<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Strategis Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/strategis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/strategis/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Mar 2025 06:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Strategis Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/strategis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gubernur NTT Sebut, EBT Solusi Bagi Tantangan Energi di Masa Depan</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/32292/gubernur-ntt-sebut-ebt-solusi-bagi-tantangan-energi-di-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2025 06:38:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[diperbarui]]></category>
		<category><![CDATA[EBT]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Energi baru terbarukan]]></category>
		<category><![CDATA[energi fosil]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[kaca]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi Publik RUED]]></category>
		<category><![CDATA[Lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan energi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sumba]]></category>
		<category><![CDATA[ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Session]]></category>
		<category><![CDATA[solusi tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[terbatas emisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=32292</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212; “Energi...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32292/gubernur-ntt-sebut-ebt-solusi-bagi-tantangan-energi-di-masa-depan/">Gubernur NTT Sebut, EBT Solusi Bagi Tantangan Energi di Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; “Energi baru terbarukan (EBT) merupakan solusi bagi tantangan energi di masa depan. Berbeda dengan energi fosil yang semakin terbatas dan menghasilkan emisi gas rumah kaca. EBT lebih ramah lingkungan dan dapat diperbarui secara terus-menerus. Beberapa wilayah di NTT, seperti Pulau Sumba, telah menjadi lokasi strategis untuk pengembangan energi terbarukan ini.”</p>
<p>Demikian dikatakan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat hadir pada acara Sharing Session dan Konsultasi Publik Rancangan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi NTT, di Hotel Harper, Selasa (11/3/2025).<br />
Acara yang diinisiasi oleh MENTARI tersebut mengangkat tema: &#8220;Membangun Swasembada Energi Bersih dari Desa.&#8221;</p>
<p>Program MENTARI (Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia) sendiri adalah sebuah kemitraan energi rendah karbon antara Negara Inggris dan Negara Indonesia yang telah berjalan selama 5 tahun (2020-2025) sebagai hasil kerja sama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta dalam mendukung pengembangan energi rendah karbon di Indonesia.</p>
<p>Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, dimana merupakan kesempatan emas bagi para pemangku kepentingan, akademisi, narasumber, mitra kerja terkait serta para pelajar sekolah kejuruan untuk berdiskusi, berbagi pemikiran, dan merancang langkah strategis guna memanfaatkan potensi besar energi terbarukan yang dimiliki NTT.</p>
<p>“NTT memiliki kekayaan sumber daya energi terbarukan yang luar biasa. Dari panas bumi, tenaga angin, energi surya, tenaga air, arus laut, hingga biomassa – semua ini merupakan peluang besar bagi kita dalam mendorong transisi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ujar Melki.</p>
<p>“Sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan dalam periode 2025-2030, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengembangkan hilirisasi produk lokal non-tambang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>Namun, hingga saat ini, pemanfaatan sumber EBT di NTT baru mencapai 35,67 MW atau hanya 0,15 persen dari total potensi yang mencapai 23.812,5 MW. Ini adalah tantangan besar yang harus kita jawab dengan kerja keras dan kolaborasi,” terang Melki.</p>
<p>Gubernur NTT juga mengapresiasi tinggi Program MENTARI yang telah menjalankan proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dua desa di Sumba Tengah, serta mendukung pelatihan di 42 lokasi penerima PLTS DAK di Sumba.</p>
