<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumput laut Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/rumput-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/rumput-laut/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Aug 2026 06:28:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>rumput laut Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/rumput-laut/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pencemaran Laut Rusak Budidaya Rumput Laut &#038; Mutiara, Pemkab Kupang Tuntut PT. Temas Bertanggung Jawab dan Ganti Rugi</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/38174/pencemaran-laut-rusak-budidaya-rumput-laut-mutiara-pemkab-kupang-tuntut-pt-temas-bertanggung-jawab-dan-ganti-rugi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 06:28:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[PT Temas]]></category>
		<category><![CDATA[rugi]]></category>
		<category><![CDATA[rumput laut]]></category>
		<category><![CDATA[tumpahan minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Yos Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=38174</guid>

					<description><![CDATA[<p>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT &#8211;&#8212; Pemerintah...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/38174/pencemaran-laut-rusak-budidaya-rumput-laut-mutiara-pemkab-kupang-tuntut-pt-temas-bertanggung-jawab-dan-ganti-rugi/">Pencemaran Laut Rusak Budidaya Rumput Laut &#038; Mutiara, Pemkab Kupang Tuntut PT. Temas Bertanggung Jawab dan Ganti Rugi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT &#8211;</strong>&#8212; Pemerintah Kabupaten Kupang secara tegas menuntut PT. Temas selaku pihak terkait bangkai kapal yang menyebabkan pencemaran laut di wilayah Kupang Barat dan Pulau Semau untuk segera bertanggung jawab atas kerusakan ekosistem maupun kerugian yang dialami para petani rumput laut dan mutiara.</p>
<p>Langkah ini diambil setelah masyarakat banyak yang merugi karena usaha budidaya mereka terhenti akibat tumpahan minyak dan sampah dari bangkai kapal tersebut.</p>
<p>Kondisi pencemaran laut yang terjadi telah mengganggu keseimbangan ekosistem laut serta merusak usaha budidaya rumput laut dan mutiara yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di Kupang Barat maupun Pulau Semau.</p>
<p>Melalui koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang maupun tingkat provinsi, pemerintah daerah meminta agar permasalahan ini segera ditangani secara tuntas dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Kami meminta agar perusahaan kapal ini duduk bersama masyarakat korban dan pemerintah untuk membahas dampak serta kerugian yang dialami masyarakat. Kami berharap perusahaan ini bertanggung jawab sekaligus memberikan ganti rugi sesuai dengan data dan kerugian yang nyata dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Kupang Yos Lede dalam keterangan kepada awak media peliput Pemerintah Kabupaten Kupang Rabu (19/8/26).</p>
<p>Yos menekankan, banyak pembudidaya kini tidak lagi dapat berusaha karena hasil budidaya mereka rusak. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada hilangnya mata pencaharian dan meningkatnya angka pengangguran di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Ganti rugi diharapkan dapat mengembalikan modal usaha masyarakat agar mereka dapat kembali membudidayakan rumput laut dan mutiara di masa mendatang&#8221;, ujar dia.</p>
<p>Selain ganti rugi, pemerintah juga menuntut pengangkatan bangkai kapal dilakukan secara menyeluruh dan tepat, guna mencegah tumpahan minyak yang lebih luas. Pembersihan sampah-sampah dari bangkai kapal juga harus dilakukan secara optimal, yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Lingkungan Hidup Provinsi untuk penanganan dan pembuangan di lokasi yang sesuai.</p>
<p>Saat ini nilai total kerugian masih dalam tahap penghitungan dan pendataan yang melibatkan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Pemerintah berencana segera menggelar pertemuan untuk menghimpun data jumlah pembudidaya yang terdampak beserta besaran kerugiannya, sebelum disampaikan kepada pihak perusahaan untuk ditindaklanjuti.</p>
