<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SVD Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/svd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/svd/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Aug 2025 23:35:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>SVD Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/svd/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SMGM Hadir Untuk Melanjutkan Semangat Pelayanan Gabriel Manek, Bagi Yang Tersisih</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35190/smgm-hadir-untuk-melanjutkan-semangat-pelayanan-gabriel-manek-bagi-yang-tersisih/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 23:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[5M]]></category>
		<category><![CDATA[Belle Antonius]]></category>
		<category><![CDATA[Melayani sepenuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[Mgr. Gabriel Manek]]></category>
		<category><![CDATA[SMGM]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35190</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG FLOBAMORA-SPOT &#8212; Organisasi...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35190/smgm-hadir-untuk-melanjutkan-semangat-pelayanan-gabriel-manek-bagi-yang-tersisih/">SMGM Hadir Untuk Melanjutkan Semangat Pelayanan Gabriel Manek, Bagi Yang Tersisih</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Organisasi awam religius Sahabat Mgr Gabriel Manek (SMGM) Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan semangat pelayanan almarhum Uskup Mgr Gabriel Manek, SVD.</p>
<p style="text-align: left;">Semangat ini harus menyatakan dalam karya bagi orang kecil, miskin, terpinggirkan, dan orang sakit di seluruh dunia.</p>
<p>Dr. Bele Antonius, salah satu pengurus besar SMGM Indonesia dan dunia, menjelaskan, SMGM hadir sebagai sebuah wadah pelayanan umat Katolik yang berakar pada spiritualitas dan teladan hidup Mgr Gabriel Manek, SVD, Uskup pertama asal Keuskupan Atambua.<br />
Organisasi ini berawal dari prakarsa para Suster Putri Reinha Rosari (PRR) yang kemudian berkembang dan diakui keberadaannya di berbagai keuskupan di dunia.</p>
<p>“SMGM adalah organisasi religius awam yang menghidupi semangat pengabdian Mgr Gabriel Manek, SVD. Dalam statuta kami ditegaskan, seluruh karya pelayanan SMGM diarahkan bagi mereka yang miskin, kecil, terpinggirkan, dan sakit. Kami mau hadir sebagai tanda kasih Kristus di tengah dunia,” ungkap Dr. Bele Antonius.</p>
<p>Lebih jauh, ia menekankan, tata nilai pelayanan SMGM berlandaskan pada prinsip 5M, yang menjadi pegangan setiap anggota komunitas.</p>
<p>* Mengunjungi – setiap sahabat Mgr Gabriel Manek dipanggil untuk hadir secara nyata bagi keluarga atau pribadi yang membutuhkan. Kunjungan menjadi bentuk prioritas pelayanan.</p>
<p>* Mendengarkan – dalam setiap kunjungan, anggota SMGM diajak membuka hati, mendengarkan suka-duka mereka yang ditemui dengan penuh kesabaran dan perhatian.</p>
<p>* Menyentuh – pelayanan kasih diwujudkan dengan kehadiran yang dekat, hangat, dan bersahabat, sehingga mereka yang dikunjungi merasa diterima dan terhibur.</p>
<p>* Menghibur – SMGM membawa sukacita dan harapan baru bagi hati yang sedang susah, terluka, atau sakit. Kehadiran sahabat-sahabat ini hendak menyalakan semangat hidup.</p>
<p>* Mendoakan – setiap kunjungan diakhiri dengan doa bersama, memohon rahmat dan berkat Tuhan agar keluarga yang dilayani dikuatkan dalam iman dan kasih.</p>
<p>Prinsip 5M tersebut dirangkum dalam motto SMGM: “Melayani dengan Sepenuh Hati.”</p>
<p>Menurut Dr. Bele, semangat pelayanan ini bukan hanya tugas rohani semata, melainkan juga panggilan hidup setiap anggota untuk menghadirkan wajah Gereja yang penuh kasih.</p>
<p>“SMGM bukan sekadar organisasi, melainkan sebuah gerakan kasih. Kami percaya bahwa dengan melayani sepenuh hati, kami meneruskan jejak Mgr. Gabriel Manek dan menjawab kebutuhan Gereja serta dunia,” ujarnya.<br />
Kehadiran SMGM di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia diharapkan semakin menjadi oase kasih dan harapan bagi mereka yang tersisih. Sekaligus memperkaya karya Gereja Katolik dalam perutusannya di tengah umat manusia. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35190/smgm-hadir-untuk-melanjutkan-semangat-pelayanan-gabriel-manek-bagi-yang-tersisih/">SMGM Hadir Untuk Melanjutkan Semangat Pelayanan Gabriel Manek, Bagi Yang Tersisih</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pater Paul Gootee, SVD, &#8220;Tidur&#8221; Sambil Peluk Kain Adat Biboki”</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/11963/pater-paul-gootee-svd-tidur-sambil-peluk-kain-adat-biboki/</link>
