<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pasien Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/pasien/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/pasien/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Mar 2026 04:42:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Pasien Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/pasien/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Kesembuhan Pasien di Kupang dan Meluasnya Gerakan Iman SMGM</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/37289/kisah-kesembuhan-pasien-di-kupang-dan-meluasnya-gerakan-iman-smgm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 04:38:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Garis Takene]]></category>
		<category><![CDATA[Kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Welly bistollen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=37289</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Kisah...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37289/kisah-kesembuhan-pasien-di-kupang-dan-meluasnya-gerakan-iman-smgm/">Kisah Kesembuhan Pasien di Kupang dan Meluasnya Gerakan Iman SMGM</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Kisah kesembuhan seorang pasien di Kota Kupang menjadi refleksi kuat tentang sinergi antara penanganan medis dan kekuatan iman dalam menghadapi penyakit.</p>
<p>Ny. Wely Bistolten (49), ibu rumah tangga asal Kabupaten Tangerang, Banten, sempat mengalami nyeri di bagian kandung kemih saat berkunjung ke keluarganya di Kelurahan Bello, Kota Kupang.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorongnya menjalani pemeriksaan di RS St. Carolus Borromeus Kupang.</p>
<p>Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya jaringan mencurigakan pada organ tersebut. Tenaga medis pun merekomendasikan tindakan lanjutan berupa biopsi untuk memastikan diagnosis.</p>
<p>Dalam kondisi fisik yang menurun dan tekanan psikologis yang meningkat, Wely mengaku sempat diliputi kecemasan.<br />
Di tengah situasi tersebut, dukungan keluarga dan komunitas menjadi penopang penting.</p>
<p>Keluarga bersama komunitas doa Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) Cabang Bello menggelar doa bersama di ruang perawatan pasien pada Sabtu (13/9/2025).</p>
<p>Usai doa bersama itu, Wely merasakan perubahan pada tubuhnya. Rasa nyeri yang sebelumnya mengganggu berangsur berkurang hingga akhirnya hilang.<br />
Ia juga mengaku mengalami ketenangan batin.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda keganasan. Dokter menyampaikan hasil tersebut setelah evaluasi medis menyeluruh.</p>
<p>“Saya percaya Tuhan bekerja melalui tenaga medis dan juga doa umat. Dukungan doa memberi kekuatan bagi saya untuk melewati masa sulit ini,” ujar Wely.</p>
<p>Setelah menjalani masa pemulihan, Wely kembali ke Tangerang dan melanjutkan kontrol kesehatan. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan kondisi stabil tanpa adanya kelainan berarti.</p>
<p>Koordinator SMGM Cabang Bello, Goris Takene, menegaskan, doa bersama yang dilakukan komunitas merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual, tanpa menggantikan peran medis.</p>
<p>“Doa menjadi penguatan agar pasien tetap memiliki harapan dan ketenangan dalam menjalani proses pengobatan,” ujarnya.</p>
<p>Praktisi kesehatan juga menilai, dukungan psikologis dan spiritual berkontribusi positif terhadap proses penyembuhan. Kondisi mental yang baik dinilai dapat meningkatkan respons pasien terhadap terapi medis.</p>
<p><strong>Gerakan Iman yang Terus Meluas.</strong></p>
<p>Di tengah kisah kesembuhan tersebut, Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek (SMGM) terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik di tingkat lokal maupun internasional.</p>
<p>Penasehat SMGM Pusat, Dr. Bele Antonius, dalam dialog di Radio Tirilolok Suara Verbun, Sabtu (28/3/2026), menyebutkan bahwa jaringan pelayanan berbasis iman ini kini telah hadir di berbagai negara, antara lain Roma, Amerika Serikat, Australia, Cekoslowakia, Timor Leste, serta sejumlah negara di Asia.</p>
