<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Charles Ibrahim Dia Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/charles-ibrahim-dia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/charles-ibrahim-dia/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 11:33:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Charles Ibrahim Dia Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/charles-ibrahim-dia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara Disdikbud Kota Kupang Perkuat Solidaritas Antar Pegawai</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/38074/ini-cara-disdikbud-kota-kupang-perkuat-solidaritas-antar-pegawai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 11:33:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ape Hotan]]></category>
		<category><![CDATA[Charles Ibrahim Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Duka]]></category>
		<category><![CDATA[Jefri Hitarihun]]></category>
		<category><![CDATA[suka]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbangan spontanitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=38074</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Dinas...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/38074/ini-cara-disdikbud-kota-kupang-perkuat-solidaritas-antar-pegawai/">Ini Cara Disdikbud Kota Kupang Perkuat Solidaritas Antar Pegawai</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang sejak tahun 2020 menetapkan kebijakan pemberian sumbangan spontanitas bagi aparatur yang mengalami peristiwa duka maupun sukacita.</p>
<p>Hal itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Nomor 23/Disdikbud.801/SEK/2020.</p>
<p>Isinya tentang Sumbangan Duka/Biaya Nikah Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.</p>
<p>Kebijakan yang ditetapkan pada 25 Mei 2020 itu dilandasi semangat mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai tidak tetap (PTT) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.</p>
<p>Dalam bagian pertimbangan surat keputusan tersebut dijelaskan, hubungan sosial antar aparatur telah membentuk ikatan sebagai satu keluarga besar. Karena itu, setiap pegawai diharapkan berpartisipasi secara nyata ketika rekan kerja mengalami peristiwa kedukaan ataupun pernikahan.</p>
<p>Melalui keputusan tersebut ditetapkan besaran sumbangan spontanitas yang disesuaikan dengan jenjang jabatan. Untuk peristiwa duka yang menimpa aparatur, besarannya mulai dari Rp150.000 bagi pejabat eselon II hingga Rp20.000 bagi staf PTT. Sementara untuk keluarga inti aparatur, bantuan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp15.000 sesuai golongan jabatan.</p>
<p>Adapun bantuan untuk peristiwa pernikahan aparatur maupun anggota keluarga yang menjadi tanggungannya ditetapkan mulai dari Rp125.000 bagi pejabat eselon II hingga Rp15.000 bagi staf PPPK.</p>
<p>Surat keputusan itu juga mengatur apabila dalam satu bulan terjadi lebih dari satu peristiwa duka atau pernikahan, maka pemberian sumbangan dilakukan secara bergiliran berdasarkan urutan kejadian, sehingga hanya dilakukan satu kali pengumpulan sumbangan dalam satu bulan.</p>
<p>Menariknya, kebijakan tersebut tidak bersifat memaksa. Pegawai yang tidak bersedia berpartisipasi diberi kesempatan menyampaikan surat keberatan secara tertulis dan menyatakan tidak mengharapkan bantuan serupa apabila kelak mengalami peristiwa duka maupun pernikahan.</p>
<p>Mantan staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang telah mengabdi selama 21 tahun, Charles Ibrahim Dia, SH, menilai kebijakan tersebut merupakan salah satu warisan budaya organisasi yang lahir dari semangat kebersamaan di lingkungan kerja dan tidak memaksa.</p>
<p>&#8220;Ketika kebijakan ini dibentuk, tujuannya sederhana, yakni agar tidak ada pegawai yang merasa sendiri saat menghadapi duka maupun saat merayakan sukacita. Nilai gotong royong seperti ini perlu terus dipelihara karena menjadi perekat hubungan antarsesama pegawai, dan perlu diingat masa saya dulu itu tidak memaksa&#8221; ujar Charles.<br />
Ia mengatakan, selama bertugas di Disdikbud, kebiasaan saling membantu telah menjadi bagian dari budaya kerja yang memperkuat rasa memiliki terhadap institusi.</p>
<p>Senada dengan itu, salah seorang staf aktif Disdikbud Kota Kupang, Jefri Hitarihun, menyatakan dukungannya terhadap gerakan solidaritas yang pertama kali digagas oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut telah memberi manfaat nyata bagi pegawai.</p>