					<comments>https://www.flobamora-spot.com/berita/11963/pater-paul-gootee-svd-tidur-sambil-peluk-kain-adat-biboki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2021 14:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA["Tidur" Sambil Peluk Kain Adat Biboki”]]></category>
		<category><![CDATA[Pater Paul Gootee]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=11963</guid>

					<description><![CDATA[<p>ILLINOIS, FLOBAMORA-SPOT.COM &#8211; Misionarist...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/11963/pater-paul-gootee-svd-tidur-sambil-peluk-kain-adat-biboki/">Pater Paul Gootee, SVD, &#8220;Tidur&#8221; Sambil Peluk Kain Adat Biboki”</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ILLINOIS, FLOBAMORA-SPOT.COM </strong>&#8211; Misionarist Katolik dari Amerika Serikat Pater Paul Gootee, SVD meninggal minggu lalu dan baru dikebumikan Rabu (24/2/21) pagi Waktu Amerika atau jam 10 malam waktu Indoensia Tengah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastor Barat ini sudah pergi tetapi ada kenangan yang tidak bisa dilupakan yakni kecintaanya pada budaya dan tanah Timor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal ini sangat beralasan karena Almarhum bertugas di sana selama 55 tahun, sebuah rentang waktu yang cukup panjang.</p>
<figure id="attachment_11953" aria-describedby="caption-attachment-11953" style="width: 712px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11953" src="https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/02/20210224_142408.jpg" alt="" width="712" height="409" /><figcaption id="caption-attachment-11953" class="wp-caption-text">Sr. Yulita Bere (3 dari kanan) memukul tambur (likurai Belu) saat pemakaman almarhum P. Paul Gootee di Pekuburan Santa Maria Techno, Illinois, USA Rabu (24/2) pagi.</figcaption></figure>
<p>Untuk memenuhi permintaan almarhum para Pastor asal Timor yang bekerja di AS menutup jenazah P. Gootee dengan selembar kain adat Biboki (TTU).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Beruntung saya menyimpan kain Biboki. Satu lembar di atas jasad (dipeluk) almarhum&#8221;, demikian foto yang dikirim P. Matheus ke Media.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, kata Pastor asal Biboki itu, saat pemakaman berlangsung Sr. Yulita Bere, SSpS dari Fatubenao (Belu) mengiringinya dengan menabuh likurai (tambur).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastor Matheus mengisahkan, pada 2011 lalu Pastor Gootee menulis sebuah surat Wasiat yang isinya meminta jika ia meninggal, pemakamannya dilakukan dengan tradisi Timor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“P. Gootee minta. Saya minta anak Timor yang bekerja di US menguburkan saya seperti mereka menguburkan bapaknya sendiri. Itu sesuatu penghormatan bagi kami”, ujar P. Matheus Bitin Ro, SVD dalam wawancara on air bersama rekanita Jen Salem dari Radio Tirilolok Selasa (23/2).</p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-11951" src="https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/02/20210224_143854.jpg" alt="" width="708" height="412" /></p>
<p>Menurut dia. Menguburkan Almarhum secara adat Timor menunjukkan suatu kebanggaan bagi masyarakat dan Umat katolik di Timor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini menunjukkan suatu kecintaan, suatu dedikasi seorang misionarist yang begitu mencintai tanah Timor, adat dan budaya Timor, begitu dekat dengan umat dan masyarakat di TTU terutama. Ini juga penghormatan bagi kami anak Timor yang sedang bekerja di AS”, urai Pastor asal Biboki itu.</p>
