<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mans Betekeneng Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/mans-betekeneng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/mans-betekeneng/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 11:29:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Mans Betekeneng Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/mans-betekeneng/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cinta yang Menyatukan Dua Budaya di Kota Kupang</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/37554/cinta-yang-menyatukan-dua-budaya-di-kota-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 11:29:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Enjel Betekeneng - Danijel Devetak]]></category>
		<category><![CDATA[Mans Betekeneng]]></category>
		<category><![CDATA[Pertunangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=37554</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Langit...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37554/cinta-yang-menyatukan-dua-budaya-di-kota-kupang/">Cinta yang Menyatukan Dua Budaya di Kota Kupang</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Langit Kota Kupang perlahan berubah jingga ketika halaman rumah keluarga besar Mans Betekeneng di Jalan P. Da Cunha, Naikoten Dua, mulai dipenuhi keluarga dan kerabat, Kamis (7/5-2026) sore itu.</p>
<p>Di bawah tenda sederhana yang berdiri di halaman rumah, kursi-kursi ditata rapi. Aroma hidangan dari dapur bercampur dengan suara sapaan hangat para tamu yang datang silih berganti.</p>
<p>Di sudut halaman, sejumlah perempuan tampak sibuk menyiapkan jamuan keluarga. Anak-anak berlarian kecil di antara tamu yang mulai memenuhi tenda. Suasana terasa akrab, tetapi sekaligus sakral.</p>
<p>Sore itu, dua keluarga dari latar budaya berbeda dipertemukan dalam satu prosesi adat peminangan.</p>
<p>Tak lama kemudian, perhatian para tamu tertuju ke arah timur tenda. Rombongan keluarga besar Danijel Devetak perlahan memasuki halaman rumah. Mereka didampingi perwakilan keluarga dan kerabat di Kupang Bapak Linus Lusi serta juru bicara keluarga, Elvis B Toni.</p>
<p>Iringan gong dan tarian adat Lamaholot mengantar langkah rombongan menuju tempat prosesi berlangsung.</p>
<p>Di dalam tenda, keluarga besar calon mempelai perempuan telah menunggu. Marianus Kleden bersama keluarga besar Ileape berdiri menyambut kedatangan rombongan dengan penuh penghormatan. Sebelum memasuki rumah adat keluarga, juru bicara pihak laki-laki terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka secara adat.</p>
<p>Yang menarik, dialog adat sore itu tidak hanya disampaikan dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga dalam Bahasa Inggris. Pilihan itu dilakukan agar Danijel Devetak, calon mempelai pria berdarah Kroasia, dapat memahami seluruh makna pembicaraan adat yang berlangsung.</p>
<p>Suasana mendadak hening setiap kali tutur adat dilantunkan. Kalimat demi kalimat diucapkan perlahan, penuh penghormatan kepada keluarga dan leluhur. Sesekali terdengar tawa kecil ketika penerjemahan dilakukan, mencairkan suasana tanpa mengurangi kekhidmatan prosesi.</p>
<p>Sore itu, keluarga besar Betekeneng secara resmi menerima proses peminangan Angelika Maria Sangaji Betekeneng, atau yang akrab disapa Enjel Betekeneng, oleh Danijel Devetak.</p>
<p>Prosesi tersebut bukan sekadar pertemuan dua insan yang hendak membangun rumah tangga, melainkan juga perjumpaan dua budaya yang berbeda namun saling menghormati.</p>
<p>Keluarga besar Betekeneng menghadirkan nuansa adat Lamaholot Ileape yang kuat dengan penekanan pada penghormatan terhadap keluarga besar dan leluhur.</p>
<p>Sementara pihak calon mempelai pria menggunakan pendekatan budaya Alor dalam tata cara penyampaian peminangan. Perbedaan itu justru menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna sepanjang prosesi berlangsung.</p>
<p>Karena berasal dari luar negeri, keluarga calon mempelai pria mempercayakan penyampaian adat kepada perwakilan keluarga di Kupang. Elvis B. Toni tampil sebagai juru bicara pihak laki-laki dengan tutur kata yang tenang dan penuh penghormatan. Dari pihak perempuan, Marianus Kleden menjawab setiap penyampaian adat dengan bahasa yang bijak dan meneduhkan suasana.</p>
<p>Di ruang tamu yang dipenuhi keluarga besar kedua belah pihak, suasana beberapa kali berubah haru. Tatapan mata orangtua, senyum keluarga, hingga lantunan tutur adat yang disampaikan bergantian membuat prosesi itu terasa begitu sakral.</p>
<p>Tidak tampak jarak di tengah perbedaan bahasa maupun latar budaya. Yang hadir justru penerimaan dan penghormatan satu sama lain.</p>
<p>Sejumlah tokoh adat Lamaholot Ileape turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Pieter Manuk, Daniel Hurek, Lamber Hurek, dan Undangan lain Theo Widodo bersama para tamu lainnya.</p>
