikan, misi besar Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang yaitu bangun sumber daya manusia, yang tidak hanya baik secara ekonomi atau ilmu pengetahuan saja, melainkan memiliki mental dan spiritual juga baik.

 

Baginya, Lembaga Keagamàan/ Gereja adalah pilar utama pembangunan manusia di Kabupaten Kupang.

 

Pada kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, panitia pembangunan gereja serta semua pejabat GBI NTT yang selalu hadirkan Pemerintah untuk sama-sama menyatakan rasa syukur atas semua yang dirayakan GBI, seperti yang disyukuri hari ini.

 

“Sudah beberapa kali pembangunan Gereja Bethel Indonesia di Kabupaten Kupang saya yang meresmikan. Dan ini bukti hubungan relasi yang baik antar gereja dan pemerintah,” ungkapnya.

 

Sedangkan Ketua BPD GBI NTT, Kirenius Bole dalam khotbahnya mengatakan, pembangunan gedung gereja ini karena Tuhan yang memulai, maka Tuhan pasti menyelesaikannya.

 

“Tuhan pakai orang-orang dalam memberi bantuan. Tanpa sebuah pengorbanan, tidak mungkin pembangunan gereja ini bisa berjalan. Terima kasih atas uluran kasih segenap pihak yang telah bantu menyumbangkan pikiran, tenaga maupun materi atas pembangunan gereja ini,” ungkapnya.

 

Ia berpesan agar jemaat harus punya kedekatan dengan Pemerintah.

 

Sementara panitia pembangunan gereja, Yakob Dethan melaporkan, pembangunan gedung gereja ini berdiri atas kasih Karunia Sang Pencipta melalui uluran tangan Jemaat yang peduli akan pembangunan gedung gereja diantaranya Daniel Plaituka sekeluarga, Yusuf Siokain, Erie Siokain, serta dukungan penuh dari gembala pembina dan jemaat Anak Dara Oebufu dan lain-lain tanpa adanya proposal ke Pemerintah maupun Sinode GBI sendiri.

 

“Luas bangunan gereja 9×33 meter”, pungkas dia.(merc).

  • Bagikan