<p>Sudah lebih dari 10 hari Pater Gootee meninggal dan selama itu jenazah almarhum disimpan dalam kulkas agar tetap awet.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastor Gootee memiliki 8 orang bersaudara dua diantaranya Biarawati, 5 dari mereka telah meninggal. Pater Gootee mulai sakit dan pulang AS untuk berobat pada 2011 dan tidak kembali lagi ke Timor hingga wafat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara pemakaman dihadiri beberapa SSpS asal NTT masing-masing Sr. Rosalia, Sr. Yulita, Sr. Rosa Dacosta, Sr. Intan dan puluhan Imam yang juga asal NTT. (Jen)</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/11963/pater-paul-gootee-svd-tidur-sambil-peluk-kain-adat-biboki/">Pater Paul Gootee, SVD, &#8220;Tidur&#8221; Sambil Peluk Kain Adat Biboki”</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.flobamora-spot.com/berita/11963/pater-paul-gootee-svd-tidur-sambil-peluk-kain-adat-biboki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berziarah ke Kapel Mgr.Gabriel Manek di Larantuka</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/1132/berziarah-ke-kapel-mgr-gabriel-manek-di-larantuka/</link>
					<comments>https://www.flobamora-spot.com/berita/1132/berziarah-ke-kapel-mgr-gabriel-manek-di-larantuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[yosintus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 May 2018 02:59:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata NTT]]></category>
		<category><![CDATA[ditahbiskan menjadi imam (1941) bersama rekannya Pater Karel Kale Bale]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://flobamora-spot.com/?p=1132</guid>

					<description><![CDATA[<p>MInggu, 6 Mei 2018 Laporan:...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/1132/berziarah-ke-kapel-mgr-gabriel-manek-di-larantuka/">Berziarah ke Kapel Mgr.Gabriel Manek di Larantuka</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<table class="tulisan" border="0" width="95%" cellspacing="1" cellpadding="1" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>MInggu, 6 Mei 2018</p>
<p>Laporan: Yasintus fahik</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td align="justify">
<figure id="attachment_1133" aria-describedby="caption-attachment-1133" style="width: 150px" class="wp-caption alignleft"><img decoding="async" class="size-thumbnail wp-image-1133" src="https://flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2018/05/Kapel-Mgr-Gabriel-Manek-SVD-di-Lebao_Larantuka-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><figcaption id="caption-attachment-1133" class="wp-caption-text">Kapel Mgr Gabriel Manek, SVD di Lebao_Larantuka</figcaption></figure>
<p><span style="font-family: 'Bookman Old Style', Georgia, 'Times New Roman', Times, serif"><b><i>Lebao-flobamora-spot.com</i></b> &#8211; Terletak di areal taman Biara Pusat Puteri-puteri Reinha Rosari (PRR), kapel itu berdiri megah dengan arsitektur yang sedikit lain dari kebanyakan kapel yang kita temui. Berukuran mungil, dinding warna putih dengan bagian depan menghadap gerbang masuk biara, memberi kesan yang berbeda kepada siapa saja yang dating berkunjung.</p>
<p>Di dalam kapel ini ditakhtakan dua jasad orang suci, masing-masing Mgr. Gabriel Manek,SVD dan Suster Anfrida,SSpS. Keduanya selaku pendiri dan co-pendiri Kongregasi PRR yang berpusat di Larantuka.  Jasad kedua pendiri Serikat PRR ini dibaringkan dalam peti khusus yang terbuat dari aluminium dan diletakan di sisi kiri-kanan altar kapel. Pada sebelah kiri altar diletakkan jasad Mgr.Gabriel Manek dan pada bagian kanan altar diletakan jasad Suster Anfrida. Meski sudah 17 tahun dikebumikan, namun ketika kubur itu dibongkar pada 10 April 2007 lalu, jasad Almarhum Mgr. Manek masih tetap utuh. Hal ini mengundang tanya dibenak siapa saja yang melihatnya. Setuju atau tidak, akal sehat harus menerima kenyataan ini. Tapi itulah fakta sebenarnya yang terjadi atas jasad Mgr. Manek, kelihatan  masih utuh persis seperti 23 tahun silam saat dimasukan ke dalam peti. Tidak ada sedikitpun cacat, peti masih utuh, mitrapun tampaknya masih bersih diletakan disamping  kepala dengan  rambut yang masih tersisir rapi. Sebuah kain tenun motif Timor masih utuh membentang di kaki uskup sang peziarah itu. Pada hal, saat kematian, jasadnya tidak pernah diawetkan sama sekali.</p>
<p>Di Kapel ini, setiap hari selalu saja ada umat yang datang berdoa. Di depan kedua jenazah, mereka khusuk dalam doa, menyampaikan berbagai pinta/ujud kepada Tuhan melalui perantaraan mereka.</p>