<p>“Ini menunjukkan bahwa nilai pelayanan sederhana namun menyentuh dari Monsinyur Gabriel Manek semakin diterima di berbagai belahan dunia,” ujar Bele.</p>
<p>Di tingkat lokal, perkembangan serupa juga terlihat di wilayah Timor dan Flores. Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, mengungkapkan bahwa hingga kini telah terbentuk 147 cabang SMGM.</p>
<p>Menurut dia, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari pendekatan pelayanan yang menekankan kerendahan hati dan keberpihakan pada kelompok kecil serta mereka yang membutuhkan.</p>
<p>Dalam praktiknya, SMGM mengusung prinsip lima “M”, yakni mengunjungi, mendengarkan, menghibur, menyentuh, dan mendoakan.</p>
<p>“Pelayanan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan nyata untuk hadir di tengah umat dan memberi penguatan rohani maupun kemanusiaan,” kata Adrianus.</p>
<p>Kini, pengalaman Wely menjadi pengingat bahwa proses penyembuhan tidak hanya bertumpu pada aspek medis, tetapi juga ditopang oleh dukungan keluarga, lingkungan, dan kekuatan iman, yang bersama-sama memberi harapan bagi setiap pasien dalam menghadapi masa sulit. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/37289/kisah-kesembuhan-pasien-di-kupang-dan-meluasnya-gerakan-iman-smgm/">Kisah Kesembuhan Pasien di Kupang dan Meluasnya Gerakan Iman SMGM</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepotong Sunyi dari RSJ Naimata</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35387/35387/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 12:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Naimata]]></category>
		<category><![CDATA[ODGJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[sunyi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35387</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8211;— Pagi...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35387/35387/">Sepotong Sunyi dari RSJ Naimata</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8211;</strong>— Pagi itu, Kamis 28/8) sekitar pukul 09.00 WITA, jalanan menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata masih lengang.</p>
<p>Dengan sepeda motor, saya bersama seorang tante berangkat dari rumah.<br />
Di tangannya, sebuah termos berisi air panas dan bekal makan siang sederhana.</p>
<p>Bukan untuk kami, melainkan untuk seseorang yang istimewa: seorang ponakan yang baru saja masuk sebagai pasien ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) sejak malam sebelumnya.</p>
<p>Perjalanan tak sampai 20 menit. RSJ yang berada di Naimata itu berdiri tenang, dengan halaman luas, teduh, namun terasa sepi.</p>
<p>Setelah melapor ke bagian resepsionis, kami diarahkan menuju Unit Gawat Darurat (UGD). Di sana, pasien-pasien baru biasanya mendapat perawatan awal sebelum dipindahkan ke bangsal.</p>
<p>Seorang satpam berbadan kekar berkulit gelap mengantar kami. Di tangannya tergantung kunci besar yang siap mengunci atau membuka pintu ruangan.</p>
<p>Begitu tiba, ia membuka pintu besi dan mempersilakan kami masuk. Dari luar, terdengar bunyi gembok saat pintu kembali dikunci.</p>
<p>Ruangan berukuran sekitar lima kali lima meter itu sederhana. Ada tiga ranjang besi. Dua di antaranya sudah beralas kasur spon, sementara satu lainnya kosong tanpa alas.</p>
<p>Sebuah kamar mandi berada di pojok, tanpa pintu, dindingnya kusam. Cahaya matahari masuk cukup deras melalui enam jendela besar berterali besi, membuat ruang itu tidak pengap, tetapi tetap terasa hampa.</p>
<p>Di salah satu ranjang, ponakan kami terbaring. Wajahnya pucat lelah setelah malam panjang.</p>
<p>Ia ditemani ibunya yang sejak semalam berjaga. Hampir tak ada suara, selain sesekali denting HP yang ada di genggamanku.<br />
Sesekali ia bangun, menyeruput sedikit minuman hangat yang diberikan perawat sebelumnya, lalu kembali terlelap.</p>