<p>“Kita akan menghimpun data masyarakat terlebih dahulu untuk mengetahui berapa banyak petani yang terkena dampak dan berapa nilai kerugiannya, lalu kita duduk bersama dengan pihak perusahaan untuk membahas penyelesaiannya secara tuntas dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Sintus).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/38174/pencemaran-laut-rusak-budidaya-rumput-laut-mutiara-pemkab-kupang-tuntut-pt-temas-bertanggung-jawab-dan-ganti-rugi/">Pencemaran Laut Rusak Budidaya Rumput Laut &#038; Mutiara, Pemkab Kupang Tuntut PT. Temas Bertanggung Jawab dan Ganti Rugi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saatnya Kelompok Pesisir, Bangkit</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/37584/saatnya-kelompok-pesisir-bangkit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 07:05:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[KKP]]></category>
		<category><![CDATA[rumput laut]]></category>
		<category><![CDATA[Yos Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=37584</guid>

					<description><![CDATA[<p>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Saatnya...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37584/saatnya-kelompok-pesisir-bangkit/">Saatnya Kelompok Pesisir, Bangkit</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Saatnya kelompok Pesisir Laut bangkit. Langkah ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kupang.</p>
<p>Pantauan medis, Bupati Kupang Yosef Lede menyerahkan Bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya Rumput Laut Kepada Kelompok Masyarakat di Kecamatan Sulamu, Sabtu (9/5/26).</p>
<p>Bantuan ini merupakan wujud dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.</p>
<p>Bupati Kupang Yosef Lede dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini penting karena atas izin-Nya bantuan yang telah lama diperjuangkan dan didoakan masyarakat Sulamu akhirnya dapat diserahkan.</p>
<p>Keberhasilan untuk memperoleh bantuan ini tidak lepas dari perjuangan intensif yang dilakukan pemerintah daerah, mulai dari komunikasi dan pertemuan langsung dengan pejabat tinggi Kementerian. Hingga pendekatan khusus yang dilakukan demi memprioritaskan Kabupaten Kupang sebagai daerah penerima manfaat utama.</p>
<p>“Kita bersyukur kepada Tuhan, karena kasih dan kemurahan-Nya kita semua berkumpul di sini. Bantuan ini bukan datang begitu saja, melainkan buah dari pergumulan, permohonan, dan doa masyarakat. Pemerintah berjuang, tetapi Tuhanlah yang memberikan hasilnya. Kita sepakat, semua yang kita terima ini adalah berkat dan karunia Tuhan,” ujar Bupati Yosef Lede.</p>
<p>Bupati Kupang menegaskan, perhatian besar Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Kupang juga terlihat dari pelaksanaan program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga Program Kampung Nelayan Merah Putih.</p>
<p>Yos memberikan pesan tegas kepada seluruh penerima bantuan agar sarana prasarana yang diserahkan termasuk pelampung dan alat budidaya digunakan dengan benar, dijaga, dan dimanfaatkan sesuai peruntukan.</p>
<p>Ia melarang keras praktik penggunaan alat yang tidak ramah lingkungan atau cara budidaya yang merusak ekosistem.</p>
<p>Bupati Kupang juga mengingatkan agar jalur akses perahu dan alur pelayaran di sekitar lokasi budidaya tidak boleh terhalang.</p>
<p>Ia meminta Camat, Kapolsek, Anggota DPRD, dan seluruh tokoh masyarakat untuk turut mengawasi hal tersebut demi kepentingan bersama antara petani rumput laut dan nelayan.</p>
<p>“Saya berikan tenggat waktu sampai panen berikutnya. Mulai setelah panen selesai, kami akan awasi ketat. Jangan lagi ada yang pakai cara atau alat yang merusak lingkungan. Kalau masih ada, kami akan tindak tegas. Begitu juga, jangan sampai ada yang menjual bantuan ini. Saya sudah berpesan kepada pihak kepolisian dan jajaran terkait. Jika ada yang ketahuan menjual bantuan dari pemerintah, kami akan proses hukum sekeras-kerasnya. Bantuan ini tidak mudah didapat, butuh perjuangan bertahun-tahun,” tegas dia.</p>
<p>Lebih lanjut dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi rumput laut, tidak hanya sebatas budidaya, tetapi juga menuju hilirisasi produk.</p>
<p>&#8220;Pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan investor untuk membangun industri pengolahan, agar rumput laut tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan bernilai jual tinggi&#8221;, ujar dia.</p>
<p>Menurut Yos, Pengembangan lahan seluas 1.000 hektar juga telah diusulkan ke Kementerian untuk perluasan usaha di wilayah potensial lainnya.</p>
<p>“Kami juga sedang berjuang agar harga jual rumput laut dapat diatur dan dievaluasi bersama Pemerintah Provinsi, sehingga kesejahteraan petani terjamin. Jika bibit atau sarana kurang memadai, sampaikan kepada kami. Jika APBN belum bisa mencukupi, kami akan upayakan bantuan stimulan dari APBD,” tambahnya.</p>