<p>Sementara itu pada sisi kanan pintu masuk kapel, tersedia juga sebuah kotak kaca, dan formulir yang berisi ujud yang hendak disampaikan. Bagi umat yang ingin menyampaikan ujud tertentu, dapat menulisnya di formulir yang disediakan, dan memasukannya ke dalam kota kaca. Setelah itu, semua permohonan itu akan diambil oleh para suster PRR untuk disampaikan dalam doa-doa mereka. Masih di sisi kanan pintu masuk terpampang bahlio berukuran kecil yang berisi biodata almarhum Mgr. Gabriel Manek. Masih di sisi kanan masuk terdapat juga bahlio berukuran serupa yang berisi biodata singkat Suster Anfrida. Selain itu di depan kedua jasad ini tertata rapi deretan beberapa bangku yang sengaja disiapkan untuk umat yang datang berdoa di Kapel ini.</p>
<p>Beberapa umat menuturkan kesaksian mereka tentang terkabulnya doa dan permohonan mereka ketika dating di kapel ini. Emanuel Soge, salah seorang umat Paroki San Juan, Keuskupan Larantuka menceriterakan bahwa salah seorang sahabatnya orang Batak (bermarga), yang bekerja pada Dinas Kesehatan Flores Timur, sembuh dari sakitnya ketika beberapa kali datang berdoa di tempat itu.</p>
<p><strong>Dari Amerika ke Indonesaia</strong><br />
Upaya pengambilan jenazah almarhum Mgr. Manek telah dirintis semenjak tahun 2005 &#8211; 2006, dengan melakukan pendekatan kepada semua pihak, baik yang ada di USA (pemerintah dan pihak gereja maupun SVD setempat), pihak SVD dan Gereja lokal dalam negeri. Tanggal 12 Maret Sr.Simprosa PRR menuju Techny diikuti Suster Pemimpin Umum. Sr Benedictis PRR, pada tanggal 12 April untuk merampungkan serta menyelesaikan berbagai urusan berkenaan dengan penggalian kubur sang pendiri.</p>
<p>Hasilnya, tanggal 10 April 2007 kuburan itu mulai digali. Aneh bin ajaib, peti ditemukan sedang terapung di atas air di musim semi. Tindakan yang ditempuh ketika menyaksikan kondisi demikian, waktu penggalian diundur beberapa hari dan dipakai untuk berdoa, hingga 14 April peti diangkat, lalu dibuka.</p>
<p>Ketika peti dibuka, ternyata jenazah masih utuh, kedua pipi sang uskup masih tampak kemerah-merahan, sebuah titik hitam tampak pada hidung. Pakaian pun masih utuh, mitra tampak sangat terawat berdempetan dengan kepala sang uskup dengan rambut tersisir rapi. Sang peziarah tampak sedang tidur dan menanti waktu untuk segera kembali ke Larantuka. Sebuah kain Timor, yang terletak di bagian kaki masih utuh, yang semuanya mengisyaratkan: cinta sang peziarah untuk kembali ke Indonesia.<br />
<strong><br />
Sekilas tentang almarhum Mgr. Manek </strong>Dikisahkan, bahwa dalam usia sangat muda sekitar 28 tahun, beliau ditahbiskan menjadi imam (1941) bersama rekannya Pater Karel Kale Bale, SVD. Lalu 10 tahun kemudian (25 April 1951) beliau ditahbiskan menjadi Uskup Larantuka. Peristiwa tahbisan Uskup Manek sebagai penghargaan terhadap karya misi Gereja di Flores/NTT, juga sebuah respek rohani terhadap orang NTT, yang sudah mampu untuk diberi fungsi pimpinan sebagai Sacerdos Manus.</p>
<p>Pada tahun 1942–1946, Mgr.Manek  pernah menjadi satu-satunya pastor untuk seluruh kawasan Flores Timur, termasuk pulau-pulau sekitar Adonara, Solor, Lembata, Alor dan Pantar. Kunci yang menjadi pokok perhatiannya adalah menyapa setiap umat secara personal, mengenal mereka; memperhatikan persoalan yang sedang dihadapi dan mencari upaya untuk meningkatkan kualitas iman umat.</p>
<p>Di masa itu, Ia mengunjungi umatnya dengan naik perahu seperti peledang ke Lamalera dan Lembata, lalu tunggang kuda untuk sedapat mungkin bertemu dengan sekian banyak umat. Di sini, imam muda Gabriel Manek membaktikan seluruh hidupnya di tengah umat yang telah diberi Tuhan kepadanya. Hal yang sama terus ia lakukan ketika menjadi Uskup Larantuka. Ia dengan setia menyapa umatnya, mengunjungi dan melayani.</p>
<p>Dia memang seorang gembala sejati, seorang pelayan gereja yang tangguh dan kontekstual. Ia memiliki visi jauh ke depan untuk membesarkan kehidupan gereja local. Salah satu yang terungkap ketika pada 15 Agustus 1958 ia mendirikan Tarekat Puteri Reinha Rosari (PRR). PRR dikemas dari persepsinya atas kehendak Tuhan untuk mendidik gadis-gadis pribumi menjadi pelayan Tuhan di kebun anggurNya.*)</p>
<p></span></p>
<p>Sumber:Kabarindonesia.com /<br />
<span style="color: #818181;font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif"><b>Oleh : Balawala Mansetus</b></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/1132/berziarah-ke-kapel-mgr-gabriel-manek-di-larantuka/">Berziarah ke Kapel Mgr.Gabriel Manek di Larantuka</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.flobamora-spot.com/berita/1132/berziarah-ke-kapel-mgr-gabriel-manek-di-larantuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
