<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nanang Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<atom:link href="https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/nanang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/nanang/</link>
	<description>Welcome to East Nusa Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Sep 2025 07:32:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.flobamora-spot.com/wp-content/uploads/2021/10/cropped-fc1-100x75.png</url>
	<title>Nanang Archives - Flobamora-Spot.com</title>
	<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/tag/nanang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mas Nanang di Mata Warga dan Sahabat Sosok Rendah Hati, Pencinta Ekaristi</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35786/mas-nanang-di-mata-warga-dan-sahabat-sosok-rendah-hati-pencinta-ekaristi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 07:32:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[HATI]]></category>
		<category><![CDATA[Mas]]></category>
		<category><![CDATA[Nanang]]></category>
		<category><![CDATA[rendah]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<category><![CDATA[warisan iman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35786</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Robertus...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35786/mas-nanang-di-mata-warga-dan-sahabat-sosok-rendah-hati-pencinta-ekaristi/">Mas Nanang di Mata Warga dan Sahabat Sosok Rendah Hati, Pencinta Ekaristi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> – Robertus Nanang Triatmojo, atau yang akrab disapa Mas Nanang, meninggalkan kesan mendalam di hati warga lingkungan maupun sahabat-sahabatnya.</p>
<p>Sosok sederhana dan rendah hati ini dikenal bukan hanya sebagai umat setia di Lingkungan St. Agustinus Bello, tetapi juga sebagai pribadi yang selalu hadir dengan senyum dan sapaan hangat.</p>
<p>Di mata warga, Mas Nanang adalah figur yang penuh semangat kebersamaan.<br />
Ia tidak hanya rajin hadir dalam kegiatan lingkungan, tetapi juga aktif mendukung setiap pertemuan dan doa bersama.</p>
<p>Kehadirannya membawa suasana akrab dan persaudaraan yang erat di antara umat.</p>
<p>Salah satu sahabatnya, Erens Mahodim atau Kiik Erens, mengenang sosok Mas Nanang dengan penuh haru.</p>
<p>“Mas Nanang menurut saya bukan saja dikenal sebagai sahabat sestasi St. Agustinus Bello, tetapi lebih kepada Teman Pencinta Ekaristi Pagi. Setiap kali berpapasan, beliau selalu menyapa saya dengan, ‘pagi ooommm,’ dan saya pun menjawab, ‘Ia Massss.’ Sapaan kecil itu kini menjadi kenangan besar yang tak tergantikan. Semoga Mas Nanang berbahagia di surga dan menjadi pendoa bagi kami semua pencinta Ekaristi pagi,” ungkap Kiik saat bertindak sebagai MC misa malam ketiga mengenang Mas Nanang Senin malam (29/9/2025).</p>
<p>Ketua RT 009 Kelurahan Bello, Yusuf Huku Koro, juga memberikan kesan mendalam atas kepergian almarhum.</p>
<p>“Kami merasa kehilangan besar. Mas Nanang adalah warga yang baik, ramah, dan selalu peduli pada lingkungannya. Ia mudah bergaul dengan siapa saja, tidak membeda-bedakan, dan selalu siap membantu. Semoga keluarga diberi kekuatan, dan Mas Nanang mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar Yusuf.</p>
<p>Sebagai bentuk penghargaan, gelar “Pencinta Ekaristi” disematkan kepada almarhum Mas Nanang, oleh Pastor Paroki (PASPAR) Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua Kupang Romo Dus Bone, Pr.</p>
<p>Gelar ini menjadi simbol warisan iman yang ditinggalkan Mas Nanang bagi sesama pencinta Ekaristi pagi karena sering aktif mengikuti misa harian setiap pagi.</p>