<p>Hampir satu jam kami berada di sana. Tak banyak kata-kata. Kami hanya duduk, menatap, menemani. Di ruangan itu, kehadiran lebih berharga daripada nasihat panjang. Hening menjadi bahasa paling tulus.</p>
<p>Ketika pamit, satpam kembali datang membuka pintu besi. Dari balik ruangan sunyi itu, saya membawa pulang satu makna, menjenguk pasien ODGJ bukan sekadar membawakan makanan, melainkan juga hadir dalam diam. Ada kasih yang hanya bisa ditunjukkan lewat kesabaran dan keberanian untuk sekadar menemani. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35387/35387/">Sepotong Sunyi dari RSJ Naimata</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amputasi Kaki Pasien Tanpa Persetujuan Keluarga, Dokter Dan Rumah Sakit Dilaporkan ke Polisi</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/32134/amputasi-kaki-pasien-tanpa-persetujuan-keluarga-dokter-dan-rumah-sakit-dilaporkan-ke-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 02:19:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[cacat]]></category>
		<category><![CDATA[diamputasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Aswadi Tanjung]]></category>
		<category><![CDATA[jari]]></category>
		<category><![CDATA[Julita Beru Surbakti]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki kanan]]></category>
		<category><![CDATA[kelalaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[persetujuan]]></category>
		<category><![CDATA[RS Mitra Sejati]]></category>
		<category><![CDATA[suami atau keluarga pasien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=32134</guid>

					<description><![CDATA[<p>MEDAN, FLOBAMORA-SPOT &#8212; Diduga...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32134/amputasi-kaki-pasien-tanpa-persetujuan-keluarga-dokter-dan-rumah-sakit-dilaporkan-ke-polisi/">Amputasi Kaki Pasien Tanpa Persetujuan Keluarga, Dokter Dan Rumah Sakit Dilaporkan ke Polisi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MEDAN, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8212; Diduga karena kelalaian Dokter Aswadi Tanjung yang bertugas di RS Mitra Sejati sehingga pasien bernama Julita Beru Surbakti menjadi cacat seumur hidup.<br />
Kaki kanan pasien berusia 43 tahun ini diamputasi tanpa ada persetujuan dari suami atau keluarga pasien. Pihak keluarga hanya menyepakati dioperasi bagian jari, bukan amputasi kaki bagian kanan.</p>
<p>Epredi Sembiring, suami dari Julita melaporkan dokter yang menangani maupun manajemen rumah sakit ke Mapolda Sumut, Senin (3/3/2025) siang bersama dengan penasihat hukumnya Hans Silalahi SH MH.</p>
<p>&#8220;Jadi, hari ini kami melaporkan rumah sakit Mitra Sejati Medan beserta dokternya atas dugaan malapraktik atau kelalaian sesuai dengan Pasal 440. Kami harapkan penyidik menegakkan hukum, karena istri klien kami ini menjadi cacat karena kakinya diamputasi,&#8221; kata Hans.</p>
<p>Menurut Hans, rumah sakit ini diduga kebal hukum. Karena sudah banyak kasus dugaan malapraktik yang terjadi di rumah sakit.</p>
<p>&#8220;Kemarin ada juga balita yang meninggal karena dugaan kelalaian juga. Kami meminta kepada Kementerian Kesehatan, Gubernur Sumut dan Walikota Medan untuk meninjau kembali sejumlah kasus dugaan kelalaian di rumah sakit ini,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selain itu, tim pengacaranya akan melaporkan dokter yang menangani pasien ke Ikatan Dokter Indonesia dan Kode Etik Kedokteran.</p>
<p>&#8220;Kami menduga rumah sakit ini juga menyalahi izin izinnya. Dokter yang menangani pasien juga harus diperiksa izin izinnya. Penegakan hukum harus dilakukan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Suami korban mengakui kasus ini sudah berjalan 6 hari, Julita Br Surbakti dilakukan oprasi amputasi pada (24/2/2025) kemarin.</p>
<p>Namun, pihak rumah sakit Mitra Sejati Kota Medan, Sumatera Utara. Itu terkesan tidak “menerge” keadaan dari pasien yang terduga korban Malapraktek dokter dari pihak RS Mitra sejati.</p>
<p>“Kami sudah kesal bg, mungkin karena kami orang susah, orang kecil serta mengunakan jasa BPJS Kesehatan, sehingga kami diperlakukan seperti ini, saya berharap agar dokter dan rumah sakit itu ditindak,&#8221; ucap Epredi Sembiring.</p>