<p>Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Pejabat Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Asisten 1 Sekda Kabupaten Kupang, Perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT. Para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Kupang, Pimpinan Bank NTT Cabang Oelamasi, Camat dan Lurah Sulamu, serta Kapolsek Sulamu. (CRST).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37584/saatnya-kelompok-pesisir-bangkit/">Saatnya Kelompok Pesisir, Bangkit</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumput Laut NTT Punya Kualitas Kelas Dunia</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/32354/rumput-laut-ntt-punya-kualitas-kelas-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2025 01:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik rumput laut]]></category>
		<category><![CDATA[pengolahan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[PT RKN Tablolong]]></category>
		<category><![CDATA[RKN Clarisa Lino]]></category>
		<category><![CDATA[rumput laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=32354</guid>

					<description><![CDATA[<p>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT &#8211;&#8212; Gubernur...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32354/rumput-laut-ntt-punya-kualitas-kelas-dunia/">Rumput Laut NTT Punya Kualitas Kelas Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>OELAMASI, FLOBAMORA-SPOT &#8211;</strong>&#8212; Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena berkesempatan mengunjungi pabrik rumput laut PT Rote Karaginan Nusantara (RKN) yang terletak di Desa Tablolong Kabupaten Kupang pada Kamis (13/3/2025).</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut Gubernur Melki memantau langsung proses pengolahan rumput laut didampingi oleh Pimpinan PT. RKN Clarisa Lino.<br />
”Saya senang karena di NTT ini sudah punya pabrik produksi rumput laut yang berproduksi dengan orientasi ekspor kelas dunia untuk dikirim ke berbagai negara dan resmi kita menembus pasar dunia. Tadi saya cek ternyata rumput laut NTT ini yang terbaik di dunia dan telah diketahui juga dari uji laboratorium yang ada di pabrik ini,” ungkap Gubernur Melki.</p>
<p>”Terima kasih kepada PT RKN yang sudah berperan baik memproduksi olahan rumput laut kita dan menjadi offtaker yang baik bagi petani rumput kita. PT RKN harus semakin berkembang agar saling bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT sehingga dapat meningkatkan PAD dan juga meningkatkan produktifitas petani rumput laut dan kita harapkan juga petani rumput laut semakin banyak dan ada peningkatan ekonomi bagi mereka,” kata Gubernur.</p>
<p>Akan dikembangkan biostimulan dari pengolahan rumput laut di PT RKN.</p>
<p>“Selain produk yang dihasilkan PT RKN berupa Semi Refined Carrageenan (SRC), kedepan akan ada produk berupa biostimulan. Ini salah satu bentuk lagi hilirisasi yang diproduksi dan punya nilai tambah yang dapat digunakan untuk sektor pertanian sebagai bahan pupuk untuk meningkatkan produktifitas tanaman pertanian. Ini sangat baik dalam meningkatkan produktifitas dan mengurangi penggunaan pestisida. Biostimulan ini juga dapat meregenerasi kembali kandungan tanah dengan baik. Nanti kita akan uji coba di produk ini di NTT,” ujar dia.</p>
<p>Pemerintah akan mendorong peningkatan produksi rumput laut petani dengan pengembangan bibit baru melalui metode kultur jaringan.</p>
<p>“Saat ini petani kita masih menggunakan bibit lama yang setiap titiknya hanya menghasilkan 1 Kg rumput laut. Kedepan Pemerintah Provinsi NTT akan mengembangkan bibit baru dengan pola kultur jaringan sehingga 1 titik dapat menghasilkan 5 kg rumput laut. Ini akan membantu masyarakat petani rumput laut dalam peningkatan ekonomi mereka,” kata Gubernur Melki.</p>
<p>Sementara itu, Pimpinan PT RKN Clarisa Lino menyebutkan pihaknya telah beroperasi sejak tahun 2017 lalu dan saat ini mampu menghasilkan produksi mencapai 150 ton per bulan.<br />
”PT RKN ini sudah berproduksi sejak tahun 2017 dan saat ini mampu menghasilkan 150 ton per bulan. Bahan baku rumput laut yang diolah di sini berasal dari Kabupaten Kupang (Sulamu), Rote, Pulau Kera, Alor, Flores, serta Lembata,” ungkap Clarisa.</p>
<p>“Produk yang kami hasilkan saat ini sudah berupa Semi Refined Carrageenan (SRC) yang saat ini benar-benar 100 persen sudah diekspor ke Chili, Argentina, Brazil, Jerman, dan Austria,” ungkapnya. (BAP-NTT).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32354/rumput-laut-ntt-punya-kualitas-kelas-dunia/">Rumput Laut NTT Punya Kualitas Kelas Dunia</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