<p>“Ini adalah contoh nyata bahwa energi terbarukan berbasis desa yang mampu mendukung kegiatan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga transisi energi tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di desa-desa terpencil,” ucapnya.</p>
<p>Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, langkah ini sejalan dan selaras dengan Program Prioritas Nasional serta Program Quick Win NTT.<br />
“Ini semua sejalan dengan Program Prioritas Nasional ‘Swasembada Pangan dan Energi’, serta Dasa Cita ketujuh ‘Ayo Bangun NTT’, yang menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur jalan, air, listrik, dan rumah layak huni demi kesejahteraan masyarakat, serta implementasi Program Quick Win NTT yang ke-3 yaitu pengembangan One Village One Product (OVOP) yang berbasis hilirisasi komoditas di tingkat desa,” jelas Melki.</p>
<p>“Sehingga saya berharap dengan adanya kegiatan Sharing Session ini dapat menjadi model yang dapat direplikasi, serta memberikan masukan bagi rekomendasi kebijakan on-grid dan off-grid EBT khususnya PLTS dan investasi publik-swasta dalam pengembangan EBT di tingkat desa,” tutur Melki.<br />
Gubernur NTT juga berharap, Dokumen Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi NTT yang telah disusun melalui berbagai tahapan konsultasi akan menjadi fondasi dalam perencanaan dan pengelolaan energi di NTT.<br />
“Dokumen ini mengintegrasikan prinsip gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI), sehingga memastikan bahwa transisi energi yang kita jalankan bersifat inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, tidak ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan energi bersih di NTT.” Pungkas Melki Laka Lena.</p>
<p>Sementara itu, Sektretaris Direktorat Jenderal EBTKE ESDM, Sahid Junaidi, mengatakan diperlukan sinergi dari beberapa pihak untuk mendukung ketahanan energi di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami dari Kementerian ESDM akan terus berupaya untuk memastikan ketersediaan energi yang terjangkau. Sehingga ini adalah bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pemangku kepentingan seperti organisasi internasional dengan tujuan masyarakat memperoleh kebutuhan energi yang layak.&#8221; Jelasnya.</p>
<p>Direktur Pembangunan Internasional Inggris untuk Indonesia, Amanda Mc Loughin mengungkapkan kebanggaannya karena program kemitraan MENTARI selama setahun dengan pemerintah NTT telah menghasilkan dokumen RUED pertama Indonesia yang mengintegrasikan prinsip-prinsip GEDSI. “Ini merupakan tonggak sejarah dalam kemitraan Indonesia-Inggris yang menunjukkan komitmen bersama untuk transisi energi yang adil, yang akan terus didukung oleh pemerintah Inggris melalui MENTARI. Kami selalu libatkan setiap pemangku kepentingan dalam setiap prosesnya. Ini untuk peradaban kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi di masa depan.” Ujar Amanda. (BAP-NTT).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32292/gubernur-ntt-sebut-ebt-solusi-bagi-tantangan-energi-di-masa-depan/">Gubernur NTT Sebut, EBT Solusi Bagi Tantangan Energi di Masa Depan</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NTT, Provinsi Pertama Pilot Project Program Penurunan Stunting dan Kemiskinan Extrem</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/32220/ntt-provinsi-pertama-pilot-project-program-penurunan-stunting-dan-kemiskinan-extrem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2025 12:32:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Wisata NTT]]></category>
		<category><![CDATA[cetak biru]]></category>
		<category><![CDATA[dan Menteri Kependudukan]]></category>
		<category><![CDATA[dan Pembangunan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Wihaji]]></category>
		<category><![CDATA[Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[finalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Design]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Aksi]]></category>
		<category><![CDATA[Strategis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=32220</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, FLOBAMORA-SPOT &#8211;&#8212; Presiden...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32220/ntt-provinsi-pertama-pilot-project-program-penurunan-stunting-dan-kemiskinan-extrem/">NTT, Provinsi Pertama Pilot Project Program Penurunan Stunting dan Kemiskinan Extrem</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>JAKARTA, FLOBAMORA-SPOT &#8211;</strong>&#8212; Presiden</em> Prabowo Subianto terus menunjukkan komitmen kuat dalam menanggulangi stunting dan kemiskinan ekstrem.</p>