<p>&#8220;Ini bukan soal besar kecilnya nominal bantuan, tetapi bentuk kepedulian dan kebersamaan. Gagasan yang dibangun Pak Dumuliahi Djami patut dipertahankan karena mencerminkan nilai kekeluargaan yang selama ini tumbuh di Disdikbud,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, staf Disdikbud Kota Kupang lainnya, Ape Hotan, berharap Surat Keputusan tersebut kembali disosialisasikan kepada seluruh pegawai agar seluruh aparatur memahami substansi, mekanisme, serta hak dan kewajiban masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kalau memang SK ini masih menjadi pedoman, sebaiknya disosialisasikan kembali kepada seluruh staf. Bila dalam pelaksanaannya ada masukan atau kebutuhan penyesuaian dengan kondisi saat ini, poin-poin penting di dalamnya juga bisa diperbarui melalui mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, semangat solidaritas tetap terjaga dan kebijakan ini mendapat pemahaman yang sama dari semua pegawai,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kebijakan internal tersebut menjadi salah satu contoh penerapan nilai gotong-royong dalam birokrasi. Melalui partisipasi sukarela, beban pegawai yang sedang mengalami kedukaan dan sukacita, dapat diringankan. Ini sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kekeluargaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/38074/ini-cara-disdikbud-kota-kupang-perkuat-solidaritas-antar-pegawai/">Ini Cara Disdikbud Kota Kupang Perkuat Solidaritas Antar Pegawai</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Charles Ibrahim Dia, Pengabdi Senyap yang Menuntaskan Tugas hingga Hari Terakhir</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/37742/charles-ibrahim-dia-pengabdi-senyap-yang-menuntaskan-tugas-hingga-hari-terakhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 09:22:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Charles Ibrahim Dia]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=37742</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Di...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37742/charles-ibrahim-dia-pengabdi-senyap-yang-menuntaskan-tugas-hingga-hari-terakhir/">Charles Ibrahim Dia, Pengabdi Senyap yang Menuntaskan Tugas hingga Hari Terakhir</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Di tengah budaya kerja yang kerap berubah seiring pergantian waktu, sosok Charles Ibrahim Dia, SH, hadir sebagai teladan tentang arti pengabdian yang dijalani dengan penuh tanggung jawab hingga akhir masa tugas.</p>
<p>Staf Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang itu resmi memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juni 2026.</p>
<p>Berdasarkan Surat Keputusan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Charles berhenti sebagai ASN sejak 13 Mei 2026 setelah mengabdi selama 22 tahun di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.</p>
<p>Namun menjelang akhir masa baktinya, Charles tetap menunjukkan dedikasi yang jarang ditemui.</p>
<p>Hingga Jumat (29/5/2026),<br />
ia masih terlihat hadir di kantor dan menjalankan tugas seperti biasa, termasuk menandatangani daftar hadir ASN.</p>
<p>Bagi Charles, pengabdian bukan sekadar soal status atau jabatan, melainkan tanggung jawab moral yang harus diselesaikan dengan baik.</p>
<p>“Saya mau menyelesaikan pengabdian dengan baik dan sempurna. Saya juga mau memberikan contoh kepada adik-adik ASN yang masih aktif agar bekerja secara profesional dan melayani masyarakat Kota Kupang dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya saat ditemui penulis di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.</p>
<p>Sikap sederhana namun penuh komitmen itu meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan kerjanya.</p>
<p>Di mata mereka, Charles dikenal sebagai pribadi yang tenang, rendah hati, dan tidak banyak bicara, tetapi selalu menyelesaikan setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.</p>
<p>Rekan kerjanya, Aram Kolifai, menilai Charles sebagai figur yang mudah bergaul dan memiliki etos kerja yang patut dicontoh oleh generasi ASN yang lebih muda.</p>
<p>“Pak Charles itu rekan kerja yang tenang dan sederhana, tetapi selalu menyelesaikan semua tanggung jawab dengan baik. Beliau juga mudah bergaul dengan siapa saja. Keteladanan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus bekerja dengan baik,” kata Aram.</p>