<p>Bagi warga lingkungan dan teman-teman terdekat, kepergian Mas Nanang bukanlah sebuah perpisahan, melainkan undangan untuk meneladani kesetiaan dan cinta imannya yang tulus. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35786/mas-nanang-di-mata-warga-dan-sahabat-sosok-rendah-hati-pencinta-ekaristi/">Mas Nanang di Mata Warga dan Sahabat Sosok Rendah Hati, Pencinta Ekaristi</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dupa Terakhir Yulita Kepada Sang Suami Sebagai Tanda Keharuman Cinta yang Menembus Batas Kematian</title>
		<link>https://www.flobamora-spot.com/berita/35738/dupa-terakhir-yulita-kepada-sang-suami-sebagai-tanda-keharuman-cinta-yang-menembus-batas-kematian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Flobamora-Spot.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 13:50:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dupa]]></category>
		<category><![CDATA[Nanang]]></category>
		<category><![CDATA[RD Bone]]></category>
		<category><![CDATA[terakhir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.flobamora-spot.com/?p=35738</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT – Asap...</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35738/dupa-terakhir-yulita-kepada-sang-suami-sebagai-tanda-keharuman-cinta-yang-menembus-batas-kematian/">Dupa Terakhir Yulita Kepada Sang Suami Sebagai Tanda Keharuman Cinta yang Menembus Batas Kematian</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>KUPANG, FLOBAMORA-SPOT</strong> – Asap dupa mengepul pelan dari tangan Yulita Mamulak siang itu.<br />
Langkahnya tertahan ketika mendekat ke peti jenazah suaminya, Robertus Nanang Triatmojo, yang terbaring kaku di depan altar Kapela Santo Agustinus Bello, Sabtu (27/9).</p>
<p>Dengan gerakan sederhana namun penuh makna, Yulita mengayunkan pedupaan, mengirimkan harum doa bagi lelaki yang telah menemaninya dalam suka dan duka.</p>
<p>Di dalam kapela yang sesak oleh ratusan pelayat, keheningan seketika terasa.<br />
Asap dupa membubung ke udara, seakan membawa pesan cinta yang tak habis meski kematian telah memisahkan.</p>
<p>“Semoga keharumannya dan kasihnya tetap bersama sang istri dan buah hatinya yang masih kecil. Dan keharumannya pula yang menghantar masuk ke Kerajaan Allah yang abadi,” ucap Hendrik Ncaung seorang umat pelayat.</p>
<p>Misa requiem yang dipimpin RD Longginus Bone, Pastor Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, menjadi puncak penghormatan bagi Nanang. Begitu ia disapa.</p>
<p>Dalam homilinya, RD Bone menekankan, meski raga almarhum telah tiada, kisah baiknya akan terus hidup.</p>
<p>“Kisah Robertus Nanang Triatmojo raganya telah tiada, tetapi banyak peninggalan kisah baik di hati keluarga dan umat sekalian. Dengan persembahannya bagi gereja, itu akan menjadi cerita kenangan. Apa pun keadaan kita, dari Dia kita berasal, dalam Dia kita hidup, dan kepada Dia kita kembali setelah mati,” kata Romo Bone.</p>
<p><strong>Terimakasih kepada simpatisan. </strong></p>
<p>Mewakili keluarga, Daniel Taek menyampaikan terima kasih kepada setiap simpatisan, kerabat, dan umat yang memberikan dukungan sejak almarhum menghembuskan napas terakhir hingga pemakaman.</p>
<p>Prosesi berlanjut ke halaman rumah duka di lingkungan RT 009, Kelurahan Bello. Di sanalah Nanang dimakamkan, diiringi doa, tangis, dan penghormatan terakhir.</p>
<p>Robertus Nanang Triatmojo lahir di Surakarta Boyolali Jawa Timur, 13 Mei 1979. Ia menutup usia pada 25 September 2025 di Belo.<br />
Meninggalkan seorang istri dan seorang anak, Nanang berpulang, tetapi jejak kasih dan kebaikannya tetap terpatri di hati banyak orang. (goe).</p>
<p>The post <a href="https://www.flobamora-spot.com/berita/35738/dupa-terakhir-yulita-kepada-sang-suami-sebagai-tanda-keharuman-cinta-yang-menembus-batas-kematian/">Dupa Terakhir Yulita Kepada Sang Suami Sebagai Tanda Keharuman Cinta yang Menembus Batas Kematian</a> appeared first on <a href="https://www.flobamora-spot.com">Flobamora-Spot.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