<p>Seperti diketahui, saat ini kondisi pasien Julita Br Surbakti sudah sadar pasca dilakukannya tindakan oprasi Amputasi kaki sebelah kanan nya pada senin (24/2/2025) kemarin.</p>
<p>Namun, saat ini Julita Br Surbakti masih mengalami gangguan Trauma pasca kehilangan satu kakinya akibat dugaan Malapraktek yang dilakukan dokter RS Mitra sejati.</p>
<p>Terlihat, ditemani keponakanya, kondisi Julita Br Surbakti pada minggu sore masih terbaring lemas di ruangan No. 349 Lt. 3 RS Mitra Sejati Medan. (Tim/Rizki)</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/32134/amputasi-kaki-pasien-tanpa-persetujuan-keluarga-dokter-dan-rumah-sakit-dilaporkan-ke-polisi/">Amputasi Kaki Pasien Tanpa Persetujuan Keluarga, Dokter Dan Rumah Sakit Dilaporkan ke Polisi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Pasien Pascah Operasi Celah Bibir dan Lelangit, Ini Kondisi Yang Ditemukan Dandenkesyah</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/23682/kunjungi-pasien-pascah-operasi-celah-bibir-dan-lelangit-ini-kondisi-yang-ditemukan-dandenkesyah/</link>
					<comments>https://www.flobamora-spot.com/berita/23682/kunjungi-pasien-pascah-operasi-celah-bibir-dan-lelangit-ini-kondisi-yang-ditemukan-dandenkesyah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 May 2023 23:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=23682</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT &#8211; Dandenkesyah...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/23682/kunjungi-pasien-pascah-operasi-celah-bibir-dan-lelangit-ini-kondisi-yang-ditemukan-dandenkesyah/">Kunjungi Pasien Pascah Operasi Celah Bibir dan Lelangit, Ini Kondisi Yang Ditemukan Dandenkesyah</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> &#8211; Dandenkesyah 09.04.01 Kupang<br />
Letkol Ckm dr Boy Ramurthi, M.A.R.S melaksanakan visit pasien Post Operasi Celah Bibir dan Lelangit di Ruangan Ranap WK RST Tk III Wira Sakti Kupang, Sabtu ( 27/05/2023).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan Bakti Sosial Operasi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Kodam lX/Udayana ke-66 Tahun 2023.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dandenkesyah 09.04.01 Kupang<br />
Letkol Ckm dr Boy Ramurthi, M.A.R.S mengatakan bahwa operasi celah bibir dan lelangit telah berjalan dengan tertib,aman dan lancar sesuai dengan rencana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, Operasi yang telah dilaksanakan selama dua hari ini, dengan total jumlah 29 pasien, dapat berjalan dengan tertib,aman dan lancar. Saya lihat kondisi semua pasien sudah membaik. Pada sore harinya pasien sudah bisa diijinkan untuk pulang,&#8221; jelas Dandenkes 09.04.01 Kupang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan ini Denkesyah 09.04.01 Kupang juga memberikan tali asih kepada para pasien.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tidak lupa, sebagai ungkapan rasa syukur kami, kami juga memberikan tali asih serta memberikan edukasi perawatan luka, dan memotivasi pasien untuk penyembuhan, agar lukanya lebih cepat sembuh. Teriring doa dan harapan bahwa dengan selesainya operasi, maka dapat mengembalikan rasa percaya diri pasien dengan senyuman manis khas NTT,&#8221; pungkas Dandenkes 09.04.01 Kupang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tampak mendampingi Dandenkes 09.04.01 Kupang sejumlah staf Denkes 09.04.01 Kupang dan Staf RST Tk III Kupang (denkeskupang).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/23682/kunjungi-pasien-pascah-operasi-celah-bibir-dan-lelangit-ini-kondisi-yang-ditemukan-dandenkesyah/">Kunjungi Pasien Pascah Operasi Celah Bibir dan Lelangit, Ini Kondisi Yang Ditemukan Dandenkesyah</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.flobamora-spot.com/berita/23682/kunjungi-pasien-pascah-operasi-celah-bibir-dan-lelangit-ini-kondisi-yang-ditemukan-dandenkesyah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