<p>Hal senada disampaikan Doni Salmon. Menurut dia, Charles bukan hanya sekadar rekan kerja, tetapi juga sosok orang tua bagi pegawai-pegawai muda di lingkungan kantor tersebut.</p>
<p>“Bapak Charles bukan hanya rekan kerja, tetapi juga orang tua bagi kami yang junior. Banyak keteladanan yang beliau tinggalkan dan akan kami ingat serta lanjutkan dalam melayani masyarakat,” ujar Doni.</p>
<p>Pengabdian Charles Ibrahim Dia mungkin akan berakhir secara administratif pada awal Juni mendatang.</p>
<p>Namun nilai-nilai disiplin, kesederhanaan, dan tanggung jawab yang ia tunjukkan selama puluhan tahun diyakini akan tetap hidup dan menjadi warisan moral bagi rekan-rekannya di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37742/charles-ibrahim-dia-pengabdi-senyap-yang-menuntaskan-tugas-hingga-hari-terakhir/">Charles Ibrahim Dia, Pengabdi Senyap yang Menuntaskan Tugas hingga Hari Terakhir</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosok Charles Ibrahim Dia: ASN Tekun, Rendah Hati, dan Pecinta Catur</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35878/sosok-charles-ibrahim-dia-asn-tekun-rendah-hati-dan-pecinta-catur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 02:57:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Charles Ibrahim Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35878</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Ketekunan,...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35878/sosok-charles-ibrahim-dia-asn-tekun-rendah-hati-dan-pecinta-catur/">Sosok Charles Ibrahim Dia: ASN Tekun, Rendah Hati, dan Pecinta Catur</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> — Ketekunan, kesabaran, dan rasa tanggung jawab adalah tiga hal yang melekat kuat pada diri Charles Ibrahim Dia.</p>
<p>Charles merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.</p>
<p>Pria kelahiran Oenesu, 13 Mei 1968 ini kini menduduki jabatan Penata Muda Tk. I / III C dan dikenal luas sebagai sosok yang disiplin serta berintegritas tinggi.</p>
<p>Dalam kesehariannya, Charles tampil sederhana. Dengan ciri khas berkumis, berkulit sawo matang, dan berwajah oval, ia dikenal ramah dan mudah bergaul.</p>
<p>Di lingkungan kerja, Charles bukan hanya dihormati karena pengalamannya, tetapi juga karena sikapnya yang rendah hati dan mau membimbing rekan-rekan muda.</p>
<p>Tinggal di Jalan Asoka 3, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, bersama keluarga kecilnya, Charles menaruh perhatian besar pada nilai-nilai iman dan kerja keras.</p>
<p>Sebagai penganut Kristen Protestan, ia meyakini, bekerja dengan sungguh-sungguh adalah bentuk pelayanan kepada Tuhan dan sesama.</p>
<p>Di sela rutinitas kantor, Charles mengisi waktu dengan bermain catur, hobinya sejak muda.</p>
<p>Bagi dia, catur bukan sekadar permainan, tetapi latihan berpikir strategis, sabar, dan jernih dalam mengambil keputusan.</p>
<p>“Catur mengajarkan saya untuk berpikir sebelum bertindak. Dalam pekerjaan pun, setiap langkah harus punya arah dan tujuan,” ungkapnya sambil tersenyum.</p>
<p>Meski telah bertahun-tahun mengabdi, Charles tak menutup mata terhadap berbagai hambatan dalam bekerja.</p>
<p>Ia mengaku tantangan terbesar justru datang dari kurangnya disiplin sebagian rekan kerja dan keterbatasan fasilitas kantor yang sering memperlambat proses pelayanan kepada masyarakat. Namun, ia tidak menjadikannya alasan untuk menyerah.</p>
<p>“Kita memang bekerja dengan segala keterbatasan, tapi kalau niatnya tulus, hasilnya tetap bisa baik. Yang penting jangan pernah kehilangan semangat melayani,” katanya tegas.</p>
<p>Kalimat itu sejalan dengan motto hidupnya:<br />
“Bekerja dengan hati, melayani dengan tulus.”</p>
<p>Bagi Charles Ibrahim Dia, menjadi ASN bukan hanya soal karier atau jabatan, melainkan panggilan untuk mengabdi dan memberi makna bagi orang lain.</p>
<p>Dengan prinsip kerja yang jujur, sederhana, dan penuh dedikasi, ia terus berupaya menjadi teladan bagi generasi muda di lingkungan birokrasi Kota Kupang. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35878/sosok-charles-ibrahim-dia-asn-tekun-rendah-hati-dan-pecinta-catur/">Sosok Charles Ibrahim Dia: ASN Tekun, Rendah Hati, dan Pecinta Catur</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