<p>Nusa Tenggara Timur (NTT) kini menjadi provinsi pertama yang dijadikan pilot project untuk program Kolaborasi Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan.</p>
<p>Langkah besar ini ditandai dengan pertemuan strategis antara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI pada Sabtu (8/3/2025).</p>
<p>Mereka membahas finalisasi Grand Design Kolaborasi dan Rencana Aksi, yang akan menjadi cetak biru dalam mengatasi dua permasalahan krusial ini.</p>
<p>NTT Jadi Percontohan, Gerakan Kolaboratif Dimulai<br />
Dalam pertemuan ini, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, program ini harus berdampak nyata dan terukur, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini adalah gerakan besar yang harus dikerjakan bersama. NTT harus menjadi contoh bagaimana strategi kolaboratif bisa mengubah wajah Indonesia dari segi kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya,&#8221; ujar Gubernur Melki dengan penuh optimisme.</p>
<p>Menteri Wihaji menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini.</p>
<p>Pemerintah akan menggandeng Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Kementerian Desa, serta berbagai universitas dan lembaga penelitian, seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang, guna menghadirkan inovasi berbasis riset dalam menangani stunting dan kemiskinan.</p>
<p><strong>Dukungan Kuat dari Akademisi dan Swasta</strong></p>
<p>Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. (Dirjen Riset &amp; Pengembangan Kemdiktisaintek RI), Prof. Budi Setiyono, S.Sos, M.Pol. Admin., Ph.D (Sesmen Kependudukan &amp; Pembangunan Keluarga), serta tim ahli dari Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.</p>
<p>Gubernur Melki didampingi Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Asti Laka Lena, serta Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Donald Izaac.</p>
<p><strong>Langkah Nyata : Dari Kebijakan ke Implementasi</strong><br />
Program ini tidak sekadar wacana. Grand Design yang telah difinalisasi akan segera diterapkan di NTT dengan berbagai strategi, antara lain : Intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk ibu hamil dan anak balita.</p>
<p>Juga penguatan ekonomi masyarakat miskin melalui program pemberdayaan berbasis komunitas. Selain itu, pendidikan dan pendampingan keluarga, terutama bagi ibu dan calon ibu. Serta, sinergi dengan dunia usaha, agar lebih banyak program CSR difokuskan untuk mendukung pengentasan stunting dan kemiskinan.</p>
<p>Gubernur Melki menegaskan, keberhasilan program ini akan menjadi model nasional. Jika terbukti efektif di NTT, pola yang sama akan diterapkan di provinsi lain dengan kondisi serupa.<br />
&#8220;NTT bukan hanya jadi proyek percontohan, tapi juga bukti bahwa jika kita bekerja bersama, perubahan besar bisa terjadi. Stunting dan kemiskinan bukan takdir, melainkan tantangan yang bisa kita atasi,&#8221; tutup Gubernur Melki dengan penuh semangat.<br />
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, langkah besar ini diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi generasi mendatang.</p>
<p>NTT kini tidak hanya menjadi titik awal perubahan, tetapi juga mercusuar harapan bagi Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang bebas dari stunting dan kemiskinan ekstrem.</p>
<p>Pemilihan NTT sebagai lokasi pilot project didasarkan pada tingginya angka kemiskinan dan stunting di provinsi berbasis kepulauan ini.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2024, angka kemiskinan di NTT mencapai 19,48 persen atau sekitar 1.127.570 orang, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.<br />
Selain itu, survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di NTT sebesar 37,9 persen, menempatkannya sebagai provinsi kedua dengan prevalensi stunting tertinggi setelah Papua Pegunungan. (BAP-NTT).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32220/ntt-provinsi-pertama-pilot-project-program-penurunan-stunting-dan-kemiskinan-extrem/">NTT, Provinsi Pertama Pilot Project Program Penurunan Stunting dan Kemiskinan Extrem</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj. Wali Kota Kupang Bicara Program dan Tantangan Kota</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/31899/pj-wali-kota-kupang-bicara-program-dan-tantangan-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2025 04:43:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Gloria]]></category>