<p>Acara dipandu Erens Mahodim yang menjaga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib namun tetap hangat dalam suasana kekeluargaan.</p>
<p>Setelah seluruh rangkaian adat dan penyerahan simbol keluarga selesai dilakukan di dalam rumah, kedua keluarga kemudian berbaur kembali di bawah tenda utama. Percakapan hangat terdengar di berbagai sudut. Sejumlah tamu saling berjabat tangan dan berbincang, sementara keluarga besar Betekeneng dan Nahak tampak larut dalam sukacita yang sama.</p>
<p>Menjelang malam, prosesi adat yang berlangsung sejak sore itu ditutup dengan misa pemberkatan cincin pertunangan yang dipimpin RD Konrad Takene. Dalam suasana doa yang khusyuk, kedua calon mempelai menerima pemberkatan sebagai tanda keseriusan mereka melangkah menuju kehidupan berkeluarga.</p>
<p>Bagi keluarga yang hadir, sore itu bukan sekadar acara pertunangan. Di sebuah rumah sederhana di Jalan P. Da Cunha, Naikoten Dua, cinta dipertemukan dengan adat, sementara perbedaan budaya justru menjadi jembatan untuk saling mengenal lebih dekat.</p>
<p>Di tengah perbedaan negara, bahasa, dan tradisi, kedua keluarga menunjukkan bahwa cinta tidak selalu harus lahir dari kesamaan. Kadang, cinta tumbuh dari penghormatan, penerimaan, dan kesediaan untuk saling memahami. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37554/cinta-yang-menyatukan-dua-budaya-di-kota-kupang/">Cinta yang Menyatukan Dua Budaya di Kota Kupang</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pater Frans Betekeneng SVD Pamitan dengan Keluarga di Kupang Sebelum Kembali ke Argentina</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35534/pater-frans-betekeneng-svd-pamitan-dengan-keluarga-di-kupang-sebelum-kembali-ke-argentina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 14:25:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Mans Betekeneng]]></category>
		<category><![CDATA[P. Frans Betekeneng]]></category>
		<category><![CDATA[Pamitan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertemuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35534</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT — Suasana...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35534/pater-frans-betekeneng-svd-pamitan-dengan-keluarga-di-kupang-sebelum-kembali-ke-argentina/">Pater Frans Betekeneng SVD Pamitan dengan Keluarga di Kupang Sebelum Kembali ke Argentina</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti jamuan makan malam keluarga besar Pater Frans Betekeneng, SVD, Selasa (9/9) malam di Kupang.<br />
Imam Katolik asal Ileape Lembata itu menyempatkan diri bertemu keluarga sebelum kembali melanjutkan karya perutusannya di Argentina, Rabu (10/9).</p>
<p>Sejak 25 tahun terakhir, Pater Frans mengabdikan hidupnya sebagai misionaris di Argentina.</p>
<p>Kepulangannya ke tanah kelahiran kali ini bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga merayakan pesta syukur 25 tahun imamatnya di Lewoleba bulan lalu.</p>
<p>Setelah perayaan itu, ia menyempatkan singgah di Kupang untuk bersua sanak keluarga yang telah lama menantikan kehadirannya.</p>
<p>Dalam pertemuan penuh nuansa kekeluargaan itu, Pater Frans tampak tak henti menebar senyum.</p>
<p>Ia memberi doa dan berkat bagi ponakan-ponakan, kerabat, serta generasi muda keluarga Betekeneng yang hadir.</p>
<p>“Saya sangat bahagia bisa kembali bertemu keluarga. Kehadiran ini menjadi kekuatan bagi saya untuk kembali melayani di tanah misi. Mohon terus doakan saya agar tetap setia dalam panggilan imamat,” ujar Pater Frans dengan semangat.</p>
<p>Bagi keluarga besar Betekeneng, momen pamitan tersebut menjadi saat berharga yang sarat makna.</p>
<p>Mans Betekeneng, sesepuh sekaligus putra sulung keluarga di Kupang, menyampaikan pesan mendalam bagi adiknya yang akan kembali jauh menempuh karya pelayanan.</p>
<p>“Kami melepas Pater Frans dengan bangga, meski hati kecil menahan rindu. Karya pengabdian yang ia jalani di negeri seberang adalah kebanggaan Lewo Tana dan keluarga besar dan juga masyarakat Lewoleba Lembata. Kami berharap ia selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan tetap teguh dalam panggilannya,” kata Mans.</p>
<p>Ia menambahkan, kehadiran Pater Frans di tengah keluarga kali ini mengingatkan semua anggota keluarga akan arti kebersamaan, doa, dan saling menguatkan.</p>
<p>“Kami merasa diteguhkan kembali sebagai keluarga. Pesan dan teladan hidup Pater Frans menjadi warisan rohani yang sangat berarti bagi generasi muda,” ujarnya.</p>
<p>Malam itu ditutup dengan doa bersama dan pelukan hangat, seakan menjadi jembatan rindu yang menghubungkan jarak antara Kupang, Lewoleba, dan tanah misi jauh di Argentina. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35534/pater-frans-betekeneng-svd-pamitan-dengan-keluarga-di-kupang-sebelum-kembali-ke-argentina/">Pater Frans Betekeneng SVD Pamitan dengan Keluarga di Kupang Sebelum Kembali ke Argentina</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