		<category><![CDATA[Isu]]></category>
		<category><![CDATA[Jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngobrol Asik]]></category>
		<category><![CDATA[Pojok]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Tunas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=31899</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212;- Pj....</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/31899/pj-wali-kota-kupang-bicara-program-dan-tantangan-kota/">Pj. Wali Kota Kupang Bicara Program dan Tantangan Kota</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212;- Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., berbincang dalam sebuah siniar atau podcast bersama Pojok Tunas Gloria yang digelar di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Kamis (13/02).</p>
<p>Dalam kesempatan ini, ia mengulas berbagai isu strategis yang dihadapi Kota Kupang, termasuk capaian dan tantangan yang dihadapi menjelang berakhirnya masa jabatannya pada 19 Februari 2025.</p>
<p>Linus menyoroti sejumlah program unggulan yang telah dijalankan selama hampir enam bulan kepemimpinannya, dengan fokus utama pada penanganan stunting, pengendalian inflasi, serta penguatan sektor pendidikan.</p>
<p>Ia menegaskan, dengan kerja keras dan sinergi berbagai pihak, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi secara efektif.</p>
<p>&#8220;Stunting di Kota Kupang merupakan masalah serius, namun saya yakin kita bisa mengatasinya dengan kerja keras dan kolaborasi. Kami berkomitmen untuk mengurangi angka stunting dengan segera,&#8221; ujarnya.<br />
Podcast ini juga membahas berbagai program inovatif yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Kupang, seperti program &#8220;Ngobrol Asik&#8221;.</p>
<p>Program ini diadakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, dengan tujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dari kecamatan/kelurahan untuk berdiskusi langsung dengan pemerintah kota mengenai berbagai persoalan, mulai dari sampah hingga penerangan jalan.<br />
Linus Lusi menjelaskan, pendekatan ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan langsung di lapangan, dengan prinsip &#8220;mengatasi masalah tanpa masalah.&#8221;</p>
<p>Sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi keberagaman, Linus juga menekankan pentingnya sikap matang, arif, dan bijaksana dalam memimpin Kota Kupang, yang dikenal dengan keragaman budaya yang tinggi.</p>
<p>Ia menambahkan, Pemkot Kupang berfokus pada pengendalian inflasi dan menjaga kestabilan ekonomi untuk mendukung kemajuan Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>“Dengan adanya potensi besar yang dimiliki Kota Kupang, terutama dari kekuatan budaya dan partisipasi aktif masyarakat, kita dapat menghadapi tantangan dan mencapai kemajuan bersama,” lanjutnya.</p>
<p>Pj. Wali Kota juga membahas sejumlah tugas penting lainnya yang menjadi prioritas Pemkot Kupang, antara lain pengendalian inflasi dan program penanganan sosial yang selalu berlandaskan pada regulasi yang berlaku.</p>
<p>Selain itu, ia juga menyoroti upaya Pemkot Kupang dalam meningkatkan sektor pendidikan.<br />
Selama masa tugasnya, Linus Lusi melakukan safari pendidikan ke berbagai sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk kunjungannya ke PAUD dan SD Tunas Gloria beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Tunas Gloria memiliki sistem pendidikan yang sangat baik dan bisa dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain. Kami melihat ekosistem pendidikan yang sangat mendukung bagi siswa maupun guru di sini,” tuturnya.</p>
<p>Pada akhir siniar, Pj. Wali Kota Kupang menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih yang akan segera dilantik 20 Februari 2025 mendatang.</p>
<p>&#8220;Saya yakin Pak Dokter Chris dan Ibu Serena dapat memperjuangkan kemajuan Kota Kupang serta mendengarkan aspirasi masyarakat, demi mewujudkan kota yang lebih baik dan sejahtera,&#8221; pungkasnya. (Pkp-kk).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/31899/pj-wali-kota-kupang-bicara-program-dan-tantangan-kota/">Pj. Wali Kota Kupang Bicara Program dan Tantangan Kota</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
